<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss"
	>
<channel>
<title>Pesantren Daarut Tauhiid | Artikel</title>
<atom:link href="http://www.daaruttauhiid.org/artikel/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/rss</link>
<description>[25 Artikel terbaru Pesantren Daarut Tauhiid]</description>
<copyright>Copyright by Pesantren Daarut Tauhiid! - All rights reserved.</copyright>
<language>id</language>

			<item>
			  <title>Indonesia untuk Palestina melalui MER-C</title>
			  <link>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/37/artikel-37.html</link>
			  <comments>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/37/artikel-37.html</comments>
   			  <pubDate>Fri, 18 Nov 2011 09:07:54 +0700</pubDate>
			  <author>Pesantren Daarut Tauhiid - Sekretariat Yayasan Pesantren Daarut Tauhiid Bandung</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/37/artikel-37.html</guid>
			  <description>Metrotvnews.com, Gaza: Pembangunan rumah sakit bantuan oleh Indonesia di Gaza menandakan bahwa Indonesia ikut berjuang membantu Palestina membebaskan diri dari blokade Israel.Hal itu ditegaskan Perdana Menteri Palestina untuk Gaza Ismail Haniah, Kamis (17/11), dalam pertemuan dengan tim MER-C dan insinyur Indonesia yang dalam setahun membangun rumah sakit di Gaza Utara.Selain membangun rumah sakit, Haniah juga berharap Indonesia membuat program lain untuk masyarakat Gaza. Dalam pertemuan itu, Haniah juga memperlihatkan gambar dan kemajuan pembangunan RS yang saat ini sudah mencapai 53 persen.Ismail Haniah juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah membangun rumah sakit trauma untuk korban konflik di Gaza akibat serangan Israel.Sementara itu, Ketua tim MER-C, Faried Thalib mengatakan, pembangunan RS Indonesia diperkirakan akan selesai akhir tahun 2012. Bantuan RS itu merupakan bentuk dari rasa persaudaraan rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina,  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <div>
Metrotvnews.com, Gaza: Pembangunan rumah sakit bantuan oleh Indonesia di Gaza menandakan bahwa Indonesia ikut berjuang membantu Palestina membebaskan diri dari blokade Israel.
</div>
<div>
<br />
</div>
<div>
Hal itu ditegaskan Perdana Menteri Palestina untuk Gaza Ismail Haniah, Kamis (17/11), dalam pertemuan dengan tim MER-C dan insinyur Indonesia yang dalam setahun membangun rumah sakit di Gaza Utara.
</div>
<div>
<br />
</div>
<div>
Selain membangun rumah sakit, Haniah juga berharap Indonesia membuat program lain untuk masyarakat Gaza. Dalam pertemuan itu, Haniah juga memperlihatkan gambar dan kemajuan pembangunan RS yang saat ini sudah mencapai 53 persen.
</div>
<div>
<br />
</div>
<div>
Ismail Haniah juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah membangun rumah sakit trauma untuk korban konflik di Gaza akibat serangan Israel.
</div>
<div>
<br />
</div>
<div>
Sementara itu, Ketua tim MER-C, Faried Thalib mengatakan, pembangunan RS Indonesia diperkirakan akan selesai akhir tahun 2012. Bantuan RS itu merupakan bentuk dari rasa persaudaraan rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, khususnya Gaza. (*)
</div>
 ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Adiwarman Karim : 2012 Bank Syariah Semakin Berkembang Pesat</title>
			  <link>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/36/artikel-36.html</link>
			  <comments>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/36/artikel-36.html</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 Nov 2011 20:22:14 +0700</pubDate>
			  <author>Pesantren Daarut Tauhiid - Sekretariat Pesantren Daarut Tauhiid</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/36/artikel-36.html</guid>
			  <description>Islamedia – Di penghujung tahun ini, perbankan syariah tanah air mulai terpolarisasi. Hal ini terlihat dengan adanya spesialisasi dari segi pendanaan maupun pembiayaan dari bank-bank syariah tersebut.Pengamat Ekonomi Syariah, Adiwarman A. Karim mengatakan bank-bank syariah saat ini tidak sekedar sama dalam hal syariah, tetapi sudah mulai mengambil spesialisasi-spesisasi tertentu.“BNI Syariah misalnya, ia sangat kuat di konsumer. Tabungan dan gironya mencapai 50 persen dari total DPK. Sedangkan BCA Syariah, saya lihat sangat kuat di mikro dan UMKM, karena mudharabah dan musyarakahnya hampir 40 persen,” ujarnya.Adiwarman memprediksikan spesialisasi yang dilakukan bank-bank syariah pada tahun 2012 akan lebih berkembang dan bisa menjadi karakter dari bank syariah tersebut.“Spesialisasi tersebut akan menjadi karakter bank syariah itu sendiri. Sehingga mereka (bank syariah) dapat melayani segmen tertentu dengan lebih baik,” jelasnya.Selain itu Adiwarman juga memperkirakan  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Islamedia &ndash; Di penghujung tahun ini, perbankan syariah tanah air mulai terpolarisasi. Hal ini terlihat dengan adanya spesialisasi dari segi pendanaan maupun pembiayaan dari bank-bank syariah tersebut.<br />
 Pengamat Ekonomi Syariah, Adiwarman A. Karim mengatakan bank-bank syariah saat ini tidak sekedar sama dalam hal syariah, tetapi sudah mulai mengambil spesialisasi-spesisasi tertentu.<br />
<br />
<br />
&ldquo;BNI Syariah misalnya, ia sangat kuat di konsumer. Tabungan dan gironya mencapai 50 persen dari total DPK. Sedangkan BCA Syariah, saya lihat sangat kuat di mikro dan UMKM, karena mudharabah dan musyarakahnya hampir 40 persen,&rdquo; ujarnya.<br />
Adiwarman memprediksikan spesialisasi yang dilakukan bank-bank syariah pada tahun 2012 akan lebih berkembang dan bisa menjadi karakter dari bank syariah tersebut.<br />
<br />
&ldquo;Spesialisasi tersebut akan menjadi karakter bank syariah itu sendiri. Sehingga mereka (bank syariah) dapat melayani segmen tertentu dengan lebih baik,&rdquo; jelasnya.<br />
<br />
Selain itu Adiwarman juga memperkirakan pada tahun 2012, akan perluasan outlet yang signifikan. Perluasan tersebut bisa dengan pembukaan cabang baru maupun dengan office chaneling.<br />
<br />
&ldquo; Ada fenomena baru di 2012. Jadi cabang yang didirikan sebenarnya bukan cabang baru sebenarnya. Tetapi ada peningkatan status, dari kantor kas menjadi kantor cabang pembantu. Dari cabang pembantu manjadi kantor cabang,&rdquo; tandasnya.[pkestinteraktif/ul]
 ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Zionis-Israel Larang Adzan di Masjid Ibrahimi</title>
			  <link>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/35/artikel-35.html</link>
			  <comments>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/35/artikel-35.html</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 Nov 2011 20:10:22 +0700</pubDate>
			  <author>Pesantren Daarut Tauhiid - Sekretariat Pesantren Daarut Tauhiid</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/35/artikel-35.html</guid>
			  <description>Hidayatullah.com–Direktur Urusan Wakaf Hebron Tepi Barat, Zaid Ja’bari, menyebutkan bahwa otoritas Zionis-Israel menyampaikan penutupan Masjid Ibrahimi selama dua hari, Jumat dan Sabtu depan dengan alasan memberikan keluasan bagi pemukim yahudi untuk merayakan salah satu hari besar mereka.Dalam keterangan khusus kepada Quds Press, Ja’bari menjelaskan bahwa putusan penutupan Masjid Ibrahimi dan areanya bagi kaum Muslimin serta larangan adzan dari mulai jam 4 sore hari Jumat sampai jam 9 Sabtu malam.Menurut Ja’bari, para pemukim Yahudi melakukan ritual di seluruh pelosok Masjid Ibrahimi dalam dua hari kedepan. Aktifitas warga Palestina di masjid dan kota tua menjadi lumpuh akibat prosedur ketat yang diberlakukan Zionis-Zionis-Israel.Dikutip Info Palestina, Direktur Wakaf Hebron menegaskan bahwa Masjid Ibrahimi adalah murni milik kaum muslimin, tidak ada kaitannya dengan non muslim, apa yang dilakukan Zionis-Israel menggunakan kekuatan senjata adalah upaya untuk menegaskan eksis [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Hidayatullah.com&ndash;Direktur Urusan Wakaf Hebron Tepi Barat, Zaid Ja&rsquo;bari, menyebutkan bahwa otoritas Zionis-Israel menyampaikan penutupan Masjid Ibrahimi selama dua hari, Jumat dan Sabtu depan dengan alasan memberikan keluasan bagi pemukim yahudi untuk merayakan salah satu hari besar mereka.<br />
<br />
Dalam keterangan khusus kepada Quds Press, Ja&rsquo;bari menjelaskan bahwa putusan penutupan Masjid Ibrahimi dan areanya bagi kaum Muslimin serta larangan adzan dari mulai jam 4 sore hari Jumat sampai jam 9 Sabtu malam.<br />
Menurut Ja&rsquo;bari, para pemukim Yahudi melakukan ritual di seluruh pelosok Masjid Ibrahimi dalam dua hari kedepan. Aktifitas warga Palestina di masjid dan kota tua menjadi lumpuh akibat prosedur ketat yang diberlakukan Zionis-Zionis-Israel.<br />
<br />
Dikutip Info Palestina, Direktur Wakaf Hebron menegaskan bahwa Masjid Ibrahimi adalah murni milik kaum muslimin, tidak ada kaitannya dengan non muslim, apa yang dilakukan Zionis-Israel menggunakan kekuatan senjata adalah upaya untuk menegaskan eksistensi mereka secara de facto.<br />
