Profil Program
Usia Lanjut, Laki-Laki Ini Wakafkan Keahliannya

Usia Lanjut, Laki-Laki Ini Wakafkan Keahliannya
“Usianya sudah lebih dari 70, sudah sepuh tapi masih segar. Cuman kacamatanya saja sudah tebel. Tapi semangatnya untuk berwakaf luar biasa. Salut saya sama beliau,” kenang Agus Kurniawan, Wakil Direktur Daarut Tauhiid beberapa waktu lalu.

Memiliki segala keterbatasan rupanya tak menghalangi niat bapak yang satu ini untuk terus beramal. Di usianya yang sudah tak muda lagi, Sobana masih punya cara agar waktu yang dimiliknya bermanfaat untuk umat.

Usianya telah menginjak kepala tujuh namun semangatnya  masih membara. Disaat kebanyakan orang seusianya beristirahat di rumah dan menikmati masa tuanya yang indah, Sobana lebih memilih untuk mewakafkan keahliannya untuk pembangunan Masjid Daarut Tauhiid.

“Usianya sudah lebih dari 70, sudah sepuh tapi masih segar. Cuman kacamatanya saja sudah tebel. Tapi semangatnya untuk berwakaf luar biasa. Salut saya sama beliau,” kenang Agus Kurniawan, Wakil Direktur Daarut Tauhiid beberapa waktu lalu.

Menurut Agus, Sobana tak hanya mewakafkan keahliannya di Masjid Daarut Tauhiid tetapi juga di masjid-masjid dekat rumahnya. Keputusannya tersebut rupaya sangat didukung oleh istri dan keempat anaknya. Sobana menilai, dengan usianya  yang semakin tua, sudah saatnya Ia memikirkan bekal di akhirat kelak.

Dari sekian banyak orang yang berniat mewakafkan keahliannnya, Sobana adalah satu-satunya orang yang berusia lanjut. Berbekal pengalaman dan  kemampuannya di bidang perencanaan, Sobana mantap mewakafkan keahliannnya tersebut. Uang transport dan uang makan yang telah menjadi hak nya pun turut diwakafkannya.

“Pak Sobana tidak mau setengah-setengah. Beliau kerjanya full dan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Hak nya pun turut diwakafkan, “ tutur Agus.
Walau saat ini Sobana mewakafkan keahliannya total di pembangunan Masjid Daarut Tauhiid, Sobana masih melaksanakan kewajibannya sebagai suami dan ayah. Setelah full berkhidmat di Daarut Tauhiid, Sobana masih mengambil pekerjaan untuk menafkahi keluarganya. Setiap akhir pekan, Sobana selalu menyempatkan untuk berkumpul bersama keluarga tercinta.

“Beliau berkhidmat full sebulan di Daarut Tauhiid dan bulan selanjutnya beliau bekerja untuk menafkahi keluarganya, sebulan kemudian berkhidmat lagi dan begitu seterusnya,” tambah Agus.

Saat ini Wakaf Daarut Tauhiid memfasilitasi masyarakat yang ingin berwakaf dengan berbagai kemampuan yang dimiliki. Bisa dengan uang tunai, bahan bangunan, perlengkapan masjid, dan keahlian. Dengan demikian, setiap orang berkesempatan memiliki rumah di surga dengan cara dan kemampuannya masing-masing.

Bagi siapa pun yang hendak mengalokasikan sebagian rezeki untuk berwakaf Masjid Daarut Tauhiid, dapat disalurkan melalui transfer ke Mandiri Syariah 7766776633 a.n Yayasan Daarut Tauhiid. Bisa juga menggunakan fasilitas Jemput Wakaf dengan menghubungi 085-200-123-123 atau 022-2006655. Jika hendak bersilaturahim langsung, bisa ke kantor Wakaf DT di lantai 2 SMM DT, Gegerkalong Girang No. 6 Bandung. 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Profil Program Lainnya
Dari Zakat ke Beasiswa Dhuafa
Dari Zakat ke Beasiswa Dhuafa
14
Selain mengikuti program pendidikan secara formal, para santri juga diajarkan dan dilatih karakter Baik & Kuat (BAKU). Hal ini penting diajarkan agar mereka di masa depan, tak hanya cerdas dari sisi IQ, tapi juga cerdas secara spiritual.
Galeri
Lempar Jumroh

Ust. Abdul Wahab sedang memperagakan Lempar Jumroh kepa

DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar