Profil Program
Menelaah Zakat dan Pajak

Menelaah Zakat dan Pajak
Pajak sebagai warga negara tetap ditunaikan. Pun zakat sebagai seorang muslim juga wajib dikeluarkan.

Kita tinggal di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Ada pun aturan yang diterapkan di negara ini sekalipun mayoritas beragama Islam, tidak menganut hukum Islam. Implikasinya kita sebagai warga negara memiliki dua kewajiban. Satu, kewajiban sebagai warga negara. Kedua, kewajiban sebagai seorang muslim.
 
Berkaitan kewajiban sebagai seorang warga negara adalah membayar pajak yang peruntukannya diatur oleh negara. Kalau pajak ini tidak dibayar, hal-hal berkaitan pembangunan, sarana dan prasarana, gaji PNS dan sebagainya, tidak mungkin bisa terpenuhi. Jadi, kita sebagai warga negara yang baik harus mengikuti ketentuan yang diatur oleh negara. Artinya, kita mengeluarkan atau membayar pajak.
 
Lalu, kita sebagai seorang muslim juga memiliki kewajiban menunaikan zakat. Khususnya bagi kita yang sudah memenuhi syarat wajib zakat. Di antaranya adalah harta yang dimiliki sudah mencapai nishab (batas minimal kekayaan wajib zakat), hartanya berkembang, dimiliki sepenuhnya, dan lain-lain.
 
Ketika kita merasa harta yang dimiliki sudah memenuhi syarat, maka zakat menjadi wajib dikeluarkan. Ini karena manfaatnya bukan sekadar untuk pribadi, tetapi zakat pun punya manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Selain habluminallah (hubungan dengan Allah), zakat merupakan ibadah habluminannas (hubungan dengan manusia).
 
Jadi, keterkaitan pajak dan zakat, kita sebagai muslim dan juga sebagai warga negara Indonesia jangan melupakan salah satu kewajiban tersebut. Artinya, pajak sebagai warga negara tetap ditunaikan. Pun zakat sebagai seorang muslim juga wajib dikeluarkan.
 
Apalagi menurut penelitian, potensi zakat di Indonesia mencapai 217 triliun per tahun. Sangat luar biasa kalau semua wajib zakat mengeluarkannya. Kemudian dikelola oleh lembaga amil zakat yang amanah dan profesional. Bukan sebuah mimpi bila permasalahan kemiskinan di Indonesia dapat segera teratasi.
 
Terbayang jika potensi zakat 217 triliun itu dikelola dengan baik oleh lembaga amil zakat seperti Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid. Selain itu, ditambah dengan dana pajak, maka negara kita akan menjadi negara maju dan sejahtera dari sisi ekonomi karena ditopang dari dua sumber dana, pajak dan zakat.
 
Kita berharap di masa mendatang dampak zakat maupun pajak semakin terlihat di negara ini. Dan semoga DPU Daarut Tauhiid menjadi lembaga amil yang dipilih sebagai pengelola dana zakat tersebut.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Profil Program Lainnya
Usia Lanjut, Laki-Laki Ini Wakafkan Keahliannya
Usia Lanjut, Laki-Laki Ini Wakafkan Keahliannya
14
“Usianya sudah lebih dari 70, sudah sepuh tapi masih segar. Cuman kacamatanya saja sudah tebel. Tapi semangatnya untuk berwakaf luar biasa. Salut saya sama beliau,” kenang Agus Kurniawan, Wakil Direktur Daarut Tauhiid beberapa waktu lalu.
Galeri
DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar

Antri Toilet

Jamaah rapi berbaris antri untuk menggunakan toilet por