<br />
Zionis-Israel melarang kaum Muslimin mengumandangkan adzan dan menunaikan shalat di Masjid Ibrahimi sepuluh hari dalam setahun dengan dalih memberikan kesempatan bagi pemukim yahudi untuk melakukan ritual keagamaan mereka.<br />
<br />
Sebelum ini, sekelompok pemukim Zionis berusaha untuk membakar sebuah masjid di utara Tepi Barat dan menyebabkan kerusakan di bagian dalam bangunan masjid. Penyerang menyalakan api pada sejumlah ban yang sengaja mereka simpan di dalam masjid di desa al-Mughayyir, sekitar 20 kilometer (12 mil) timur laut Ramallah, dan merusak sajadah.<br />
<br />
Mereka pun mencoret-coret dinding mesjid dengan cat semprot bertuliskan &ldquo;Alei Ayin&rdquo;, nama salah satu wilayah permukiman. Selain itu mereka pun menulis sejumlah slogan anti-Barat lainnya.<br />
<br />
Pemukiman baru<br />
<br />
Sementara itu, pemerintah Zionis-Israel hari Selasa mengatakan berencana membuka tawaran untuk pembangunan lebih dari 800 rumah baru di Yerusalem Timur.<br />
<br />
Jurubicara Departemen Perumahan Ariel Rosenberg mengatakan tender untuk membangun rumah-rumah baru di permukiman Har Homa dan Pisgat Zeev itu diperkirakan keluar dalam beberapa minggu mendatang.<br />
<br />
Keputusan mempercepat pembangunan pemukiman ini dilakukan setelah Palestina mendapat keanggotaan penuh bulan lalu dalam badan kebudayaan PBB, UNESCO, sebagai bagian dari upaya mereka menjadi negara merdeka.<br />
<br />
Zionis-Israel juga mengatakan akan terus menahan uang pajak senilai sekitar 100 juta dollar milik Otorita Palestina.*<br />
<br />
<br />
 Red: Cholis Akbar
 ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>ACIS PERKUAT KEISLAMAN DI INDONESIA</title>
			  <link>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/34/artikel-34.html</link>
			  <comments>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/34/artikel-34.html</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 Nov 2011 20:07:55 +0700</pubDate>
			  <author>Pesantren Daarut Tauhiid - Sekretariat Pesantren Daarut Tauhiid</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/34/artikel-34.html</guid>
			  <description>REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Forum pertemuan Annual Conference Islamic Studies (ACIS) telah memasuki penyelenggaraan ke-11. Banyak hal telah dicapai terutama dalam pengembangan kajian dan studi keislaman. Ke depan, ACIS diarahkan untuk terus berperan dalam membangun umat dan bangsa.Guru Besar dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr Akh Minhadji mengaku gembira dengan kemajuan studi keislaman di sejumlah perguruan tinggi Islam. Ia bahkan menyebut apa yang sudah berjalan mampu mencerminkan harapan tadi.Salah satu yang patut diapresiasi, sambung dia, yakni para sarjana semakin gencar melakukan penelitian lapangan terkait kondisi umat Islam di Indonesia. Ini merupakan perubahan yang menarik, mengingat sebelumnya penelitian lebih tertuju ke arah kajian teks, norma, atau nilai.Namun kini berbeda, realita masyarakatlah yang dibidik. Warna dan konteks studi Islam pun kian beragam serta luas. Ketika berbicara masyarakat Islam Indonesia,  sambung  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA &mdash; Forum pertemuan Annual Conference Islamic Studies (ACIS) telah memasuki penyelenggaraan ke-11. Banyak hal telah dicapai terutama dalam pengembangan kajian dan studi keislaman. Ke depan, ACIS diarahkan untuk terus berperan dalam membangun umat dan bangsa.<br />
<br />
Guru Besar dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr Akh Minhadji mengaku gembira dengan kemajuan studi keislaman di sejumlah perguruan tinggi Islam. Ia bahkan menyebut apa yang sudah berjalan mampu mencerminkan harapan tadi.<br />
Salah satu yang patut diapresiasi, sambung dia, yakni para sarjana semakin gencar melakukan penelitian lapangan terkait kondisi umat Islam di Indonesia. Ini merupakan perubahan yang menarik, mengingat sebelumnya penelitian lebih tertuju ke arah kajian teks, norma, atau nilai.<br />
<br />
Namun kini berbeda, realita masyarakatlah yang dibidik. Warna dan konteks studi Islam pun kian beragam serta luas. Ketika berbicara masyarakat Islam Indonesia,  sambung dia, maka tidak bisa lepas dari tradisi yang ada pada tiap komunitas.<br />
<br />
&lsquo;&rsquo;Bagaimana kaitannya dengan Islam, inilah yang jadi obyek penelitian tadi,&rsquo;&rsquo; tandas Minhadji, beberapa waktu lalu. Sejumlah penelitian lantas dipaparkan selama forum ACIS  ke-11 di Pangkal Pinang.<br />
<br />
Dari pandangannya, hasil riset tersebut sangat penting guna memberikan gambaran menyangkut relasi antara tradisi lokal dan ajaran Islam. Menurut Minhadji yang pada pertemuan ACIS kali ini bertindak selaku /convener/ (pengampu ahli), tidak mungkin berislam tanpa mengakomodir realitas, dalam hal ini tradisi tadi.<br />
Redaktur: Ismail Lazarde<br />
Reporter: Yusuf Assidiq
 ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>ISLAM : Agama yang Berkembang paling pesat di Eropa</title>
			  <link>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/33/artikel-33.html</link>
			  <comments>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/33/artikel-33.html</comments>
   			  <pubDate>Tue, 10 May 2011 13:22:47 +0700</pubDate>
			  <author>Pesantren Daarut Tauhiid - Sekretariat Yayasan Daarut Tauhiid</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/33/artikel-33.html</guid>
			  <description>Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur`an, kewajiban apakah  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <div align="justify">
Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur`an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa &quot;serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia&quot;, dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.<br />
</div>
<br />
<div align="justify">
Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini, yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. Perkembangan ini, yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu, sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia. Di belahan dunia Islam lainnya, Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis, laporan, dan tulisan seputar &quot;kedudukan kaum Muslim di Eropa&quot; dan &quot;dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim.&quot; Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini, media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim. Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi. Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi. Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul &quot;Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa&quot; membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis. Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah, terutama pasca peristiwa serangan 11 September. Misalnya, jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja.<br />
</div>
<div align="justify">
<br />
<strong>Gereja Katolik dan Perkembangan Islam</strong><br />
<br />
</div>
<div align="justify">
Gereja Katolik Roma, yang berpusat di kota Vatican, adalah salah satu lembaga yang mengikuti fenomena tentang kecenderungan perpindahan agama. Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan bulan Oktober 1999 muktamar gereja Eropa, yang dihadiri oleh hampir seluruh pendeta Katolik, adalah kedudukan Gereja di milenium baru. Tema utama konferensi tersebut adalah tentang pertumbuhan pesat agama Islam di Eropa. The National Catholic Reporter melaporkan sejumlah orang garis keras menyatakan bahwa satu-satunya cara mencegah kaum Muslim mendapatkan kekuatan di Eropa adalah dengan berhenti bertoleransi terhadap Islam dan umat Islam; kalangan lain yang lebih objektif dan rasional menekankan kenyataan bahwa oleh karena kedua agama percaya pada satu Tuhan, sepatutnya tidak ada celah bagi perselisihan ataupun persengketaan di antara keduanya. Dalam satu sesi, Uskup Besar Karl Lehmann dari Jerman menegaskan bahwa terdapat lebih banyak kemajemukan internal dalam Islam daripada yang diketahui oleh banyak umat Nasrani, dan pernyataan-pernyataan radikal seputar Islam sesungguhnya tidak memiliki dasar. (1)<br />
</div>
<br />
<div align="justify">
Mempertimbangkan kedudukan kaum Muslim di saat menjelaskan kedudukan Gereja di milenium baru sangatlah tepat, mengingat pendataan tahun 1999 oleh PBB menunjukkan bahwa antara tahun 1989 dan 1998, jumlah penduduk Muslim Eropa meningkat lebih dari 100 persen. Dilaporkan bahwa terdapat sekitar 13 juta umat Muslim tinggal di Eropa saat ini: 3,2 juta di Jerman, 2 juta di Inggris, 4-5 juta di Prancis, dan selebihnya tersebar di bagian Eropa lainnya, terutama di Balkan. Angka ini mewakili lebih dari 2% dari keseluruhan jumlah penduduk Eropa. (2)<br />
</div>
<div align="justify">
<br />
</div>
<strong>Kesadaran Beragama di Kalangan Muslim Meningkat di Eropa</strong><br />
<br />
