Nasehat
Wali yang Tidak Mengetahui Jika Dirinya Wali

Wali yang Tidak Mengetahui Jika Dirinya Wali
Sesampainya di mulut goa, ia melihat seorang yang sedang beribadah. Di tengah-tengah beribadah, hamba tersebut menadahkan tangan kepada Allah. Lalu, langsung ada di hadapannya satu piring makanan dan lauk-pauk.

Diriwayatkan bahwa Syekh Abdurrahman Bajalahban mempunyai istri yang sangat durhaka. Tiga tanda orang munafik (bohong ketika berbicara, janji tidak ditepati, dipercaya berkhianat) ada pada dirinya. Tapi ,Syekh Abdurrahman Bajalahban selalu sabar menghadapi sikap istrinya.

Hingga suatu hari tatkala dimarahi istri, ia keluar rumah untuk menenangkan fikiran. Sesampainya di mulut goa, ia melihat seorang yang sedang beribadah. Di tengah-tengah beribadah, hamba tersebut menadahkan tangan kepada Allah. Lalu, langsung ada di hadapannya satu piring makanan dan lauk-pauk. Syekh Abdurrahman memberanikan diri bertanya pada hamba Allah tersebut.

“Wahai hamba Allah, ilmu apa yang kau punya sehingga ketika engkau menadahkan tangan, lalu ada rezeki Allah untukmu?”

Dia menjawab, “Aku tidak punya ilmu apa-apa. Aku hanya bertawasul kepada Allah dengan nama walinya yang agung.”

Syekh Abdurrahman berkata, “Siapa dia wahai hamba Allah?”

Dia menjawab, “Syekh Abdurrahman Bajalahban.”

Syekh Abdurrahman bertanya lagi, “Syekh Abdurrahman Bajalahban yang mana, dan apa keistimewaannya?”

Dia menjawab, “Syekh Abdurrahman Bajalahban yang ada di depanku. Beliau mendapatkan kemuliaan dan anugerah dari Allah karena kesabarannya menghadapi istrinya yang durhaka.

Lalu, Syekh Abdurrahman semakin bersabar untuk maqam yang tinggi dari Allah. Wallahu a’lam. (sumber: walijo.com, dengan beberapa perubahan)






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Nasehat Lainnya
Kisah Kedurhakaan Tsa’labah
Kisah Kedurhakaan Tsa’labah
28
Mendengar itu, Rasulullah bersedih telah kehilangan seorang sahabat yang dulu tekun beribadah ketika miskin, namun setelah kaya ia telah berubah.