Berita
Kakek dan Nenek Ini Bangga Ikut PMK

Kakek dan Nenek Ini Bangga Ikut PMK
Erwin, kakek berusia 68 tahun ini mengungkapkan, walau wisudanya tidak dihadiri anak dan cucunya, Erwin merasa senang karena telah diberi kesempatan belajar di Daarut Tauhiid. Menurutnya, salah satu alasannya mengikuti PMK adalah

Puluhan santri Program Masa Keemasan (PMK) mengikuti wisuda pada Jumat (7/4), di Daarul Hajj sebagai tanda berakhirnya kegiatan belajar mengajar PMK angkatan 27. Sebelum wisuda, dua santri PMK mengungkapkan kesan-kesannya selama menjadi santri PMK.
 
Erwin, kakek berusia 68 tahun ini mengungkapkan, walau wisudanya tidak dihadiri anak dan cucunya, Erwin merasa senang karena telah diberi kesempatan belajar di Daarut Tauhiid. Menurutnya, salah satu alasannya mengikuti PMK adalah menambah pengetahuan agama.
 
“Saya merasa pengetahuan agama masih minim dan takut meninggal dalam keadaan seperti ini,” kata Erwin di hadapan jamaah Daarut Tauhiid.
 
Awalnya, Erwin merasa malu saat melihat santri-santri yang lebih muda darinya. Ia merasa dengan usianya saat ini, harusnya Erwin bisa memahami ilmu agama lebih. Walau demikian, Erwin tetap semangat dan mengesampingkan rasa malunya.
 
“Sekarang alhamdulillah bahagia. Insya Allah bada Idul Adha, akan kembali pesantren lagi dan belajar membaca al-Quran dengan ikut program karantina tahsin,” tambahnya dengan semangat.
 
Hal senada juga disampaikan Oleh Sujinah. Nenek asal Lampung ini mengetahui PMK dari anaknya. Setelah mendapat persetujuan dari keluarga, Sujinah langsung mendaftarkan diri dan bergabung di PMK.
 
Setelah mengikuti PMK, Sujinah mengaku senang dan merasa menjadi manusia baru. Menurutnya, Ia berangkat dari Lampung dengan perbekalan yang sangat minim tapi mendapatkan banyak sekali ilmu saat ke Daarut Tauhiid.
 
“Saya senang sekali, dan rasanya berat meninggalkan pesantren ini. Bangga memakai syal.
Saya bangga sekali di Daarut Tauhiid ini dan berharap saat pulang nanti tetap menjadi santri dengan segala keterbatasannya. Saya berharap dapat doa ketika sudah tiada dan ingin khusnul khatimah,” katanya sambil menahan haru. 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Berita Lainnya
Aa Gym: Jangan Tunda Tobat!
Aa Gym: Jangan Tunda Tobat!
Minggu, 09 April 2017
Sudahlah, jangan mengingat dosa orang lain, itu bukan urusan terpenting kita. Yang terpenting adalah dosa kita.
Ratusan Anggota SSG Ikuti Training Motivasi
Ratusan Anggota SSG Ikuti Training Motivasi
Minggu, 09 April 2017
Walaupun materi disampaikan pada malam hari, peserta tampak antusias mendengarkan karena materi dikemas semenarik mungkin.
Siswa SDIT Insan Mulia Cilacap Kunjungi Daarut Tauhiid
Siswa SDIT Insan Mulia Cilacap Kunjungi Daarut Tauhiid
Sabtu, 08 April 2017
“Selesai mengikuti kajian MQ Pagi, peserta silaturahim dengan ustaz Jamaludin untuk mendapatkan materi mengenai akhlak,” tutur Ajat.
Antusiasnya Jamaah di Malam Muhasabah Muslimah
Antusiasnya Jamaah di Malam Muhasabah Muslimah
Sabtu, 08 April 2017
Muslimah diminta untuk terus mempersiapkan diri agar bisa menjawab pertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir.