Berita
Direktur DPU DT: Zakat sebagai Kebutuhan, Bukan Beban

Direktur DPU DT: Zakat sebagai Kebutuhan, Bukan Beban
Kehadiran Laznas DPU Daarut Tauhiid diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat, dan tidak perlu repot mencari-cari mustahiknya.

H. Herman, Direktur Utama Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid menyampaikan, salah satu kewajiban umat Islam yang telah mencapai nishab ialah membayar zakat. Hal itu juga termasuk ke dalam Rukun Islam yang berjumlah lima. Di dalam al-Quran juga banyak sekali ayat-ayat yang membahas tentang zakat.
 
“Hukum dari zakat itu sendiri ialah wajib. Konsekuensinya, kalau dikerjakan mendapat pahala, dan meninggalkannya akan mendapat dosa,” katanya pada Kamis (12/10).  

Herman mengibaratkan zakat itu seperti makan. Ketika seseorang merasa lapar, maka ia akan sekuat tenaga mendapatkan makanan. Kebanyakan orang pun tidak menganggap makan sebagai beban, melainkan kebutuhan.

Ada tiga cara yang ditempuh oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid dalam menyosialisasikan zakat kepada masyarakat.

Pertama, memberikan edukasi kepada mereka tentang keutamaan membayar zakat, dan hukuman dari Allah bagi mereka yang enggan membayar zakat. Cara penyampaiannya pun dilakukan secara halus. Mulai dari menggelar kajian-kajian di dalam dan luar kota Bandung tentang zakat, maupun sosialisasi melalui media sosial, cetak, dan elektronik,” paparnya. 

Kemudian, Herman menjelaskan poin kedua. “Selanjutnya mengajak masyarakat untuk menjadikan zakat sebagai kebiasaan. Bisa berzakat dengan hati yang lapang, tentu bila hal itu terbiasa dilakukan. Maka, DPU Daarut Tauhiid pun terus memotivasi agar masyarakat terbiasa membayar zakat, bahagia dan tidak ada keterpaksaan dalam melaksanakannya,” jelasnya.

Setelah itu Herman menjelaskan ke poin ketiga. “Memacu masyarakat untuk menjadikan membayar zakat sebagai prioritas, saat mereka mendapatkan harta. Mengapa? Karena harta yang mereka dapatkan, sesungguhnya tidak sepenuhnya milik mereka. Ada 2,5% nya yang harus dizakatkan,” katanya. 
 
Kehadiran Laznas DPU Daarut Tauhiid diharapkan Herman dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat, dan tidak perlu repot mencari-cari mustahiknya. “Karena DPU Daarut Tauhiid insya Allah amanah dalam menyalurkan dana zakat, dan membantu mustahik untuk mandiri, sejahtera, dan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Berita Lainnya
Tingkatkan Keterampilan, DPU DT Adakan Pelatihan Disabilitas
Tingkatkan Keterampilan, DPU DT Adakan Pelatihan Disabilitas
Jum'at, 13 Oktober 2017
DPU Daarut Tauhiid berusaha menjangkau kelompok disabilitas dari berbagai daerah, untuk selanjutnya diberdayakan dan dimandirikan.
Jamaah Apresiasi Layar Info ketika Jeda Iqamah
Jamaah Apresiasi Layar Info ketika Jeda Iqamah
Jum'at, 13 Oktober 2017
Fasilitas layar televisi di setiap lantai masjid, diberikan bukan untuk menonton acara-acara di TV Nasional. Melainkan untuk memudahkan jamaah saat menyimak kajian maupun informasi penting lainnya.
SMP DTBS Gelar LKS
SMP DTBS Gelar LKS
Kamis, 12 Oktober 2017
LKS digelar dengan tujuan meningkatkan karakter Baik dan Kuat (BAKU). Seperti ikhlas, jujur, tawadhu, kuat, berani, tangguh dan disiplin.
Ustaz Roni: Rasulullah Itu Pemimpin Pemersatu Umat
Ustaz Roni: Rasulullah Itu Pemimpin Pemersatu Umat
Kamis, 12 Oktober 2017
Sebelum Rasulullah menerima wahyu, beliau tidak memiliki musuh, dan sangat dihargai oleh bangsa Arab. Puncak karirnya ketika usia 35 tahun, saat peristiwa Ka’bah yang hampir roboh terkena banjir.