Pendidikan Anak
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER BAKU DI PG & TK DAARUT TAUHIID

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER BAKU DI  PG & TK   DAARUT TAUHIID
Tahapan-tahapan penerapan pendidikan karakter BAKU Play Group & Taman Kanak-kanak Daarut Tauhiid

Thomas lickona menjaelaskan bahwa karakter terdiri atas tiga bagian yang saling terkait yaitu pengetahuan tentang moral(moral knowing), perasaan tentang moral (moral feeling) dan perilaku bermoral (moral behaviour).Artinya manusia yang berkarakter adalah individu yang mengetahui tentang kebaikan (knowing the good), menginginkan dan mencintai kebaikan (loving the good) dan melakukan kebaikan (acting the good). Adapun Tahapan-tahapan penerapan pendidikan karakter BAKU PG & TK Daarut Tauhiid
 

  1. Perencanaan:
Perencanaan pendidikan karakter BAKU dikembangkan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
  1. Mengenalkan dan memahami anak seutuhnya sesuai dengan tahap perkembangan dan karakteristiknya.
  2.   Nilai-nilai pendidikan karakter diterapkan menyatu dengan kegiatan inti proses belajar mengajar yang dilakukan dengan cara:
    1. Memilih nilai-nilai karakter yang sesuai dengan tema dan judul kegiatan pembelajaran.
    2. Menentukan indikator perkembangan nilai-nilai karakter, sesuai dengan tahap perkembangan anak.
    3. Menentukan jenis dan tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan.
  1. Pelaksanaan
Pelaksanaan nilai-nilai karakter BAKU bagi anak usia dini dilakukan melalui kegiatan yang terprogram dan pembiasaan.
  1. Kegiatanterprogram antara lain:
    1. Menggali pemahaman anak untuk tiap-tiap nilai karakter. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui bercerita dan dialog yang dipandu oleh guru.
    2. Membangun penghayatan anak dengan melibatkan emosinya untuk menyadari pentingnya menerapkan nilai karakter. Proses ini dibangun juga melalui pertanyaan terbuka atau melalui pengamatan terhadap situasi dan kondisi yang ada di sekitar anak.
    3. Mengajak anak untuk bersama-sama melakukan nilai-nilai karakter yang diceritakan.
    4. Ketercapaian tahapan perkembangan anak didik. Dalam hal ini anak diminta untuk menceritakan kegiatan dan perasaannya setelah melakukan kegiatan. Guru dapat memberikan penguatan dan pujian serta sentuhan kasih sayang terhadap apa yang direfleksikan anak, misalnya dengan mengatakan, “Terimakasih, sudah bertanggung jawab untuk menyiram tanaman.”
  2. Kegiatan pembiasaan dilakukan melalui:
    1. Kegiatan rutin lembaga TK, yaitu kegiatan yang dilakukan di lembaga TKsecara terus-menerus dan konsisten setiap saat. Seperti memberi salam saat berjumpa.
    2. Kegiatan spontan, yaitu  kegiatan yang dilakukan secara langsung atau spontan pada saat itu juga, biasanya dilakukan pada saat guru mengetahui adanya perbuatan yang tidak baik/buruk sehingga perlu dikoreksi dan pemberian apresiasi (penghargaan, pujian) terhadap nilai karakter yang diterapkan oleh anak. Seperti mengucapkan terimakasih.
    3. Keteladanan, yaitu kegiatan yang dapat ditiru dan dijadikan panutan. Dalam hal ini guru menunjukkan perilaku konsisten dalam mewujudkan nilai karakter, yang dapat diamati oleh anak dalam kegiatan sehari-hari baik berada di dalam  atau di luar lembaga TK. Seperti guru datang tepat pada waktunya.
    4. Pengkondisian, yaitu situasi dan kondisi lembaga TK sebagai pendukung kegiatan pendidikan karakter.  Seperti dengan pemeliharaan toilet yang bersih.
    5. Budaya lembaga TK, mencakup suasana kehidupan di lembaga TK yang mencerminkan komunikasi yang efektif dan produktif  yang mengarah  pada perbuatan baik dan interaksi sesamanya dengan sopan dan santun, kebersamaan dan penuh semangat dalam melakukan  kegiatan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Selain dengan dua cara penerapan pendidikan karakter di atas juga terdapat cara lain yang dapat dilakukan guru dengan melibatkan orang tua melalui kegiatan parenting, seperti dengan menyampaikan kepada orang tua tentang nilai-nilai karakter yang sedang ditanamkan di lembaga TK kepada peserta didik, agar nilai-nilai tersebut juga dapat diterapkan dan dibiasakan di lingkunagan keluarga.
Penerapan pendidikan karakter BAKU memperhatikan juga adanya beberapa elemen pendukung antara lain berupa:
  1. Buku acuan pendukung seperti buku-buku cerita bermuatan karakter, buku biografi berisi nilai karakter, dan nilai karakter, dan lain-lain yang merupakan media belajar bagi penanaman pengetahuan dan perasaan tentang kebaikan.
  2. Media bercerita berupa boneka tangan, micro-play dan alat permainan edukatif yang bisa dijadikan media pembentukan nilai karakter.
  3. Media belajar berupa media belajar yang tersedia di lingkungan lembaga TK dan dapat mendukung pendidikan karakter.
 Penerapan Karakter Baku di TK Daarut Tauhiid
BAIK :
  • Ikhlas
  • Jujur
  • Tawadhu
 KUAT :
  • Disiplin
  • Berani
  • Tangguh
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Pendidikan Anak Lainnya
KESEHATAN DAN GIZI ANAK
KESEHATAN DAN GIZI ANAK
23
Gizi yang baik akan bermanfaat terhadap tingkat kecerdasan anak. Karena memang hubungan gizi nutrisi terhadap kesehatan dan kecerdasan anak adalah berkaitan erat dalam hal ini