<div align="justify">
Penelitian terkait juga mengungkap bahwa seiring dengan terus meningkatnya jumlah Muslim di Eropa, terdapat kesadaran yang semakin besar dalam menjalankan agama di kalangan para mahasiswa. Menurut survei yang dilakukan oleh surat kabar Prancis Le Monde di bulan Oktober 2001, dibandingkan data yang dikumpulkan di tahun 1994, banyak kaum Muslims terus melaksanakan sholat, pergi ke mesjid, dan berpuasa. Kesadaran ini terlihat lebih menonjol di kalangan mahasiswa universitas.(3)<br />
</div>
<br />
<div align="justify">
Dalam sebuah laporan yang didasarkan pada media masa asing di tahun 1999, majalah Turki Akt&uuml;el menyatakan, para peneliti Barat memperkirakan dalam 50 tahun ke depan Eropa akan menjadi salah satu pusat utama perkembangan Islam.<br />
</div>
<br />
<strong>Islam adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Eropa</strong><br />
<br />
<div align="justify">
Bersamaan dengan kajian sosiologis dan demografis ini, kita juga tidak boleh melupakan bahwa Eropa tidak bersentuhan dengan Islam hanya baru-baru ini saja, akan tetapi Islam sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Eropa.<br />
</div>
<br />
<div align="justify">
Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389) memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu. Kini banyak pakar sejarah dan sosiologi menegaskan bahwa Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.<br />
</div>
<strong><br />
Bersatu pada Pijakan Bersama: &quot;Monoteisme&quot;</strong><br />
<div align="justify">
<br />
Perkembangan Islam juga tercerminkan dalam perkembangan dialog antar-agama baru-baru ini. Dialog-dialog ini berawal dengan pernyataan bahwa tiga agama monoteisme (Islam, Yahudi, dan Nasrani) memiliki pijakan awal yang sama dan dapat bertemu pada satu titik yang sama. Dialog-dialog seperti ini telah sangat berhasil dan membuahkan kedekatan hubungan yang penting, khususnya antara umat Nasrani dan Muslim. Dalam Al Qur`an, Allah memberitahukan kepada kita bahwa kaum Muslim mengajak kaum Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi) untuk bersatu pada satu pijakan yang disepakati bersama:<br />
<br />
Katakanlah: &quot;Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: &quot;Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).&quot; (QS. Ali `Imran, 3: 64)<br />
<br />
Ketiga agama yang meyakini satu Tuhan tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai moral yang sama. Percaya pada keberadaan dan keesaan Tuhan, malaikat, Nabi, Hari Akhir, Surga dan Neraka, adalah ajaran pokok keimanan mereka. Di samping itu, pengorbanan diri, kerendahan hati, cinta, berlapang dada, sikap menghormati, kasih sayang, kejujuran, menghindar dari berbuat zalim dan tidak adil, serta berperilaku mengikuti suara hati nurani semuanya adalah sifat-sifat akhak terpuji yang disepakati bersama. Jadi, karena ketiga agama ini berada pada pijakan yang sama, mereka wajib bekerja sama untuk menghapuskan permusuhan, peperangan, dan penderitaan yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi antiagama. Ketika dilihat dari sudut pandang ini, dialog antar-agama memegang peran yang jauh lebih penting. Sejumlah seminar dan konferensi yang mempertemukan para wakil dari agama-agama ini, serta pesan perdamaian dan persaudaraan yang dihasilkannya, terus berlanjut secara berkala sejak pertengahan tahun 1990-an.<br />
<br />
<strong>Kabar Gembira tentang Datangnya Zaman Keemasan</strong><br />
<br />
Dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada, terungkap bahwa terdapat suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak negara, dan Islam semakin menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama sekali baru. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya, insya Allah, Islam akan memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Qur`an akan tersebar luas. Penting untuk dipahami, perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan dalam Al Qur`an 14 abad yang lalu:<br />
<br />
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur`an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS. At Taubah, 9: 32-33)<br />
<br />
Tersebarnya akhlak Islami adalah salah satu janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Selain ayat-ayat ini, banyak hadits Nabi kita SAW menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Qur`an akan meliputi dunia. Di masa-masa akhir menjelang berakhirnya dunia, umat manusia akan mengalami sebuah masa di mana kezaliman, ketidakadilan, kepalsuan, kecurangan, peperangan, permusuhan, persengketaan, dan kebobrokan akhlak merajalela.&nbsp; Kemudian akan datang Zaman Keemasan, di mana tuntunan akhlak ini mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya gelombang air laut pasang dan pada akhirnya meliputi seluruh dunia. Sejumlah hadits ini, juga ulasan para ulama mengenai hadits tersebut, dipaparkan sebagaimana berikut:<br />
<br />
Selama [masa] ini, umatku akan menjalani kehidupan yang berkecukupan dan terbebas dari rasa was-was yang mereka belum pernah mengalami hal seperti itu. [Tanah] akan mengeluarkan panennya dan tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa itu akan berlimpah. (Sunan Ibnu Majah)<br />
<br />
&hellip; Penghuni langit dan bumi akan ridha. Bumi akan mengeluarkan semua yang tumbuh, dan langit akan menumpahkan hujan dalam jumlah berlimpah. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah curahkan kepada penduduk bumi, orang-orang yang masih hidup berharap bahwa mereka yang telah meninggal dunia dapat hidup kembali. (Muhkhtasar Tazkirah Qurtubi, h. 437)<br />
<br />
Bumi akan berubah seperti penampan perak yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan ... (Sunan Ibnu Majah)<br />
<br />
Bumi akan diliputi oleh kesetaraan dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi oleh penindasan dan kezaliman. (Abu Dawud)<br />
<br />
Keadilan akan demikian&nbsp; jaya sampai-sampai semua harta yang dirampas akan dikembalikan kepada pemiliknya; lebih jauh, sesuatu yang menjadi milik orang lain, sekalipun bila terselip di antara gigi-geligi seseorang, akan dikembalikan kepada pemiliknya&hellip; Keamanan meliputi seluruh Bumi dan bahkan segelintir perempuan bisa menunaikan haji tanpa diantar laki-laki.&nbsp; (Ibn Hajar al Haitsami: Al Qawlul Mukhtasar fi `Alamatul Mahdi al Muntazar, h. 23)<br />
Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan, kemakmuran, keberlimpahan, kesejahteraan, rasa aman, perdamaian, dan persaudaraan akan menguasai kehidupan umat manusia, dan merupakan suatu zaman di mana manusia merasakan cinta, pengorbanan diri, lapang dada, kasih sayang, dan kesetiaan. Dalam hadits-haditsnya, Nabi kita SAW mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini akan terjadi melalui perantara Imam Mahdi, yang akan datang di Akhir Zaman untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan, ketidakadilan, dan kehancuran akhlak. Ia akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan kezaliman yang merajalela. Selain itu, ia akan menegakkan agama seperti di masa Nabi kita SAW, menjadikan tuntunan akhlak Al Qur`an meliputi umat manusia, dan menegakkan perdamaian dan menebarkan kesejahteraan di seluruh dunia.<br />
<br />
Kebangkitan Islam yang sedang dialami dunia saat ini, serta peran Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Qur`an dan dalam hadits Nabi kita sangatlah dekat. Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa yang penuh berkah ini.<br />
<br />
Rujukan: <br />
1. &quot;Europe`s Muslims Worry Bishops,&quot; National Catholic Reporter, 22 Oktober 1999<br />
2. &quot;Muslims in Europe,&quot; The Economist, 18 Oktober 2001.<br />
<span style="border-collapse: separate; color: #000000; font-family: `Times New Roman`; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium" class="Apple-style-span"><span style="font-family: Geneva,Arial,Helvetica,san-serif; font-size: 10px" class="Apple-style-span"><span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial"><span class="dipnot1">3. Time, 24<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span></span></span><span class="dipnot1"><span style="font-size: 7.5pt">Desember 2001</span></span><span class="dipnot1"><span style="font-size: 7.5pt">.</span></span></span></span><br />
[ Sumber : www.harunyahya.com ]<br />
</div>
 ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>KISAH AGAMA AHMADIYAH</title>
			  <link>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/32/artikel-32.html</link>
			  <comments>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/32/artikel-32.html</comments>
   			  <pubDate>Wed, 16 Feb 2011 11:15:22 +0700</pubDate>
			  <author>Pesantren Daarut Tauhiid - Sekretariat Yayasan Daarut Tauhiid</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/32/artikel-32.html</guid>
