Berita
Inilah Cara Berdagang Rasulullah saw

Inilah Cara Berdagang Rasulullah saw
Rasulullah saw tidak sendirian pergi ke Syam. Siti Khadijah meminta pegawai laki-lakinya yang bernama Maisaroh, untuk turut serta dengan Rasulullah saw ke Syam. Maisaroh pun menemukan banyak sekali kemuliaan akhlak Rasulullah saw.

Sosok yang seharusnya menjadi panutan bagi umat Islam ialah Rasulullah Muhammad saw. Menurut Ustaz Roni Abdul Fattah, bagaimana hendak meneladani, jika mempelajarinya saja tidak diseriusi.
 
Salah satu cara meningkatkan minat umat dalam mempelajari bahkan meneladani Rasulullah saw ialah dengan menggelar kajian yang khusus membahas tentang sirah nabawiyah. Seperti kajian yang digelar di Masjid Daarut Tauhiid (DT) setiap Hari Selasa, usai salat magrib berjamaah.
 
Adapun materi yang disampaikan oleh Ustaz Roni pada Selasa (4/10) adalah tentang cara berdagangnya Rasulullah Muhammad saw.
 
“Jika seseorang membawa barang dagangannya Siti Khadijah r.a, berarti ia teruji akhlaknya. Karena Siti Khadijah tidak memberikan barang dagangannya kepada sembarang orang,” tutur Ustaz Roni.
 
Ustaz Roni kemudian menceritakan, Rasulullah Muhammad saw mulai membawa barang dagangan Siti Khadijah dari Makkah (Arab Saudi)  ke Syam, saat Rasulullah saw berusia 24 tahun.
 
“Itu adalah pengalaman pertama Rasul ke luar negeri,” ujarnya.

Rasulullah saw tidak sendirian pergi ke Syam. Siti Khadijah meminta pegawai laki-lakinya yang bernama Maisaroh, untuk turut serta dengan Rasulullah saw ke Syam. Maisaroh pun menemukan banyak sekali kemuliaan akhlak Rasulullah saw.

“Rasulullah saw berjualan itu dengan penuh semangat. Rasul menawarkan barang dagangan kepada calon pembeli, jadi tidak menunggu, tapi aktif menawarkan. Rasul juga tidak menetapkan harga jual. Rasul menyampaikan modalnya sekian, silakan pembeli mau memberi untung berapa kepadanya. Rasul juga memberikan service excelent kepada para pembeli. Tidak lama, barang dagangan pun habis dan untungnya besar,” paparnya.

Setelah selesai berdagang di Syam, Rasul tidak langsung pulang ke Makkah. Rasul membeli barang-barang di Syam yang sekiranya diperlukan oleh orang-orang Makkah, kemudian menjualnya kembali ke orang Makkah. 
 
“Habis lagi barang jualannya di Makkah, dan untungnya jadi berkali-kali lipat,” kata Ustaz Roni.

Menurutnya, cara berdagang yang dilakukan oleh Rasulullah saat itu, belum pernah dilakukan oleh pedagang lain.
 
“Senang tidak Khadijah? Senanglah. Kemudian, kemuliaan akhlak nabi lah yang membuat Khadijah mantap menjadikannya sebagai suami,” ujarnya.
 
Dari cara berdagang Rasulullah saw itu, Ustaz Roni berharap banyak umat Islam yang termotivasi untuk menjadi pedagang yang jujur dan menggunakan keuntungan hasil berdagangnya untuk berjuang di jalan Allah SWT.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Berita Lainnya
Jamaah Semangat Simak Materi Sirah Nabawiyah
Jamaah Semangat Simak Materi Sirah Nabawiyah
Kamis, 05 Oktober 2017
Setelah melaksanakan salat magrib berjamaah, para jamaah mengikuti kajian Sirah Nabawiyah. Banyak jamaah yang merasa tergugah, terinspirasi, dan mulai bertekad untuk berdagang atau berbisnis sesaat setelah mendengar ceramah tersebut.
Anggota Misykat Bahagia Terima Al-Quran Wakaf
Anggota Misykat Bahagia Terima Al-Quran Wakaf
Rabu, 04 Oktober 2017
Tatang, ustaz di Masjid Baiturrohman, Banjaran, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Wakaf DT dan para muwakif yang telah menyalurkan al-Quran wakaf.
Santri SMP DTBS Juara MHQ se-Bandung Raya
Santri SMP DTBS Juara MHQ se-Bandung Raya
Rabu, 04 Oktober 2017
Pendidikan Tahfidz Quran yang diberikan pihak SMP DTBS pun menuai hasilnya. Salah satunya adalah santri mampu menjuarai Lomba Musabaqah Hifdzul Qur’an se-Bandung Raya.
Ayo,Terus Salurkan Bantuan ke Rohingya!
Ayo,Terus Salurkan Bantuan ke Rohingya!
Rabu, 04 Oktober 2017
Aa Gym telah menyatakan kepedulian dan ajakannya kepada umat Islam Indonesia, untuk bahu-membantu menolong saudara muslim Rohingya.