Berita
PESANTREN ADALAH PEREKAT NKRI : KOMITMEN SALING MENGHARGAI.

PESANTREN ADALAH PEREKAT NKRI : KOMITMEN SALING MENGHARGAI.
Tidak semudah menyalahkan orang lain ketika menyeleseikan masalah yang datang saat waktu dan kondisi dalam kendali emosi. Jawaban terakhir dari ujung solusi adalah saling menghargai dan memahami bahwa manusia memiliki jutaan bahkan milyaran sifat yang tak mudah diajak kompromi.

Tidak semudah menyalahkan orang lain ketika menyeleseikan masalah yang datang saat waktu dan kondisi dalam kendali emosi. Jawaban terakhir dari ujung solusi adalah saling menghargai dan memahami bahwa manusia memiliki jutaan bahkan milyaran sifat yang tak mudah diajak kompromi.
Solusi yang diberi harus berlandaskan hati dan emosi yang matang bukan atas kehendak diri sendiri.
agaknya, kalau tidak memiliki komitmen saling menghargai keputusan yang akan terjadi tidak berjalan dengan kesamaan visi dan misi.

begitulah setikdaknya agama Islam mengajarkan saat kita bertemu perbedaan.
Bahwa kesabaran adalah drajat kemuliaan orang yang beriman.
kesabaran yang dibutuhkan adalah kesabaran yang baik, kesabaran yang tidak menuntut dan tidak dibatasi. Sabar menjadi dasar utama untuk menerima perbedaan.
Banyak diantara kita yang belum mengerti karena butuh wadah untuk belajar mengenal diri.
Salah satu wadah terbaik adalah pesantren, 
mengapa?  

perlulah kita sejenak menggeser mata kita kepada mereka para pejuang NKRI, para Ulama, para Kiai, para pejuang agama yang memiliki latar belakang sekolah beragama.
Bung Karno, Cut Nyak Dien, Muhammad Toha, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Teuku Umar.
Mereka telah membuktikan bahwa pondok pesantren adalah tempat untuk memahami diri, menghargai perbedaan, dan mengenal Allaah dan Islam dengan baik. Maka pondok pesantren bukanlah semata-mata untuk agama saja, jauh lebih besar dari itu, mereka mampu mewujudkan mimpi besar pertama Indonesia: Merdeka atas penjajah.

Maka patutlah pesantren menjadi sarana untuk perekat NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena pada dasarnya kita hanya butuh komitmen untuk saling menghargai perbedaan tanpa pencelaan melainkan dengan keteguhan atas kesabaran masing-masing agar mampu menerima satu dengan yang lainnya. (red.fatimah)
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Berita Lainnya
Milad Daarut Tauhiid ke 26 - Jalan Sehati Bersama Sahabat Disabilitas
Milad Daarut Tauhiid ke 26 - Jalan Sehati Bersama Sahabat Disabilitas
Senin, 12 Desember 2016
Milad Daarut Tauhiid ini merupakan salah satu ajang kepedulian dan saling membahagiakan diantara sesama, termasuk kepada para sahabat-sahabat disabilitas yang ditakdirkan diberikan kekhususan.
Lomba Panahan Barebow untuk Umum
Lomba Panahan Barebow untuk Umum
Jum'at, 09 Desember 2016
Rangkaian Milad Daarut Tauhiid yang ke 26 diawali dengan lomba cerdas cermat, dan saat ini 09 Desember 2016 diadakan lomba panahan Barebow untuk kategori umum
Jalan Menuju Lahan Masjid DT Batam Diratakan
Jalan Menuju Lahan Masjid DT Batam Diratakan
Senin, 05 Desember 2016
Lahan Masjid Daarut Tauhiid (DT) Batam masih dalam persiapan untuk pembangunan. Pembangunannya sendiri segera dilakukan pada Mei 2017 mendatang. Masih banyak yang harus dikerjakan, salah satunya pemerataan akses jalan dari jalan utama menuju lahan masjid.
AKSI SUPER DAMAI - AKSI BELA ISLAM III (FORMULIR)
AKSI SUPER DAMAI - AKSI BELA ISLAM III (FORMULIR)
Selasa, 29 November 2016
Pada tanggal 2 Desember 2016 Daarut Tauhiid Bandung akan ikut ambil bagian dalam kegiatan Aksi Bela Islam III, FORMULIR PENDAFTARAN DAN PERNYATAAN (DOWNLOAD SECARA ONLINE DI SINI)
Galeri
Kemeriahan Pawai Obor 1439 H

Kemeriahan Paeai obor 1439 H

HAJJ

Ya Allah, Undang kami ke Baitullah-MU

Motret dari yang motret

motret orang yang lagi motret , karena banyak yang paka