			  <description>Sejak Mirza Ghulam Ahmad (1840-1908) menyebarkan ajarannya di India, hubungan umat Islam dan pengikut Ahmadiyah selalu diwarnai ketegangan. Bahkan, beberapa kali terjadi pertumpahan darah. Ahmadiyah, ibarat duri dan “fitnah” yang sepertinya sengaja ditanamkan dan dipelihara oleh pihak-pihak tertentu.Menyadari dahsyatnya “fitnah” ini, para pemimpin dan tokoh Islam India telah lama mencoba sekuat tenaga, baik dengan pena maupun lisan, untuk meredamnya. Diantara mereka adalah Syeikh Muhammad Husein al-Battalawi, Maulana Muhammad Ali al-Monkiri (pendiri Nadwatul Ulama India), Syeikh Thana’ullah al-Amritsari, Syeikh Anwar Shah al-Kashmiri, dan Seyyed Ata’ullah al-Bukhari al-Amritsari. Tidak ketinggalan juga filosof dan penyair Muhammad Iqbal.Tahun 1916, para ulama sudah mengeluarkan fatwa tentang “kekafiran kaum Ahmadiyah/Qadiyaniyyah”. Seluruh ulama, secara ijma’ dalam fatwa ini menyatakan bahwa pengikut Ahmadiyah/Qadiyaniyyah adalah kafir dan keluar dari agama Islam. Pada tahun 1926,  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Sejak Mirza Ghulam Ahmad (1840-1908) menyebarkan ajarannya di India, hubungan umat Islam dan pengikut Ahmadiyah selalu diwarnai ketegangan. Bahkan, beberapa kali terjadi pertumpahan darah. Ahmadiyah, ibarat duri dan &ldquo;fitnah&rdquo; yang sepertinya sengaja ditanamkan dan dipelihara oleh pihak-pihak tertentu.<br />
<br />
Menyadari dahsyatnya &ldquo;fitnah&rdquo; ini, para pemimpin dan tokoh Islam India telah lama mencoba sekuat tenaga, baik dengan pena maupun lisan, untuk meredamnya. Diantara mereka adalah Syeikh Muhammad Husein al-Battalawi, Maulana Muhammad Ali al-Monkiri (pendiri Nadwatul Ulama India), Syeikh Thana&rsquo;ullah al-Amritsari, Syeikh Anwar Shah al-Kashmiri, dan Seyyed Ata&rsquo;ullah al-Bukhari al-Amritsari. Tidak ketinggalan juga filosof dan penyair Muhammad Iqbal.<br />
<br />
Tahun 1916, para ulama sudah mengeluarkan fatwa tentang &ldquo;kekafiran kaum Ahmadiyah/Qadiyaniyyah&rdquo;. Seluruh ulama, secara ijma&rsquo; dalam fatwa ini menyatakan bahwa pengikut Ahmadiyah/Qadiyaniyyah adalah kafir dan keluar dari agama Islam. Pada tahun 1926, kantor Ahlul Hadits di Amritsar juga mengeluarkan fatwa serupa dengan judul &ldquo;Batalnya Nikah Dua Orang Mirzais&rdquo; yang ditandatangani oleh ulama aliran/mazhab/kelompok/markazIslam di seluruh anak benua India (lihat: Mawqif al-Ummah al-Islamiyyah min al-Qadiyaniyyah. Multan: Majlis Tahaffuz Khatm al-Nubuwwah. 76-7).<br />
<br />
Adapun Muhammad Iqbal, melalui goresan penanya menyeru pemerintahan kolonial Inggris di India untuk segera menghentikan &ldquo;fitnah&rdquo; ini dengan mendengarkan dan mengabulkan tuntutan-tuntutan kaum Muslimin India dalam kaitannya dengan gerakan dan/atau ajaran Ahmadiyah. Dalam salah satu risalahnya yang dikirimkan ke harian berbahasa Inggris terbesar di India, Statesman, edisi 10 Juni 1935, dia menyatakan: &ldquo;Ahmadiyyah/Qadiyaniyyah adalah upaya sistematis untuk mendirikan golongan baru diatas dasar kenabian yang menandingi kenabian Muhammad (s.a.w.).&rdquo;<br />
<br />
Iqbal juga meminta pertanggung-jawaban pemerintah kolonial Inggris atas kejadian &ldquo;fitnah&rdquo; ini seraya memperingatkan jika pemerintahan tidak memperhatikan keadaan ini dan tidak menghargai perasaan kaum Muslimin dan dunia Islam, tapi malah membiarkan &ldquo;fitnah&rdquo; bebas leluasa, maka umat Islam yang merasa kesatuannya terancam bukan tidak mungkin akan terpaksa menggunakan kekuatan untuk membela-diri (Mawqif, 88-9).<br />
<br />
Sayangnya seruan, saran, dan tuntutan ini tidak pernah didengar. Syeik Maulana Muhammad Yusuf al-Bannuri dalam kata pendahuluannya untuk buku Mawqifal-Ummah al-Islamiyyah min al-Qadiyaniyyah mencatat peran Zafarullah Khan, seorang politisi Qadiyani, yang pernah diangkat sebagai menteri luar negeri Pakistan yang baru merdeka itu. Menteri ini dengan menyalah-gunakan otoritas diplomasinya berhasil membangun jaringan Ahmadiyyah internasional, disamping memperkuat posisi kelompok ini di dalam negeri.<br />
<br />
Fakta inilah yang kemudian memicu demonstrasi besar-besaran oleh umat Islam pada 1953 di Pakistan. Tahun 1953, 33 tokoh dan ulama besar yang mewakili berbagai partai, kelompok dan organisasi Islam di Pakistan, mengadakan pertemuan di Karachi. Pertemuan melahirkan sebuah resolusi yang diajukan ke Majlis Nasional (National Assembly). Isinya menuntut pemerintah untuk:(i) mengumumkan bahwa pengikut Mirza Ghulam Ahmad dengan nama apa pun adalah bukan Muslim; dan (ii) mengeluarkan keputusan resmi untuk melakukan amandemen konstitusional sebagai dasar hukum yang menjamin hak-hak pengikut Ahmadiyah/Qadiyaniyyah sebagai golongan minoritas non-Islam.<br />
<br />
Namun sekali lagi, seruan para ulama itu diabaikan pemerintah Pakistan. Umat Islam pun tak pernah surut dalam menentang Ahmadiyah. Suasana panas mencapai puncaknya setelah sekelompok pengikut Ahmadiyah menyerang pelajar sekolah negeri diatas kereta api yang melewati terminal Rabwah, kota suci kaum Ahmadiyyah, dalam perjalanan mereka untuk liburan musim panas.<br />
<br />
Peristiwa ini mengusik kesabaran umat Islam. Pada gilirannya umat Islam memaksa pemerintah untuk mengangkat masalah Ahmadiyah ini ke Majlis Nasional dan Dewan Perwakilan Rakyat. Maka dipanggillah Mirza Nasir Ahmad, pemegang pucuk pimpinan Ahmadiyah pada waktu itu (yang adalah cucu Mirza Ghulam Ahmad). Para ulama pun sudah berhasil meyusun dokumen yang menjelaskan sikap umat Islam terhadap Qadiyaniyah untuk diajukan ke persidangan Majlis Nasional, yang kemudian dibukukan dengan judul Mawqifal-Ummah al-Islamiyyah min al-Qadiyaniyyah (Sikap Umat Islam Terhadap Qadiyaniyyah).<br />
<br />
Setelah mendengarkan keterangan dan sikap dari kedua pihak, Majlis Nasional pada 7 September 1974 memutuskan secara bulat untuk menerima dan menyetujui tuntutan-tuntutan umat Islam berkaitan dengan Ahmadiyah. Ini dapat dilihat dalam Konstitusi Pakistan, PART XII &ndash; Miscellaneous, Chapter 5. Interpretation, Article 260(3), yang antara lain menyatakan:<br />
In the Constitution and all enactments and other legal instruments, unless there is anything repugnant in the subject or context:<br />
<br />
(a) &ldquo;Muslim&rdquo; means a person who believes in the unity and oneness of Almighty Allah, in the absolute and unqualified finality of the Prophethood of Muhammad (peace be upon him), the last of the prophets, and does not believe in, or recognize as a prophet or religious reformer, any person who claimed or claims to be a prophet, in any sense of the word or of any description whatsoever, after Muhammad (peace be upon him); and<br />
<br />
(b) &ldquo;non-Muslim&rdquo; means a person who is not a Muslim and includes a person belonging to the Christian, Hindu, Sikh, Buddhist or Parsi community, a person of the Quadiani Group or the Lahori Group who call themselves &lsquo;Ahmadis&rsquo; or by any other name or a Bahai, and a person belonging to any of the Scheduled Castes.<br />
<br />
<br />
Keputusan ini disambut dengan suka-ria oleh umat Islam seluruh Pakistan. Tanggal 7 September 1974 dianggap sebagai hari kemenangan bersejarah bagi umat Islam. Umat Islam hanya menuntut hak-hak dasar mereka yang telah dirampas oleh pihak lain, dan tidak rela agama yang suci ini dikotori oleh siapa pun. <br />
Sumber: http://www.insistnet.com/
 ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Tauhiid Pondasi Keluarga</title>
			  <link>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/31/artikel-31.html</link>
			  <comments>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/31/artikel-31.html</comments>
   			  <pubDate>Wed, 19 Jan 2011 08:40:42 +0700</pubDate>
			  <author>Pesantren Daarut Tauhiid - Daarut Tauhiid</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/31/artikel-31.html</guid>
			  <description>&quot;Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendakinya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.&quot; (QS 2 : 269). Mukadimah Semua maujud [eksistensi] berasal dari satu sumber dan bergerak secara pasti serta teratur ke arah sumber tersebut. Setiap kejadian tidak terjadi karena kebetulan. Namun merupakan suatu rencana penuh hikmah dan kebijaksanaan. Di antara maujud, datang dan pergi merupakan suatu paksaan yang tak dapat dielakkan. Sebagian yang lain diberi kebebasan untuk menentukan nasib mereka sendiri. Sebagian yang lain menemukan asalnya dan sebagian yang lain melupakan dirinya. Manusia adalah bagian dari alam yang diberikan kepadanya ikhtiar untuk menentukan nasibnya sendiri. Selama kehidupan manusia mengejar keberuntungan. Sebagian mereka berangkat dari anggapan akal yang terbelenggu dunia dan sebagian lainnya dari anggapan akal yang merdeka.  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ &quot;Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendakinya. Dan 
barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebaikan yang 
banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang 
yang berakal.&quot; (QS 2 : 269).
Mukadimah
Semua maujud [eksistensi] berasal dari satu sumber dan bergerak secara 
pasti serta teratur ke arah sumber tersebut. Setiap kejadian tidak 
terjadi karena kebetulan. Namun merupakan suatu rencana penuh hikmah dan
kebijaksanaan. Di antara maujud, datang dan pergi merupakan suatu 
paksaan yang tak dapat dielakkan. Sebagian yang lain diberi kebebasan 
untuk menentukan nasib mereka sendiri. Sebagian yang lain menemukan 
asalnya dan sebagian yang lain melupakan dirinya. Manusia adalah bagian 
dari alam yang diberikan kepadanya ikhtiar untuk menentukan nasibnya 
sendiri. Selama kehidupan manusia mengejar keberuntungan. Sebagian 
mereka berangkat dari anggapan akal yang terbelenggu dunia dan sebagian 
lainnya dari anggapan akal yang merdeka. Maka keberuntungan untuk 
sebagian mereka selalu datang dan pergi tanpa kepastian. Merupakan 
sesuatu yang abadi bagi sebagian yang lain sehingga usaha bagi mereka 
hanya sebagai pelengkap dan penyempurna eksistensi mereka sendiri. 
Hakikat keberuntungan tergantung kepada pengetahuan [makrifat] akan 
sumber segala maujud yakni makrifat kepada Allah Swt, sifat-sifat-Nya, 
penciptaan-Nya atas malak dan malakut. Makrifat inilah yang menumbuhkan 
rasa optimis, semangat juang yang tinggi, keinginan berkorban, menghapus
kekecewaan, dan keputusasaan. Makrifat kepada Allah juga akan 
menyebabkan terbukanya semua pintu hikmah dan mengantarkan manusia 
kepada kemuliaan iman. Allah Swt berfirman : &quot;Rasul telah berfirman 
kepada Alquran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya. Demikian pula 
orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, 
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (mereka 
mengatakan) : &quot;Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan 
yang lain) dari rasul-rasul-Nya&rsquo;, dan mereka mengatakan : &lsquo;Kami dengar 
dan kami taat&rsquo;. (Mereka berdoa ) : &lsquo;Ampunilah kami, wahai Tuhan kami, 
dan kepada Engkaulah tempat kembali.&rsquo;&quot; (QS 2 : 285).  Lawan daripada 
hikmah-makrifat kepada tauhid Allah Swt adalah kejahilan dan kekufuran. 
Efek dari kejahilan dan kekufuran akan menjadikan manusia menuju 
kehancuran dan kebinasaan, menurunkan derajat manusia sehingga lebih 
rendah dari segala jenis hewan dan menjadikan mereka tidak tetap dalam 
menjalani kehidupan. Allah Swt berfirman : &quot;Apabila datang suatu ayat 
kepada mereka, mereka berkata : &lsquo;Kami tidak akan beriman sehingga 
diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada
utusan-utusan Allah.&rsquo; Allah lebih mengetahui kepada siapa Dia 
menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan 
ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka 
selalu membuat tipu daya. Barangsiapa yang Allah menghendaki akan 
memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk 
(memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah 
kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, 
seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan 
siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.&quot; (QS Al-An&rsquo;am, 6 : 
124-125). Allah Swt juga telah berfirman : Sesungguhnya binatang 
(makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang 
pekak dan tuli dan tidak mengerti apapun.&quot;&quot;(QS Al-Anfal : 22). Dengan 
bahasa Rasul Saww dijelaskan sebagai kehidupan yang dipenuhi kegelisahan
dan kerja keras tanpa akhir. Rasulullah Saww bersabda : &quot;Siapapun yang 
telah menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka dia tidak lagi memiliki 
hubungan dengan Allah Swt. Dan Allah menjadikan baginya empat keadaan : 
kegelisahan yang tak pernah putus, kefakiran tanpa kecukupan, 
angan-angan tanpa batas, kerja keras tanpa akhir.&quot; Demikianlah manusia 
dalam kehidupannya tidak mungkin membebaskan diri mereka dari 
keterikatan kepada hukum yang telah ditentukan Allah Swt. Dengan kembali
kepada Allah sebagai sumber wujud, manusia akan menjadi mantap dalam 
mengarungi kehidupan, sedangkan meninggalkan-Nya akan menjadikan manusia
hancur tergilas oleh sebab dan akibat. Amirul Mukminin &lsquo;Ali as dengan 
menukil kalimat Plato bertanya kepada para sahabatnya. &quot;Apabila alam 
semesta adalah busur dan kejadian alam sebagai anak panah dan kalian 
adalah sasarannya, sementara Allah yang memanah, kemanakah kalian akan 
lari ?&quot; Para sahabat terdiam tak mampu menjawab, maka Amirul Mukminin 
&lsquo;Ali as mengatakan, &quot;Larilah kalian kepada Allah Swt.&quot; Logika Bertauhid 
dan Berlogika Tauhid Problem tauhid merupakan masalah yang sampai hari 
ini masih selalu menjadi pembahasan par ahli makrifat. Mulai dari 
masalah definisi lafzhi atau hakiki sampai kepada makna yang lebih dalam
dan rumit, senantiasa menjadi topik pembahasan yang menarik. Setiap 
pembahasan seputar masalah tauhid selalu didukung argumentasi akal, 
yakni kesimpulan selalu didukung oleh dasar-dasar akal yang bersifat 
pasti. Perbedaan dan pertentangan dapat saja terjadi, tetapi bukan 
disebabkan oleh akal yang salah, melaikan disebabkan adanya pendahuluan 
(premis) yang salah pada akal. Oleh karenanya, setiap pencari tauhid 
harus selalu berhati-hati dalam menjaga perhatian akalnya sehingga tidak
akan keliru dalam menarik kesimpulan. Nilai tauhid juga telah dijadkan 
sebagai satu-satunya ukuran benar dan tidaknya kesimpulan seseorang 
tentang masalah hidup dan yang berhubungan dengan kehidupan yakni apakah
pemikiran yang telah menghasilkan kesimpulan tentang hidup itu memiliki
muatan tauhid ataukah tidak. Oleh karenanya, dalam makna tauhid 
terdapat dua nilai yang selalu dibahas di dalamnya. Yang pertama adalah 
pembahasan yang dibicarakan di dalamnya kebenaran suatu logika tentang 
tauhid. Sedangkan yang kedua adalah pembahasan yang dibicarakan di 
dalamnya tentang kandungan tauhid dalam suatu pemikiran. Logika 
bertauhid sangat menentukan sikap hidup seseorang dan sebaliknya 
pemahaman seseorang terhadap tauhid dapat dinilai dari sikap hidupnya. 
Imam Ja&rsquo;far as bersabda, &quot;Ilmu selalu berhubungan dengan amal. Siapa 
yang berilmu maka ia beramal. Dan siapa yang beramal (dengan benar) maka
ia berilmu.&quot; Allah Swt berfirman : &quot;Maka hadapkanlah wajahmu dengan 
lurus kepada agama (Allah), (maka menjadi tetaplah atas) fitrah Allah 
yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan 
pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia 
tidak mengetahui. &quot; (QS Ar-Rum : 30).
