Nasehat
Menjadi Keluarga Penghapal Al-Quran

Menjadi Keluarga Penghapal Al-Quran
Wahai para ayah engkaulah contoh utama dalam keluarga.Gantilah teriakan-teriakan ‘gol’mu dengan hapalan Al-Qur’an.Duhai Bunda,bibirmu jangan kau siakan untuk menebarkan berita tanpa ilmu yang tak jelas manfaatnya dari dunia hiburan.Telinga anak-anakmu rindu dengan lantunan Al-Qur’an.

  Disaat era moderninasi dan perkembangan teknologi, setiap kaum muslimin saat ini sangat mudah dan rentan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang “laghwi”(sia-sia).
Tuntunan hidup tak disadari semakin berubah masa demi masa.Aktivitas umat muslimin sedikit demi sedikit tergeser bahkan tergantikan,semula di pagi hari ibu-ibu menyempatkan waktunya untuk Shalat Dhuha tergadaikan oleh infotimen televisi,para ayah senantiasa berlinang air mata dalam Qiyamul Lail panjangnya kini berangsur berubah karena Piala Dunia,atau bahkan anak-anak sudah tak terdengar suara merdunya disurau-surau ataupun mesjid berganti dengan Play Station yang disediakan orang tuanya di rumah.Apalagi tadarus berjama’ah dengan keluarga sudah sangat sedikit keluarga yang masih mendawamkannya.

     Sepanjang sejarah Al-Qur’an adalah bacaan, bahkan hiburan untuk kaum muslimin yang apabila dibacakan bahkan dihapalkan tidak menjadi “laghwi” bahkan merupakan suatu ibadah.Siapa lagikah yang akan mewariskan kemurnian dan keagungan Al-Qur’an dan menghindarkan dari kalimat kepalsuan?!kalau bukan kaum muslimin itu sendiri. Marilah kita sama-sama membangun keluarga yang mencintai dan menghapal Al-Qur’an.Wahai para ayah engkaulah contoh utama dalam keluarga.Gantilah teriakan-teriakan ‘gol’mu dengan hapalan Al-Qur’an.Duhai Bunda,bibirmu jangan kau siakan untuk menebarkan berita tanpa ilmu yang tak jelas manfaatnya dari dunia hiburan.Telinga anak-anakmu rindu dengan lantunan Al-Qur’an.

     Hifdzul Qur’an merupakan upaya kaum muslimin dalam memelihara Kitab Sucinya.Orang yang menghapalkan Al-Qur’an bukanlah orang yang menghapalkan kata-kata,ataupun gubahan syair. Namun sesungguhnya para penghapal Al-Qur’an adalah pelestari sejarah kehidupan orang-orang yang shaleh dalam ketakwaan kepada Allah.Ada beberapa motivasi menghidupkan keluarga penghapal Al-Qur’an,diantaranya:

1-Menanamkan rasa cinta anak dan tentu seluruh anggota keluarga pada Al-Qur’an.
    Dengan tadarus berjamaah didalam keluarga.
    “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”(H.R.Bukhari Muslim)

2-Memberikan motivasi yang kuat terhadap seluruh anggota keluarga bahwasannya              
   para ulama tidak sedikit yang hapal Al-Qur’an diusia dini.

3-Meyakini bahwa penghapal Al-Qur’an adalah keluarga pilihan Allah.
 
  “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga diantara manusia,para sahabat bertanya,”Siapakah mereka ya Rasululloh?”Rasul menjawab,”Para ahli Al-Qur’an, merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya”(H.R.Ahmad)

4-Meyakini bahwa keluarga penghapal Al-Qur’an meninggikan derajat manusia di surga,ditemani para Malaikat yang mulia dan taat.
   “Dari Aisyah ra.ia berkata:”Rasululloh saw bersabda:”Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan ia mahir bersama para malaikat yang mulia dan taat,dan orang yang membaca Al-Qur’an terbata-bata dan merasakan kesulitan,ia mendapat dua pahala”(Mutafaqun ‘Alaih)

5-Mendapatkan kehormatan berupa tajul karomah (mahkota kemuliaan) di surga.
   “Mereka akan dipanggil,”Dimana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca Kitab-Ku?Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan,diberikan kepadanya kesuksesandengan tangan kanan,dan kekekalan dengan tangan kirinya.Jika kedua orang tuanya seorang muslim, maka keduanya akan diberi pakaian yang lebih bagus dari dunia dan seisinya,kedua orang tuanya akan mengatakan,”Bagaimana Kami bisa mendapatkan ini?”Maka akan dijawab,”Ini karena anakmu berdua membaca Al-Qur’an”(H.R.Attabrani)

     Adapun beberapa langkah menjadikan keluarga penghapal Al-Qur’an,diantaranya sebagai berikut:

1-Mempersiapkan mental dengan tekad yang kuat bahwa Allah akan memudahkan orang yang sungguh-sungguh,dengan menghadirkan hati, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihyanya mengatakan”Seorang penghapal Al-Qur’an ketika memulai membacanya sebaiknya menghadirkan dalam hatinya keagungan Allah Swt.Dan menyadari bahwa apa yang dibacanya bukan ucapan manusia.”

