Nasehat
Mengakrabi Al Quran

Mengakrabi Al Quran
Kita bisa merasa jauh lebih baik manakala sudah berbagi cerita dengan sahabat kita. Namun, Al Quran mutlak benar manakala menyampaikan bahwa, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah! Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (QS. Ar Ra’du [13] : 28).

Dari sekian banyak teman yang kita miliki, selalu ada yang spesial, yang sangat kita percaya dan selalu menjadi tempat berbagi cerita baik suka maupun duka. Mengapa demikian? Karena kita merasa dengan cara demikian, hati kita lebih lapang, beban seperti berkurang, gelisah terasa hilang.

Jika dengan manusia saja kita bisa mendapatkan sensasi yang demikian besar, lantas apalah lagi jika kita akrab dengan yaitu Al Quran. Bukankah ini kitab suci yang tidak diragukan lagi kebenarannya (QS. Al Baqarah [2] : 2). Bukankah ini kitab suci yang menjadi ‘tour guide’ selama kita melancong di dunia agar sampai hingga akhirat dengan selamat. Bukankah sebagaimana pesan Rasulullah Saw., bahwa Al Quran kelak di akhirat bisa menjadi pemberi syafaat (HR. Muslim).

Kita bisa merasa jauh lebih baik manakala sudah berbagi cerita dengan sahabat kita. Namun, Al Quran mutlak benar manakala menyampaikan bahwa, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah! Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (QS. Ar Ra’du [13] : 28).

Al Quran berisi kebenaran yang selalu relevan fii kulli makaan wa zamaandi setiap saat dan tempat. Membacanya adalah dzikir yang menghadirkan ketenangan dan mendatangkan banyak kebaikan. Dan, yang tak kalah menakjubkan adalah, bahkan mendengarkannya saja menjadi pahala. Sungguh tak pernah ada alasan bagi kita untuk berjauhan dari Al Quran.

Rasulullah Saw. mengajarkan kita banyak cara untuk mengakrabi Al Quran. Pertama, dengan membacanya. Membaca Al Quran mendatangkan pahala yang besar bagi kita. Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan ‘Alif Laam Miim’ satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi).

Kedua, mempelajarinya. Setelah kita mengakrabi Al Quran dengan membacanya, maka kita sepatutnya menaikkan level keakraban ini dengan mempelajarinya. Apa yang perlu dipelajari? Tentu saja banyak aspeknya. Kita bisa mempelajari segi bahasa Arabnya, cara penulisan kalimat-kalimatnya, sejarahnya, seni kaligrafinya, tafsirnya, dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, selain mendatangkan ilmu, mempelajari Al Quran pun bisa mengundang kasih sayang dan penjagaan Allah Swt. Rasulullah Saw. bersabda, “Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu masjid dari masjid-masjid Allah, untuk membaca Al Quran dan mereka saling mempelajarinya, melainkan akan diturunkan kepada mereka kebenaran, diliputi rahmat, dan dikelilingi malaikat. Dan mereka akan disebut-sebut oleh Allah di hadapan makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya (para malaikat).” (HR. Muslim)

Ketiga, menghapalkannya. Salah satu ciri orang beriman adalah menghapal Al Quran. Karena dengan menghapalnya berarti kita sedang merekam firman Allah Swt. ke dalam otak dan hati kita. Pahala dari Allah Swt. pun sangat luar biasa. Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia.” Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka, ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Quran. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad).

Keempat, mengamalkannya. Jika kita sudah mampu membacanya, mempelajarinya, kemudian menghapalnya, maka kita akan sampai pada suatu pemahaman atas isi Al Quran. Jika sudah demikian, maka orang yang beriman kepada Allah Swt. tidak akan berhenti di situ melainkan ia akan mengamalkannya sekuat yang ia bisa.

Ummul Mu’minin, Aisyah r.a pernah mengutarakan bahwa akhlak Rasulullah Saw. adalah Al Quran. Sementara panutan utama kita adalah Rasul Saw., maka dari itu mengamalkan kandungan Al Quran adalah langkah terbaik untuk membuktikan kecintaan kita kepada Rasulullah Saw. Inilah langkah utama menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semesta.

Kelima, adalah menyampaikannya. Jangan biarkan pemahaman, kebenaran dan kebaikan Al Quran ini berhenti di diri kita semata. Karena sesungguhnya setiap orang yang beriman adalah agen risalah Islam. Bagimana orang lain, terutama non-muslim bisa memahami bahwa Islam adalah kedamaian dan kebenaran jikalau kita tidak menyampaikannya. Itulah mengapa Rasulullah Saw. berpesan, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Semoga kita bisa menjadikan Al Quran sebagai sahabat sejati.[] 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Nasehat Lainnya
Manajemen Cemburu
Manajemen Cemburu
13
Bila tidak ada rasa yang satu itu, terbayang seorang istri atau suami merasa tenang-tenang saja saat pasangannya berkhalwat (berduaan) atau selingkuh sekali pun! Lantas dimana letak kemuliaan seorang manusia bila sudah hilang rasa cemburu?