Secara umum kebutuhan manusia terbagi dua :
a. yang bersifat alamiah
b. karena kebiasaan atau budaya
Kebutuhan alamiah adalah kebutuhan yang bersifat abadi dan tidak dapat 
dipisahkan dari manusia. Kebutuhan yang merupakan bagian dari hidup 
manusia. Dengan ibarat lain, kebutuhan yang merupakan fitrah manusia 
seperti kebutuhan beragama dan berkeluarga. Sedangkan kebutuhan karena 
kebiasaan dan budaya adalah kebutuhan dari luar diri manusia yang 
kemudian menyatu dengan diri manusia. Kebutuhan ini tidak bersifat abadi
dan dapat dipisahkan dari diri manusia seperti kebutuhan manusia 
terhadap rokok, kopi, atau pesiar dan pesta. Manusia tidak harus hidup 
dengan kebutuhan-kebutuhan ini. Fitrah manusia menuntut pemenuhan kepada
setiap kebutuhan mereka. Tuntutan fitrah ibarat tuntutan kepada air 
bagi orang yang kehausan. Apabila ditemukan adanya manusia yang tidak 
peka terhadap kebutuhan fitrahnya, bukan berarti disebabkan tidak adanya
fitrah pada dirinya. Tetapi disebabkan tidak sehatnya fitrah pada diri 
orang tersebut. Seperti orang yang sakit, meskipun dua hari tidak makan,
ia tetap tidak bersemangat untuk makan. Bukan disebabkan ia tidak butuh
makan, tetapi disebabkan tidak pekanya ia terhadap kebutuhan tersebut. 
Dalam hati kecilnya manusia memiliki kebutuhan untuk berkeluarga dan 
memiliki keturunan. Bahkan manusia merasa kehidupannya berakhir apabila 
tidak memiliki keturunan yang melanjutkan nasabnya. Manusia tidak akan 
tentram dan bahagia, apabila tidak mengetahui asal keturunannya. Semua 
itu disebabkan fitrahnya yang menuntut untuk berkeluarga, bahagia dan 
hidup tentram. Karena kebutuhan fitrah bersifat abadi, maka sepanjang 
hidupnya manusia akan selalu berusaha mendapatkan keberuntungan dalam 
hidup yaitu dengan memenuhi semua kebutuhan fitrahnya. Hanya saja 
disebabkan adanya perbedaan sehat dan tidaknya fitrah, menjadikan adanya
perbedaan pemahaman tentang arti keberuntungan.   Apakah Arti 
Keberuntungan ? Terdapat beberapa pandangan arti keberuntungan dan 
tentang bagaimana mendapatkannya di antaranya : a). Nilai Jiwa Pendapat 
dari filsuf kuno yang mengatakan bahwa sumber keberuntungan adalah 
kesempurnaan jiwa yaitu apabila manusia memiliki empat sifat 
kesempurnaan seperti keberanian, kebijaksanaan, harga diri dan keadilan,
mereka adalah orang yang beruntung. Keberuntungan itu sendiri tidak 
berhubungan dengan masalah fisik. Artinya, meskipun secxara fisik mereka
menderita, cacat misalnya, tetapi selama empat sifat kesempurnaan itu 
mereka miliki dan tidak menjadi hilang karena penderitaan tersebut, maka
mereka adalah orang beruntung. Kemudian dari mereka ada yang 
beranggapan bahwa karena fisik dan jiwa adalah hal yang bertentangan, 
maka setiap penderitaan bagi fisik adalah merupakan suatu kesempurnaan 
bagi jiwa. Oleh karenanya, untuk mencapai kesempurnaan jiwa manusia 
harus menyiksa fisik mereka. Semakin keras siksaan bagi fisik menjadikan
semakin sempurnanya jiwa. Maka dilakukanlah praktik-praktik penyiksaan 
seperti tidur di atas paku, atau dengan mengaitkan tubuh dengan besi dan
kemudian digantung, dan sebagainya.   b). Nilai Fisik Pendapat yang 
kedua ini seratus persen bertentangan dengan pendapat yang pertama. 
Pendapat ini banyak diyakini oleh para filsuf abad modern. Mereka 
berpendapat bahwa keberuntungan hanyalah bersumber dari nilai fisik. 
Moral tidak lagi memiliki tempat yang istimewa bagi mereka. Bahkan dapat
menjadi penghalang keberuntungan bagi mereka. Dari mereka ada yang 
lebih menekankan kepada masalah pemenuhan kecenderungan hewani yakni 
manusia dikatakan beruntung apabila ia memiliki kehidupan dengan ekonomi
yang baik, atau karena dapat memenuhi kelezatan fisik yang ia inginkan.
c) Nilai Realitas Pendapat ketiga adalah pendapat dalam yang berdiri 
di antara dua pendapat sebelumnya yakni bahwa manusia dikatakan 
beruntung apabila mereka memiliki keimanan kepada Allah Swt. seperti 
yang telah dijelaskan dalam surat Al-&lsquo;Ashr : Demi masa. Sesungguhnya 
manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman. Tetapi mereka 
tidak menghilangkan nilai fisik yakni dalam kehidupan, kesempurnaan 
fisik juga harus dicari oleh manusia. Bahkan manusia yang mengabaikan 
masalah fisik, bagi mereka termasuk orang-orang celaka. Rasulullah Saww 
bersabda : &quot;Keberuntungan seseorang ada pada rumah yang luas, kendaraan 
yang baik, istri yang saleh, dan anak yang saleh.&quot; Amirul Mukminin &lsquo;Ali 
as bersabda : &quot;Celakalah orang yang menemukan air dan tanah, kemudian ia
memilih hidup miskin.&quot;   Hikmah Perbedaan Setiap maujud adalah sama 
dilihat bahwa semuanya merupakan ciptaan Allah Swt. Oleh karena itulah 
Allah berfirman : &quot;Kalian tidak akan menemukan adanya perbedaan dalam 
ciptaan Allah Swt. Semua itu disebabkan berserikatnya maujud dalam 
menerima kemurahan dan rahmat Allah Swt dan sepakatnya fitrah mereka 
pada satu penghambaan. Namun maujud berbeda dilihat dari spesies yang 
telah membatasi masing-masing mereka setelah sebelumnya mersatu dalam 
makna wujud. Maka, perbedaan esensi terjadi disebabkan perbedaan tingkat
kedekatan mereka kepada sumber wujud. Manusia adalah makhluk Tuhan yang
memiliki banyak sekali perbedaan. Allah Swt berfirman : &quot;Dan Aku angkat
derajat sebagian dari kalian lebih tinggi dari sebagian yang lain. Akan
tetapi, adanya perbedaan di antara manusia semata-mata disebabkan oleh 
hikmah dan kebijaksanaan Allah Swt yaitu pada dasarnya manusia tidak 
dapat hidup sendiri sehingga apabila ada orang yang berusaha hidup 
sendiri, ia akan binasa pada waktu yang amat singkat. Penyebabnya adalah
kebutuhan yang paling utama bagi manusia dalam hidupnya seperti 
makanan, tidak dia dapatkan dalam keadaan yang telah siap untuk dipakai.
Keduanya harus lebih dahulu disiapkan yang niscaya diperlukan alat 
serta keahlian. Berbeda dengan banyak jenis hewan yang lain. Oleh karena
itu manusia harus hidup bermasyarakat, sehingga dapat bekerja sama 
dengan membagi keahlian mereka. Maka terbagilah manusia dengan keahlian 
dan karya masing-masing di dalam suatu masyarakat. Allah berfirman : 
Kamilah yang membagikan di antara mereka rezeki yang menghidupi mereka. 
Maka terbagi-bagilah pulalah keinginan, bakat, dan kekuatan mereka untuk
memudahkan suatu kerja sama dalam hidup mereka. Firman-Nya yang lain : 
Katakanlah : &lsquo;Tiap &ndash;tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing.
Sedangkan adanya perbedaan kecenderungan-kecenderungan serta watak 
manusia dalam karya-karya mereka disebabkan tujuh faktor penyebab : 1. 
Perbedaan thinah (asal penciptaan)     Allah Swt berfirman : &quot;Negeri 
yang baik akan menumbuhkan tumbuhan yang subur dengan izin Tuhannya. Dan
yang buruk tidak akan menumbuhkan kecuali kering dan dan merana.&quot;     
Allah Swt juga berfirman : &quot;Dialah yang membentuk kalian di dalam rahim 
sesuai dengan dikehendaki-Nya.&quot; 2. Perbedaan baik dan buruknya keadaan 
orang tua     Hal itu disebabkan orang tua mewariskan sifat baik dan 
buruk kepada anak-anak mereka sebagaimana juga mewariskan kemiripan pada
fisik anak-anak mereka. Oleh karena itulah, Nabi Allah Khidr as, saat 
menjelaskan hikmah tentang mengapa dia membangun dinding yang akan 
roboh, adalah karena untuk menjaga harta milik dua anak yatim yang kedua
orang tuanya sale 3. Perbedaan pada nuthfa     Baik dan buruknya 
nuthfah akan menentukan nasib anak-anaknya. Rasulullah Saww bersabda : 
&quot;Orang yang menikah, ibarat petani yang    menyebarkan bibit. Maka 
hendaklah dia memperhatikan ke mana bibit itu akan diletakkan.&quot; 4. 