2-Mengatur waktu.
Peluang waktu ayah,ibu dan anak berbeda bergantung aktivitasnya.Dalam hal ini ibu lebih banyak memperdengarkan bacaan Al-Quran pada anaknya dari bacaan yang ayatnya pendek,sebelum anak tidur,ketika berpakaian ataupun ketika anak bermain.Karena anak lebih sering interaksinya dengan ibu,dan juga pendengaran anak lebih cepat daya tangkapnya dibanding membaca.Para ayah adalah contoh utama ia bisa memotivasi istri dan anak-anaknya walaupun masih dengan iming-iming imbalan duniawi ‘hadiah’ misalnya.Insya Allah seluruh anggota keluarga akan tergerak untuk menghapal Al-Qur’an bersama-sama.

3-Membuat Target hapalan.Tidak bisa disamakan target hapalan anak dengan orang tua.Ada yang hapalan orang tua lebih banyak dari anaknya bahkan sebaliknya.yang jelas jangan sampai targetan melampaui batas kemampuan anggota keluarga,dan yang terpenting targetan tidak dilanggar.

4-Jangan Patah Arang.Biasanya yang sering terjadi ada salah satu anggota keluarga yang merasa jenuh bukan karena bosan menghapal Al-Qur’an,tapi karena seringnya targetan tidak terpenuhi.Berta’awudzlah pada Allah! Sungguh itu tipu daya syeitan,jangan dulu menghapal ayat terbaru sebelum ayat lam hapal betul.

5-Disarankan Tidak Bergonta-ganti Al-Qur’an Yang dibaca.
Setiap cetakan Al-qur’an berbeda-beda.Ada yang Juz per juz,halaman per halaman atau ada yang disertai terjemah, masing-masing berbeda pojok halaman. Karena ternyata pojok halaman lebih mudah bagi ayah dan ibu mencantolkan hapalannya.

     Keluarga Penghapal Al-Qur’an juga perlu didukung dengan teknik-teknik menghapal Al-Qur’an,diantaranya:

1-Teknik Memahami Ayat-ayat Yang Akan Dihapal.
    Bagi ayah dan ibu yang mampu menterjemahkan Al-Qur’an dan faham kaidah bahasa Arab, cara ini sangat membantu menghapal Al-Qur’an.

2-Mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an sebelum Dihapal.
   Pada teknik ini anggota keluarga membaca dulu beberapa ayat targetan yang hendak dihapal saat itu.Setelah membacanya berulang-ulang barulah dihapal satu persatu ayat demi ayat.

3-Mendengarka Bacaan Al-Qur’an Baik lewat Pembimbing ataupun media audio visual.
Biasanya cara ini efektif buat anak.Selain orang tuanya menperdengarkan bacaan Al-Qur’an anak juga dituntun untuk lebih menyenangi hiburan al-Qur’an.

4-Mencatat Setelah Menghapal.
Teknik penunjang yang satu ini, sangat baik bagi kedua orang tua yang senag menulis.Selain memudahkan hapalan juga dapat melatih menulis huruf Arab.
Demikianlah semoga kita semua digolongkan kedalam keluarga penghapal Al-Qur’an.

Dan tidak ada lagi alasan bagi keluarga muslim mengganti hiburan ‘laghwi’ dengan Al-Qur’an.Wallahu a’lam bishoab.
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Nasehat Lainnya
Merentas Generasi Berkualitas
Merentas Generasi Berkualitas
12
Faktor manusia menjadi sentral. Setinggi apa pun peradaban, pasti akan runtuh bila memiliki generasi yang lemah fisik dan fikirnya. Lemah iman maupun ilmunya.
Galeri
HAJJ

Ya Allah, Undang kami ke Baitullah-MU

Motret dari yang motret

motret orang yang lagi motret , karena banyak yang paka

Ditengah Kerumunan

Seorang anak dan bapaknya berdiri ditengah ribuan jamaa