Berita
Sepeda dan Cita-Cita

Sepeda dan Cita-Cita
Sri hanyalah anak pantai yang terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Jangankan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bisa makan dan sekolah hingga SMP pun sudah sangat bersyukur.

“Ibu tidak bisa membiayai kamu melanjutkan sekolah ke SMA. Jualan Ibu lagi sepi dan pendapatan Ayah juga tidak menentu. Nanti bayar sekolah pakai apa. Maafkan Ibu ya!”

Kalimat itu masih membekas di pikiran Sri. Padahal, baru saja sebuah kabar kelulusan yang diumumkan di kelas membuat hatinya berbunga-bunga dan tak sabar untuk mengabari kedua orangtuanya. Namun, saat kabar baik itu disampaikan dan harapannya melanjutkan ke SMA diutarakan, Sri justru bersedih.

Kesedihan sempat menyelimuti Sri, karena Ia merasa perjuangannya selama ini sia-sia. Dan mimpi-mimpinya pun, terpaksa harus Ia kubur dalam-dalam. Ia sadar, Ia hanyalah anak pantai yang terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Jangankan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bisa makan dan sekolah hingga SMP pun sudah sangat bersyukur.

Maklum saja, kedua orangtua Sri hanya mengandalkan pendapatan dari berjualan makanan dan minuman di lokasi wisata. Namun, secercah harapan masih ada di dalam hati Sri. Ia terus berharap dan berdoa agar kelak, Allah mengabulkan impiannya.

Bak gayung bersambut, doa-doanya selama ini ternyata “dijawab” Allah. Sebuah kabar gembira datang dari tetangganya bahwa Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid (DT) membuka kesempatan beasiswa untuk sekolah di SMK Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) di Bandung.

“Allah tahu apa yang ada dalam hatiku. Aku ingin membahagiakan kedua orang tua dan adikku, memperbaiki kehidupan keluargaku, dan meraih mimpiku,” kata perempuan yang bernama lengkap Sri Slamet Lestari ini.

Kabar itu pun langsung Sri sampaikan kepada kedua orangtuanya. Namun, Sri kembali harus menelan pil pahit. Saat itu, Ibu Sri belum rela ditinggalkan putri sulungnya. Selain karena tidak terbiasa berjauhan, kekhawatirannya bertambah karena Sri akan tinggal di kota besar.

“Tapi, aku tidak menyerah. Aku terus mencoba meyakinkan Ibu dan Bapak, bahwa aku bisa mandiri dan menjaga diri meski jauh dari mereka,” lanjut Sri.

Perjuangan Berbuah Manis
Perjuangan Sri tak sia-sia. Setelah berusaha membujuk orangtuanya dan bertawakal kepada Allah, Sri pun dapat tersenyum lega. Akhirnya, Ibu yang sangat mencintainya itu mengijinkan Sri untuk ikut berkompetisi mendapatkan beasiswa dari DPU DT.

Perjuangan Sri belum selesai. Ia pun sesegera mungkin menyiapkan segala macam persyaratan. Terjadi kendala pada saat itu. Di kampungnya, Srandakan, Kulon Progo, tidak ada tempat fotokopi apalagi cetak foto. Dengan sepeda kesayanggannya, Sri mengayuh sejauh mungkin, mencari tempat cetak foto dan fotokopi.

“Aku tak patah semangat. Dengan mengayuh sepedaku, aku pun pergi ke tempat yang ada jasa fotokopi dan cetak foto. Kurang lebih butuh waktu paling cepat 40 menit dengan mengayuh sepeda,” ujar kakak dari satu adik ini.

Sudah tak terhitung berapa kali Sri bolak-balik dari rumah ke tempat fotokopi. Sepedanya menjadi saksi perjuangan sekaligus sahabat yang setia menemani dan mengantarkan Sri ke mana pun. Lelah dan peluh tak dirasakannya. Demi membahagiakan orangtua dan bisa melanjutkan sekolah, rintangan apapun akan dilaluinya.

Setelah persyaratan lengkap dan proses seleksi dilaluinya dengan baik, Sri pun resmi diterima sebagai penerima beasiswa. Air mata bahagia pun tak terasa mengelir ke pipinya. Rasa syukur tak terhingga ia ungkapkan saat itu juga.

Hingga saat ini, Sri masih tidak menyangka jika perjuangannya tak ada yang sia-sia. Sri dapat melanjutkan mimpi-mimpinya dan impian yang sempat dikuburnya dalam-dalam, ia hadirkan kembali di hatinya.

Kini, Sri sudah lulus dari SMK DTBS. Sebagai ucapan terima kasih kepada para donatur, selama setahun ke depan, Sri akan mengabdi dan ber-khidmat di DPU DT Yogyakarta.

“Insya Allah, tahun depan aku akan melanjutkan ke perguruan tinggi,” kata Sri mantap, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Sri sadar betul, tanpa bantuan dari para donatur, Ia tak akan dapat melanjutkan sekolahnya dan mengejar mimpi-mimpinya. Ucapan terima kasih, dirasa tak akan pernah cukup untuk membalasnya.

“Kepada para donatur DPU Daarut Tauhiid atau siapa pun yang telah menjadi jalan aku mendapatkan beasiswa dan bisa sekolah bebas biaya, aku hanya bisa berdoa semoga kebaikannya dibalas oleh Allah dengan pahala yang berlipat, berlimpah rezeki, dan keberkahan,” tuturnya. 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Berita Lainnya
Kajian Ba’da Magrib Sangat Diminati Jamaah
Kajian Ba’da Magrib Sangat Diminati Jamaah
Rabu, 11 Oktober 2017
Halimah, salah seorang jamaah asal Pasteur, menuturkan materi-materi kajian yang diberikan di Masjid DT, mudah dimengerti dan bermanfaat bagi keseharian.
Ustaz Mardais al-Hilali: Inilah Amal Pengantar Masuk Surga
Ustaz Mardais al-Hilali: Inilah Amal Pengantar Masuk Surga
Rabu, 11 Oktober 2017
Pada Kajian Ba’da Magrib di lantai utama Masjid Daarut Tauhiid DT, Ustaz Mardais membahas amalan yang mengantarkan seseorang masuk surga.
SMP DTBS Juara Umum GEPRAK PEKKA se-Jabar
SMP DTBS Juara Umum GEPRAK PEKKA se-Jabar
Selasa, 10 Oktober 2017
Perlombaan ini digelar dalam rangka memperingati Ulang Tahun Gerakan Pramuka, dan diikuti oleh SMP se-Jawa Barat. SMP DTBS Putri menjadi Juara Umum, dan membawa pulang 10 piala.
SMK DTBS Juarai Lomba Kuis Sains Antariksa se-Kota Bandung
SMK DTBS Juarai Lomba Kuis Sains Antariksa se-Kota Bandung
Selasa, 10 Oktober 2017
Keseriusan para siswa SMK DTBSdalam mempelajari sains, terbukti dengan pencapaian mereka yang menjadi Juara II Kuis Sains Antariksa se-Kota Bandung, yang diselenggarakan oleh LAPAN.