Perrbedaan susuan dan makanan     Disebutkan di dalam hadis bahwa susuan
mengubah tabiat 5. Perbedaan dalam pendidikan     Rasulullah Saww 
bersabda : &quot;Perintahkan mereka untuk shalat pada umur tujuh tahun dan 
cambuklah pada umur sepuluh tahun.&quot; 6. Perbedaan dalam pendidikan 7. 
Perbedaan dalam berusaha   Akhlak Ilmu akhlak adalah ilmu yang dibahas 
di dalamnya tentang potensi manusia yang berhubungan dengan kekuatan 
nabati, hewani, dan manusiawi. Di dalamnya juga dibahas segala hal yang 
membedakan antara sikap hina dan terpuji, sehingga manusia dapat 
menentukan bagaimana ia harus bersikap semestinya di tengah masyarakat. 
Manusia dalam setiap tindakannya selalu dilatarbelakangi tiga hal : 
Pertama, kebutuhan-kebutuhan mereka seperti makan, minum, tidur, dsb; 
atau pencegahan terhadap sesuatu seperti mempertahankan diri, harta, dan
tanah; atau logika dan pikir mereka. Oleh karenanya, dapat diketahui 
bahwa ada tiga kekuatan kesempurnaan pada diri manusia yang harus selalu
dijaga keseimbangannya, yakni kekuatan syahwah (nafsu), ghadhab 
(amarah), dan akal. Kekuatan amarah yang yang terjaga keseimbangannya, 
menghasilkan keberanian (saja&rsquo;ah). Dan kekuatan nafsu menghasilkan harga
diri (&lsquo;iffah). Dan kekuatan akan menghasilkan hikmah. Dan ada lagi satu
kekuatan yang lahir dari tiga kekuatan sebelumnya, yaitu keadilan. 
Empat kesempurnaan di atas merupakan sumber dari kesempurnaan akhlak 
manusia. Maka setiap manusia yang dapat menjaga keseimbangan nafsunya, 
ia akan hidup dengan kemuliaan. Dan perlakuan tafrid di dalamnya 
melahirkan sifat pengecut, dan perlakuan ifrod melahirkan kebrutalan. 
Dan keseimbangan akal melahirkan hikmah. Perlakuan tafrid di dalamnya 
melahirkan kebodohan dan perlakuan ifrod melahirkan kelicikan. Dan 
menjaga keseimbangan tiga kesempurnaan di atas melahirkan keadilan. 
Perlakuan tafrid akan melahirkan kemandhluman dan perlakuan ifrod akan 
melahirkan kedholiman.   Anak di Antara Orang Tua dan Masyarakat 
Bersabda Rasul Saww: &quot;Orang yang beruntung telah beruntung sejak di 
perut ibunya, dan yang celaka telah celaka telah sejak di perut ibunya.&quot;
Anak adalah buah hati orang tua. Maka sudah merupakan keharusan bagi 
setiap orang tua untuk membahagiakan anak-anak mereka. Tentu saja untuk 
mewujudkannya orang tua harus benar-benar memperhatikan dan menyiapkan 
semua sarana yang dapat mengantarkan anak mereka kepada kebahagiaan. 
Dalam hal ini sebagaimana telah dijelaskan di atas, Islam melihat 
persiapan-persiapan itu harus dimulai oleh setiap orang tua sejak mereka
akan melakukan pernikahan, saat akan melakukan persetubuhan, saat anak 
dalam kandungan, saat lahir hingga tumbuh dewasa. Setiap orang tua harus
memiliki pengetahuan yang bermanfaat bagi mereka dalam membentuk 
kepribadian anak-anak mereka. Karena setiap anak akan menilai tindakan 
orang tuanya sebagai suatu kebaikan dan kemudian akan mencontohnya. 
Juga, watak anak-anak sangat dipengaruhi oleh sikap orang tua mereka. 
Dalam memberikan kasih sayang dan penjagaan, setiap orang tua harus 
tetap mempertahankan nilai mereka sebagai manusia. Yakni kasih sayang 
dan penjagaan orang tua kepada anak mereka hendaknya tidak bersifat 
sementara dan terbatas, sebagaimana kasih sayang dan penjagaan hewan 
kepada anak-anak mereka. Hendaknya pendidikan orang tua kepada anak-anak
mereka adalah pendidikan yang memberikan pengaruh baik bagi anak. Bukan
pendidikan sebatas berita pengetahuan bagi anak. Hendaknya orang tua 
menciptakan suatu kondisi yang benar-benar memberikan ketentraman dan 
keamanan kepada anak-anak mereka. Masyarakat memiliki pengaruh sangat 
besar terhadap perkembangan seorang anak. Maka setiap orang tua harus 
memilihkan lingkungan yang baik bagi anak-anak mereka. Atau membentuk 
pribadi anak sehingga dapat memilih lingkungan yang baik bagi mereka.[Ust. Abdullah Assegaf
] 
 ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Warna Kesukaan Rasulallah saw</title>
			  <link>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/30/artikel-30.html</link>
			  <comments>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/30/artikel-30.html</comments>
   			  <pubDate>Wed, 19 Jan 2011 08:25:11 +0700</pubDate>
			  <author>Pesantren Daarut Tauhiid - Daarut Tauhiid</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/30/artikel-30.html</guid>
			  <description>Selama ini mungkin kita hanya mengetahui bahwa Rasulullah atau Islam identik dengan warna hijau. Sebenarnya apa warna-warna favorit Rasulullah Muhammad saw?Annas bin Malik mengatakan, “Warna yang paling disukai oleh Rasulullah saw adalah hijau.” Namun selain itu Rasul juga ternyata menyukai warna putih. Ada juga keterangan bahwa Nabi Muhammad saw pernah memakai pakaian berwarna hitam, merah hati, abu-abu dan warna campuran.Imam Al-Ghazali dalam Ihya` Ulumiddin berkata : &quot; Yang amat disukai oleh Nabi saw ialah warna putih.&quot;Ibnu Hajjar dalam Tanbih Al Akhbar mengatakan: &quot;Pada hari raya kami disuruh memakai pakaian berwarna hijau karena warna hijau lebih utama. Adapun warna hijau adalah afdhal daripada warna lainnya, sesudah putih.&quot;Ibnu Ady meriwayatkan dari Jabir r.a yang berkata: &quot;Aku pernah melihat Nabi saw memakai serban hitam yang dipakainya pada hari raya...&quot;Al Baihaqi meriwayatkan hadis dari Jabir r.a katanya : &quot;Pernah Rasulullah saw berpakaian yang bercorak merah  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Selama ini mungkin kita hanya mengetahui bahwa Rasulullah atau Islam identik dengan warna hijau. Sebenarnya apa warna-warna favorit Rasulullah Muhammad saw?<br />
<br />
Annas bin Malik mengatakan, &ldquo;Warna yang paling disukai oleh Rasulullah saw adalah hijau.&rdquo; Namun selain itu Rasul juga ternyata menyukai warna putih. Ada juga keterangan bahwa Nabi Muhammad saw pernah memakai pakaian berwarna hitam, merah hati, abu-abu dan warna campuran.<br />
<br />
Imam Al-Ghazali dalam Ihya` Ulumiddin berkata : &quot; Yang amat disukai oleh Nabi saw ialah warna putih.&quot;<br />
<br />
Ibnu Hajjar dalam Tanbih Al Akhbar mengatakan: &quot;Pada hari raya kami disuruh memakai pakaian berwarna hijau karena warna hijau lebih utama. Adapun warna hijau adalah afdhal daripada warna lainnya, sesudah putih.&quot;<br />
<br />
Ibnu Ady meriwayatkan dari Jabir r.a yang berkata: &quot;Aku pernah melihat Nabi saw memakai serban hitam yang dipakainya pada hari raya...&quot;<br />
<br />
Al Baihaqi meriwayatkan hadis dari Jabir r.a katanya : &quot;Pernah Rasulullah saw berpakaian yang bercorak merah pada dua hari raya dan pada hari Jumat.&quot;<br />
<br />
Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dia berkata : &quot;Pernah Nabi saw keluar dengan kepala yang dibalut sehelai kain yang berwarna abu-abu.&quot;<br />
<br />
Imam Bukhari meriwayatkan hadis dari Anas r.a, beliau pernah melihat : &quot;Nabi saw menutup kepalanya dengan kain biasa yang bercorak-corak warnanya.&quot; (sa/bakkah.net)
 ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Bulan Shafar</title>
			  <link>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/29/artikel-29.html</link>
			  <comments>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/29/artikel-29.html</comments>
   			  <pubDate>Wed, 19 Jan 2011 08:11:26 +0700</pubDate>
			  <author>Pesantren Daarut Tauhiid - Daarut Tauhiid</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/29/artikel-29.html</guid>
