Nasehat
Zikrul Maut

Zikrul Maut
Banyak sebab mengapa mereka telah berpulang, entah karena sakit, kecelakaan, atau usia yang uzur, dan sebab-sebab yang sama sekali tidak pernah kita sangka. Begitu cepatnya maut merenggut tanpa kenal umur, jenis kelamin, status sosial dan etnis.

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila Telah datang waktu kematiannya. dan Allah Maha mengenal apa yang kamu kerjakan.(QS-63.Al-Munaafiquun 11)
 
 
Satu hal yang semua manusia sudah mengetahuinya dan sesuatu itu akan datang menimpanya, namun kebanyakan manusia tidak mau memikirkannya adalah datangnya kematian. Siap atau tidak tidak siap, suka atau  tidak suka, maka kematian setiap saat pasti akan menjemput kita semua. Namun kebanyakan orang akan menganggap tabu membicarakan masalah kematian, dianggap kematian adalah sesuatu yang amat sangat menakutkan dan dibuang jauh-jauh dari pikiran.
 
Apabila kita bekerja mencari nafkah dari pagi hingga petang, dengan harapan kita kelak bisa menjadi orang kaya, namun apakah setelah sekian tahun kita bekerja kita akan menjadi kaya ? jawabannya belum pasti. Juga bagi  seorang pelajar  atau mahasiswa tiap hari dihabiskan waktu kita untuk belajar dengan harapan kelak bisa menjadi sarjana, namun setelah sekian tahun apakah tentu kita jadi sarjana ? jawabannya juga belum tentu. Namun apabila kita ditanya bahwa  apakah kelak kita akan mati,  kita akan menjawab bahwa itu pasti.
 
Adalah hal yang wajar kita takut akan datangnya kematian, entah karena seseorang begitu mencintai dunia ini, atau karena menganggap masih memiliki banyak dosa, tentunya sebisa mungkin orang akan berkelit dari datangnya kematian. Namun apapun usaha yang kita lakukan apabila Allah SWT sudah berkendak, maka tak ada satu apapun yang bisa menghalangi kehendak-Nya.
 
Sebaik-baiknya kita adalah bisa mempersiapkan bekal untuk datangnya kematian, walaupun kita tidak akan pernah tahu kapan datangnya, namun mempersiapkan sesuatu yang pasti bakal datang adalah jalan terbaik. Karena umur yang kita miliki, kita tidak akan pernah tahu kapan berakhirnya. Kadangkala kita suka berpikir dan bertindak seakan-akan umur adalah kita sendiri yang mengaturnya, seseorang apabila diingatkan untuk segera bertobat dari perbuatan maksiat kadang dia beralasan umur masih muda biarkanlah dipuaskan untuk bersenang-senang, kalau sudah tua baru akan bertobat.
 
Namun betapa banyak contoh disekeliling kita, teman-teman kita, handai tolan, tetangga, istri, suami dan anak-anak kita, yang beberapa waktu yang lalu masih bersama kita, namun pada saat ini mereka sudah dipanggil oleh Allah SWT. Banyak sebab mengapa mereka telah berpulang, entah karena sakit, kecelakaan, atau usia yang uzur, dan sebab-sebab yang sama sekali tidak pernah kita sangka. Begitu cepatnya maut merenggut tanpa kenal umur, jenis kelamin, status sosial dan etnis. Begitu banyak kejadian yang tiap hari kita saksikan di televisi, akan datangnya bencana alam, kecelakaan pesawat terbang dan korban ledakan bom. Dimana mereka dijemput maut oleh sebab-sebab yang tidak kita duga sebelumnya.
1.  Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu
2.  Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
3.  Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
4.  Dan janganlah begitu, kelak kamu akan Mengetahui.
5.  Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
6.  Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
7.  Dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin
8.  Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).
(QS-102- At-Takaatsur 1-8)
 
Lalu bekal apakah yang bisa kita bawa apabila kematian datang ? tentunya adalah amal sholeh dan ketaqwaan seorang hamba kepada Allah zat yang telah menciptakannya.
 
Namun begitu banyak manusia didunia ini dikarenakan sibuk mengejar harta duniawi, pangkat derajad dan ambisinya, seakan-akan melupakannya datangnya kematian. Dalam pikirannya umurnya masih begitu lama dan semua aktifitas yang dilakukannya hanya diperuntukkan untuk kenikmatan di dunia saja.  Tiap hari pikiran dan otaknya hanya dijejali target dan  ambisi untuk memuaskan nafsunya.
 
