Berita
Masya Allah, Remaja Ini Wakafkan Tabungannya Selama 10 Tahun

Masya Allah, Remaja Ini Wakafkan Tabungannya Selama 10 Tahun
Usianya masih 19 tahun. Namun, ia melakukan hal yang tidak biasa dari remaja pada umumnya. Remaja ini mewakafkan uang tabungannya setelah 10 tahun menabung. Dari tabungannya dan ditambah uang dari orangtua, terkumpul uang senilai 100 juta rupiah. Semua diwakafkan untuk pembangunan Masjid Daarut Tauhiid (DT).

Usianya masih 19 tahun. Namun, ia melakukan hal yang tidak biasa dari remaja pada umumnya. Remaja ini mewakafkan uang tabungannya setelah 10 tahun menabung. Dari tabungannya dan ditambah uang dari orangtua, terkumpul uang senilai 100 juta rupiah. Semua diwakafkan untuk pembangunan Masjid Daarut Tauhiid (DT).
 
Remaja asli Sumedang ini datang ke Kantor Wakaf DT, Selasa (20/12) pagi. Remaja yang juga santri Daurah Qalbiyah itu datang bersama mudarisnya. “Luar biasa, jarang sekali. Usianya masih muda tapi keinginan berwakafnya luar biasa. Ini, yang muda yang berwakaf,” tutur Agus Kurniawan, Direktur Wakaf DT.
 
Ditemui selepas berwakaf, remaja itu mengungkapkan sudah lama memiliki keinginan berwakaf. Pertama dikenalkan wakaf oleh keluarganya, membuatnya semakin penasaran sampai menguatkan keinginannya untuk mewakafkan semua tabungannya.
 
Ia juga mengaku, sudah lama ingin membangun masjid. “Tapi, uang saya juga masih pas-pasan. Terus, saya berpikir lebih baik diwakafkan saja untuk sesuatu yang bermanfaat,” tuturnya.
 
Mahasiswa Business and Management di University of Sussex ini, menegaskan umur setiap orang tidak ada yang tahu, termasuk dirinya. Usia muda bukan jaminan bisa hidup lebih lama. Ia paham wakaf adalah amalan yang terus mengalirkan pahala, walaupun muwakifnya (pewakaf) telah meninggal dunia.
 
“Intinya saya berwakaf ini untuk amal di akhirat. Karena orang baik pun belum tentu masuk surga. Harus juga dibantu dengan apa yang sudah diajarkan Islam,” ujarnya.
 
Dengan berwakaf, ia juga berharap orangtuanya masuk surga dan dilapangkan kuburnya kelak. Di dunia, dengan berwakaf, ia berharap mendapatkan rezeki yang lebih baik, dan orang tuanya dijauhkan dari segala penyakit. “Dilapangkan kuburnya, buat sekarang, dicabutlah segala penyakit yang ada di orangtua maupun di saya, baik fisik maupun batin,” harapnya.
 
Remaja yang sedang mengisi liburannya dengan menjadi santri ini juga mengatakan, keluarganya senantiasa menanamkan kepedulian untuk memberi kepadanya sejak masih kecil. Hal tersebut menjadi salah satu prinsip dalam dirinya, untuk terus dilakukan.
 
“Saya diajari harus baik kepada orang lain. Jangan pamrih, harus ikhlas, apa pun itu. Dari kecil saya sudah diajarin. Alhamdulillah, amanah itu masih berjalan,” katanya. (Agus Iskandar)
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Berita Lainnya
Kajian Ma'rifatullah bersama Tuan Haji Kamarudin bin Abdullah PKT. PJK.
Kajian Ma'rifatullah bersama Tuan Haji Kamarudin bin Abdullah PKT. PJK.
Rabu, 21 Desember 2016
Kajian Ma'rifatullah malam Jum'at kali ini akan bersama Ulama dari Malaysia yaitu Tuan Haji Kamarudin bin Abdullah PKT. PJK.
Sunatan Massal kerjasama PLN PUSHARLIS dengan Dompet Peduli Ummat DT
Sunatan Massal kerjasama PLN PUSHARLIS dengan Dompet Peduli Ummat DT
Selasa, 20 Desember 2016
Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid Bandung bekerjasama dengan PLN PUSHARLIS Bandung kembali mengadakan Sunnatan Massal bagi Masyarakat
Workshop Leadership
Workshop Leadership
Selasa, 20 Desember 2016
Menjadi Pemimpin yang baik dalam berorganisasi menjadi salah satu hal penting untuk memajukan sebuah organisasi.
Kunjungan  Tamu SDIT Usamah Tegal
Kunjungan Tamu SDIT Usamah Tegal
Selasa, 20 Desember 2016
Liburan Sekolah Bandung banyak dikunjungi oleh wisatawan Lokal yang datang dari berbagai kota di Indonesia.
Galeri
Kemeriahan Pawai Obor 1439 H

Kemeriahan Paeai obor 1439 H

HAJJ

Ya Allah, Undang kami ke Baitullah-MU

Motret dari yang motret

motret orang yang lagi motret , karena banyak yang paka