			  <description>Penamaan Shafar, karena pada bulan itu semua oranglaki-laki Arab dahulu pergi meninggalkan rumah untuk merantau, berniagadan berperang, sehingga pemukiman mereka kosong dari orang laki-laki. Shafar,artinya, kosong. Bulan Shofar adalah bulan ke dua dalam deretan bulan-bulan hijriyyah, setelah bulan Muharram. Yang mana orang-orang jahiliyah sering mempercayai nasib sial dan mengaitkannya dengan bulan shofar. Hal ini dan kepercayaan-kepercayaan jahiliyah yang lain di berantas oleh Rasululloh – semoga salawat dan salam tetap atas beliau. Salah satunya seperti tampak pada hadits beliau dibawah ini yang diriwayatkan oleh Al-Bukhooriy dan Muslim dari sahabat Abu Huroiroh – semoga Allah meridhoinya.Rasululloh – semoga salawat dan salam tetap atas beliau – bersabda:Artinya: “Tidak ada penularan penyakit, tidak ada kepercayaan akan nasib sial, tidak ada kepercayaan terhadap burung hantu, tidak ada nasib sial pada bulan shofar.” [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Penamaan Shafar, karena pada bulan itu semua orang<br />
laki-laki Arab dahulu pergi meninggalkan rumah untuk merantau, berniaga<br />
dan berperang, sehingga pemukiman mereka kosong dari orang laki-laki. Shafar,<br />
artinya, kosong. Bulan Shofar adalah bulan ke dua dalam deretan bulan-bulan hijriyyah, setelah bulan Muharram. Yang mana orang-orang jahiliyah sering mempercayai nasib sial dan mengaitkannya dengan bulan shofar. Hal ini dan kepercayaan-kepercayaan jahiliyah yang lain di berantas oleh Rasululloh &ndash; semoga salawat dan salam tetap atas beliau. Salah satunya seperti tampak pada hadits beliau dibawah ini yang diriwayatkan oleh Al-Bukhooriy dan Muslim dari sahabat Abu Huroiroh &ndash; semoga Allah meridhoinya.<br />
Rasululloh &ndash; semoga salawat dan salam tetap atas beliau &ndash; bersabda:Artinya: &ldquo;Tidak ada penularan penyakit, tidak ada kepercayaan akan nasib sial, tidak ada kepercayaan terhadap burung hantu, tidak ada nasib sial pada bulan shofar.&rdquo;<br />
Maksud dari &lsquo;tidak ada penularan penyakit&rsquo; adalah orang-orang jahiliyah mempercayai bahwa seekor hewan atau seorang yang mengidap penyakit menular dapat menularkan penyakitnya begitu saja tanpa campur tangan Allah, dan mereka melupakan bahwa Allah ada di balik semua itu. Keyakinan inilah yang ingin ditepis oleh Rasululloh &ndash; semoga salawat dan salam tetap atas beliau.<br />
Sedangkan yang dimaksud dengan &lsquo;tidak ada kepercayaan akan nasib sial&rsquo; adalah bahwa orang-orang jahiliyah mempercayai berbagaai macam kepercayaan akan nasib sial di antaranya adalah mereka percaya sekali kepada burung. Jika mereka ingin bepergian maka mereka melepaskan seekor burung, jika mereka melihat burung bergerak kearah kanan mereka akan pergi, namun jika mereka melihat burung bergerak ke arah kiri mereka tidak jadi pergi. Maka Rasululloh melarang mempercayai keyakinan itu dan yang semacamnya, seperti percaya ke[ada hari-hari tertentu yang diyakini sebagai hari nahas / sial. [termasuk pula dalam kategori ini kepercayaan terhadap ramalan bintang].<br />
Sedangkan yang dimaksud dengan &lsquo;tidak ada kepercayaan terhadap burung hantu&rsquo; yakni orang-orang jahiliyah percaya bahwa bahwa jika ada burung hantu terbang / berputa-putar diatas suatu rumah, maka di rumah itu ada yang akan meninggal, dan beberapa kepercayaan lain yang dikaitkan dengan burung hantu. Itu semua ditolak oleh Rasululloh &ndash; semoga salawat dan salam tetap atas beliau.<br />
Adapun yang dimaksud dengan &lsquo;tidak ada nasib sial dalam bulan shofar&rsquo; yakni bahwa orang jahiliyah mempercayai atau mengaitkan bulan shofar dengan kesialan. Hal ini ditepis oleh Rasululloh dengan sabda beliau di atas. Yakni bahwa kesialan atau keberuntungan ada di tangan Allah, kapan saja Dia mamapu memberikannya kepada siapa saja yang dia kehendaki. Maka mintalah keberuntungan kepada-Nya dan berlindunglah kepada-Nya dari kesialan / kecelakaan.<br />
Memang telah diriwayatkan dari sebagian para ulama yang salih bahwa dalam hari rabu terakhir bulan Shofar (jawa: rebo wekasan) Allah menurunkan bala&rsquo; untuk waktu setahun ke depan, semuanya diturunkan pada hari itu, lalu diletakkannya antara bumi dan langit, lalu akan diturunkan pada masing-masing waktu yang ditentukan. Sehingga atas dasar ini sebagian orang tidak mau beraktifitas pada hari tersebut. Seharusnya dia berkeyakinan bahwa Allah-lah yang menetukan segala-galanya dan hendaknya dia tetap beraktifitas seraya dia mohon keselamatan dari Allah. sebab bukanlah hari yang membuat celaka atau beruntung namun semua itu di dalam kekuasaan Allah. (ada doa yang di susun oleh para ulama dan di anjurkan untuk dibaca pada bulan shofar, silakan lihat pada: muhalibaraqbah.blogspot.com).<br />
Keyakinan-keyakinan tersebut &ndash; yakni yang mensugestikan kepada keburukan &ndash; semua itu ditolak oleh Nabi &ndash; semoga salawat dan salam tetap atas beliau &ndash; dan hanya satu yang disukai oleh Rasululloh &ndash; semoga salawat dan salam tetap atas beliau &ndash; yaitu Al-Fa-l yakni sugesti atas kebaikan dari perkataan yang baik. Seumpama, salah seorang dari kita bepergian lalu sampai di kota tujuan yang pertama kali kita temui bernama Hasan (yang artinya: baik) sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits riwayat At-Turmudziy yaitu bahwa beliau tidak suka sugesti atas nasib buruk (tasyaa-um / tathoyyur) namun beliau menyukai sugesti yang baik (tafaa-ul) dan jika beliau pergi untuk suatu keperluan beliau suka untuk mendengar ucapan: Yaa Roosyid <br />
 ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Israel Gunakan Zat Kimia Untuk Mengebom Gaza</title>
			  <link>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/23/artikel-23.html</link>
			  <comments>http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/23/artikel-23.html</comments>
   			  <pubDate>Mon, 12 Jan 2009 09:44:38 +0700</pubDate>
			  <author>Pesantren Daarut Tauhiid - vivanews.com</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/6/23/artikel-23.html</guid>
			  <description>VIVAnews - Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM), Human Rights Watch, Minggu 11 Januari 2009, meminta Israel agar berhenti menggunakan mesiu berbahan fosfor putih untuk menyerang kawasan padat penduduk di Jalur Gaza.Kelompok yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) tersebut mengatakan bahwa [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Kelompok yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) tersebut mengatakan bahwa mereka menemukan adanya pemakaian zat kimia fosfor putih, yang bisa menyebabkan kulit terkelupas di Kota Gaza dan Jabaliya, Jumat dan Sabtu pekan lalu.&nbsp;<br />
<br />
Dokter kepala di Rumah Sakit Nasser di wilayah selatan Gaza, Youssef Abu Rish, dia merawat beberapa orang dengan kulit terkelupas dari wajah dan tubuh mereka yang kemungkinan disebabkan oleh fosfor. Rish telah mengumpulkan informasi dari internet yang mengindikasikan bahwa bisa jadi penyebab luka bakar tersebut adalah fosfor putih.&nbsp;<br />
<br />
&quot;Hari ini [Sabtu] ada serangan besar-besaran di Jabaliya ketika kami sedang berada di sana. Kami melihat tembakan berkali-kali dan asap fosfor putih membumbung ke udara,&quot; kata Marc Garlasco, analis militer di Human Rights Watch, kepada stasiun televisi Al Jazeera, Sabtu pekan lalu.<br />
<br />
Juru bicara militer Israel, Mayor Avital Leibovich menolak berkomentar secara langsung tentang penggunaan fosfor putih oleh pasukannya. Namun Leibovich mengatakan bahwa militer Israel menggunakan mesiu sesuai dengan hukum internasional.&nbsp;<br />
<br />
Israel pernah menggunakan fosfor putih ketika bertempur dengan kelompok Hezbollah di Libanon, 2006 silam. Pasukan militer AS di Irak juga pernah memakai zat yang bersifat membakar tersebut selama operasi melawan pembelot di Fallujah, November 2004.&nbsp;<br />
<br />
&quot;Penggunaan fosfor putih di lokasi padat penduduk seperti kamp pengungsi menunjukkan bahwa Israel tidak bisa dipercaya untuk megambil langkah-langkah pencegahan terhadap dampak pemakaian fosfor kepada manusia,&quot; kata Garlasco dalam pernyataan tertulis. &quot;Tidak hanya menyebabkan luka pada tubuh warga sipil, tetapi juga membakar rumah dan infrastruktur,&quot; lanjut Garlasco. (AP)<br />
 ]]></content:encoded>
			</item></channel></rss> 
