Nasehat
Awas! SBS Ancam Pekerja Kantoran

Awas! SBS Ancam Pekerja Kantoran
Bekerja di dalam ruangan berkarpet, berdinding kaca serta full AC, memang terlihat menyenangkan. Udara di ruangan kantor yang sejuk pun, sepintas terlihat bersih dan menyegarkan. Tapi, ada bahaya yang mengintai!

Bekerja di kantoran sepertinya telah jadi impian sebagian orang. Tak perlu berkeringat dan berjibaku dengan sinar matahari yang terik menyengat. Polusi udara pun jauh dari kemungkinan untuk terhirup.
 
Bekerja di dalam ruangan berkarpet, berdinding kaca serta full AC, memang terlihat menyenangkan. Udara di ruangan kantor yang sejuk pun, sepintas terlihat bersih dan menyegarkan. Tapi, ada bahaya yang mengintai!
 
Sick Building Syndrome
Merupakan kondisi ketika para pekerja dalam suatu gedung mengalami penurunan kesehatan yang berkaitan dengan lamanya waktu berada di dalam gedung. Terutama bagi mereka yang bekerja selama 8 jam sehari atau lebih. Pada kasus yang ringan, keluhan ini akan menghilang ketika keluar dari gedung tersebut. Keluhan yang dialami biasanya menetap dalam waktu setidaknya selama dua minggu.
 
Ada pun keluhan yang paling sering dialami adalah sakit kepala, iritasi mata, badan cepat letih, perut terasa kembung, hidung berair, tenggorokan gatal, kesulitan berkonsentrasi, kulit terasa kering serta batuk kering yang tak kunjung sembuh. Sepintas kondisi ini dianggap sebagai keluhan akibat virus influensa belaka. Padahal, keluhan tersebut juga merupakan indikator dari Sick Building Syndrome (SBS).
 
Bila keluhan-keluhat tersebut tidak ditanggapi dengan serius, Sahabat perlu berhati-hati. Karena, untuk jangka pendek SBS bisa menyebabkan kerusakan sel-sel daya tahan tubuh sehingga Sahabat mudah terserang penyakit. Untuk jangka panjangnya, SBS dapat menimbulkan penyakit kanker atau jantung koroner akibat penumpukan antioksidan di dalam tubuh.
 
Penyebabnya
Berdasarkan riset yang dilakukan Institut Nasional Kesehatan dan Keselamatan Kerja (NIOSH) AS pada tahun 1997, sebanyak (52%) penyakit pernapasan yang terkait dengan SBS bersumber dari kurangnya ventilasi dalam gedung serta kinerja AC gedung yang buruk.
 
Perlu diketahui bahwa suhu AC di dalam gedung bertingkat biasanya terlalu dingin, yaitu berkisar antara 20-23 derajat celsius. Nah, rekayasa suhu udara inilah yang membuat bakteri-bakteri merugikan seperti Chlamydia, Escheriachia dan Legionella Spleluasa bergerilya di saluran pernapasan.
 
Sisanya, disebabkan pencemaran zat kimia yang ada di dalam gedung. Seperti mesin foto kopi, pengharum ruangan, larutan pembersih, atau bahan kain pelapis dinding.
 
Solusi
Jika memungkinkan, membuka pintu atau jendela di pagi hari untuk memberi udara segar masuk. Lalu, minimalkan penggunaan pengharum ruangan atau larutan pencuci karpet yang baunya cukup tajam.
 
Mintalah manajemen gedung untuk meningkatkan perawatan gedung sehingga karpet, perabot serta meja dan kursi di kantor tidak terlalu berdebu. Hindari pula menyalakan AC secara nonstop dan penyemprotan pewangi ruangan secara berlebihan.
 
Sesekali, istirahatkan AC agar kuman tidak keasyikan berkembang biak di tempat lembab ini. Mintalah kepada pengurus gedung agar membuka jendela lebar-lebar beberapa menit sebelum AC dinyalakan. Biarkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan, karena panasnya akan membunuh sebagian besar kuman.
 
Dan terakhir, pajanglah tanaman hias di sekitar ruangan serta meja kerja Sahabat. Sebab, tanaman hias dalam ruangan terbukti mampu menguraikan udara tercemar dalam gedung. Tanaman yang bisa dipilih di antaranya bonsai beringin (Ficus Menyamina), palem-paleman (Rhapis), jenis-jenis kaktus kecil (Cactus), atau tanaman lidah mertua (Sanseviera).

sumber foto : http://www.bintang.com






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Nasehat Lainnya
Merentas Generasi Berkualitas
Merentas Generasi Berkualitas
12
Faktor manusia menjadi sentral. Setinggi apa pun peradaban, pasti akan runtuh bila memiliki generasi yang lemah fisik dan fikirnya. Lemah iman maupun ilmunya.
Galeri
HAJJ

Ya Allah, Undang kami ke Baitullah-MU

Motret dari yang motret

motret orang yang lagi motret , karena banyak yang paka

Ditengah Kerumunan

Seorang anak dan bapaknya berdiri ditengah ribuan jamaa