Padahal sebagai muslim hendaknya selalu mengingat datangnya kematian, sebagaimana Rasulullah SAW dalam sebuah hadits berpesan :
 “ Perbanyaklah mengingat penghancur berbagai kelezatan “ (Diriwayatkan oleh Tarmidzi: ia berkata hadits hasan, Nasa;i dan Ibnu Majah)
 
 
 Dari hadits Rasulullah diatas manfaat dari mengingat kematian bisa di simpulkan antara lain :
 

  1. Sebagai Pengendalian Diri
Banyak-banyak mengingat kematian, bukanlah berasumsi seorang muslim menjadi loyo dan malas menghadapi berbagai persoalan kehidupan, namun justru menjadi motivator untuk selalu ingat kepada penciptanya, selalu berbuat baik dalam kehidupan dunia dan mempersiapkan kehidupan yang kekal melalui ibadah yang setiap hari dilakukan secara istiqomah. Sehingga apabila dia berbuat yang dilarang Allah SWT, dengan mengingat datangnya ajal akan menjadikan dia terhentak dan sadar bahwa semua yang diperbuat akan  dipertanggung jawabkan di akherat kelak, tak ada sekecil apapun terhadap tingkah laku, ucapan bahkan pikiran yang lepas dari pandangan dan hitungan Allah.
 
Sebaliknya dengan sikap melupakan datangnya kematian akan menjadikan seorang menjadi sombong dan takabur, merasa bebas melakukan apapun, tindak-tanduk dan perkataannya hanya semata berdasarkan nafsu belaka.
 
Dalam sebuah riwayat Ar-Rabi' bin Kha Khaitsam menggali lubang kubur didalam rumahnya, hal ini dimaksudkan agar ia senantiasa ingat mati, pada saat malas ibadah atau akan melakukan perbuatan yang dilarang Allah. Segera ia sadar bahwa kelak ia akan ditempatkan di sebuah lobang yang terhimpit bumi, gelap, sesak pengap tanpa udara, sendirian, dan tubuh yang sangat dicintainya akan segera membusuk dimakan belatung dan cacing, menebarkan bau busuk kemudian menyatu dengan tanah dan hanya tertinggal tulang belulang yang berserakan.
 
  1. Sebagai Obat Mujarab.
Seperti kita maklum bersama, dalam kehidupan manusia senantiasa diliputi perasaan gembira dan duka. Adakalanya kita diberikan karunia dan rezeki yang melimpah membuat kita merasa senang. Namun sudah barang tentu datangnya kesusahan kehidupan seperti sempitnya rezeki, kenaikan biaya hidup, ditindas dan dihina orang lain atau karena cita-cita yang gagal dicapai membuat kita merasa menderita.  Tak jarang orang yang tipis imannya, kegagalan dan kesusahan dalam hidupnya menjadikan stress, putus asa, dan menganggap hidupnya sudah tidak berarti lagi. Banyak sekali kita saksikan  berita di koran maupun televisi, seseorang nekat mengakhiri hidupnya hanya lantaran persoalan sepele.
 
Dengan dzikrul maut membuat pikiran kita menjadi sumeleh , menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT. Toh harta, kedudukan, popularitas yang tiap hari dikejar mati-matian kelak akan ditinggalkan. Bahkan anak istri dan keluarga yang dicintai juga akan ditinggalkan.
Perasaan yang semula kalut, stress dan merasa dirinya hina, akan perlahan-lahan sirna dengan mengingat kelak semua ini akan kita tinggalkan. Tak ada yang dapat menjadi penolong selain amal sholeh dan ketaqwaannya.
 
Mengingat ajal juga merupakan obat mujarab untuk terhindar dari sifat iri dan dengki. Karena kadang orang lain memilki harta yang lebih banyak, prestasi kehidupan yang lebih baik, seringkali membuat seseorang merasa iri. Dengan merenung akan datangnya mati, maka kita akan menghilangkan sifat iri tersebut. Toh banyaknya harta si Fulan, dan kehebatan serta kepopuleran si Fulan, sama sekali tidak ada artinya apabila telah meninggal kelak. Uang yang banyak, mobil yang  bagus, rumah yang megah, pengikut yang banyak sama sekali tidak akan dibawa masuk liang lahat, kecuali hanya beberapa lembar kain kafan.
Wallahu a’lam bi ashshawab.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Nasehat Lainnya
Fokus menjadi Pribadi Bagus
Fokus menjadi Pribadi Bagus
25
Jika seorang manusia bisa memfokuskan atas apa yang dikerjakannya, maka pekerjaannya akan menghasilkan produk berkualitas. Bahkan, ia bisa melakukan banyak pekerjaan dengan hasil yang sama-sama berkualitas. Inilah kekuatan dari fokus.