Profil Program
Dari Zakat ke Beasiswa Dhuafa

Dari Zakat ke Beasiswa Dhuafa
Selain mengikuti program pendidikan secara formal, para santri juga diajarkan dan dilatih karakter Baik & Kuat (BAKU). Hal ini penting diajarkan agar mereka di masa depan, tak hanya cerdas dari sisi IQ, tapi juga cerdas secara spiritual.

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, baik muslimin maupun muslimah.” (HR. Ibnu Majah). Mengacu pada hadis ini, setiap muslim berhak memperoleh pendidikan semaksimal mungkin. Apalagi hakikat pendidikan itu memberikan kita pengetahuan tentang bersikap, bertutur kata, dan mempelajari perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini kemudian dapat membuat seseorang lebih mengenal dan dekat Allah, serta bermanfaat untuk umat.
 
Saat ini, banyak orang salah kaprah dalam menilai pendidikan. Pendidikan menjadi ajang mencari nafkah uang atau materi. Pendidikan pun jadi cara agar mendapatkan pekerjaan yang layak. Bahkan tak sedikit pula yang menempuh jalur yang tidak benar, seperti sogok-menyogok dan nepotisme. Padahal tujuan pendidikan tidak seperti itu.
 
Menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi, tidak hanya bagi orang kaya. Semua orang berhak mengenyam pendidikan, tak terkecuali kaum yatim dan dhuafa. Sehubungan itu, Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid memiliki program Beasiswa-Ku untuk anak-anak dhuafa.
 
Dalam hal ini, program beasiswa di DPU Daarut Tauhiid ada berbagai macam dan tingkatan. Mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Termasuk pendidikan informal seperti pelatihan Satguna (Santri Penanggulangan Bencana), Cleaning Service, Baby Sitter, dan pelatihan-pelatihan lainnya.
 
Selain mengikuti program pendidikan secara formal, para santri juga diajarkan dan dilatih karakter Baik & Kuat (BAKU). Hal ini penting diajarkan agar mereka di masa depan, tak hanya cerdas dari sisi IQ, tapi juga cerdas secara spiritual.
 
Khusus pengembangan pendidikan, para santri ditekankan pada penguatan hafalan al-Quran, pembentukan karakter BAKU, dan membangun jiwa kepemimpinan. Harapannya dapat terwujud generasi harapan, yaitu siswa/santri yang memiliki kekuatan tauhid, akhlakul karimah, dan berprestasi sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber pada Quran dan Sunnah.
 
Terwujudnya harapan dan cita-cita tersebut, tentunya tidak terlepas dari peran donatur yang menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekahnya melalui DPU Daarut Tauhiid. Semoga donasi yang disalurkan dalam bentuk program pendidikan itu, pahalanya dapat mengalir terus sebagai sedekah jariyyah hingga hari akhir. Sebagaimana hadis Rasulullah saw, “Jika seseorang manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang senantiasa mendoakannya.” (HR. Muslim). [ↄ]






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Profil Program Lainnya
Usia Lanjut, Laki-Laki Ini Wakafkan Keahliannya
Usia Lanjut, Laki-Laki Ini Wakafkan Keahliannya
14
“Usianya sudah lebih dari 70, sudah sepuh tapi masih segar. Cuman kacamatanya saja sudah tebel. Tapi semangatnya untuk berwakaf luar biasa. Salut saya sama beliau,” kenang Agus Kurniawan, Wakil Direktur Daarut Tauhiid beberapa waktu lalu.