Budaya DT, Kebiasaan yang Bermanfaat

Budaya Daarut Tauhiid (DT) selalu menjadi jamuan hangat bagi pengunjung yang datang ke Pondok Pesantren tersebut. Direktur DT Berdaya sekaligus Anggota Lajnah Syariah Yayasan DT, Ustaz Fahrudin mengatakan, budaya DT merupakan salah satu ikon yang menarik jamaah. Budaya DT, lanjut Ustaz Fahrudin,, merupakan salah satu pesan yang wajib diantarkan oleh pemateri kepada siapa saja yang sedang menimba ilmu di DT. 

“Wajib untuk terus disuarakan. Aa Gym merancang ini sebagai salah satu konten dakwah yang harus sampai pada umat muslim. Budaya ini juga menjadi ikon. Jamaah yang datang wajib mengkonsumsi budaya ini, bahkan bisa mengaplikasikannya di tempat lain. Itu lebih bagus,” katanya, Rabu (15/1).

Hampir semua budaya DT disingkat. Hal ini, kata Ustaz Fahrudin, mempermudah jamaah untuk mengingat budaya tersebut.

“Memang instruksi Aa Gym seperti itu; singkat saja biar mudah diingat. Makanya, sampai sekarang itu terus membumi, karena mudah diingat. Ini yang membuat jamaah cepat meniru, bahkan membiasakan,” jelasnya. 

Tidak sampai disitu, Ustaz Fahrudin mengatakan, budaya DT sangat relevan di berbagai zaman. Bahkan hingga hari ini, lanjutnya, masih ada instansi yang berkunjung untuk menirukan budaya DT. 

“Kita tahu, banyak kelompok masyarakat, instansi pemerintahan dan pendidikan datang berbondong-bondong. Ini menunjukan budaya DT yang masih terus relevan di berbagai usia dan zaman. Kita sebagai warga DT harus bersyukur setiap hari diberi asupan yang bermanfaat,” katanya 

Ustaz Fahrudin berharap, budaya DT bukan hanya dipahami dan dikenang saja.  Siapa saja yang pernah menimba ilmu di DT, katanya, harus mampu menjadikan budaya DT sebagai kebiasaan dan jalan meraih rida Allah Swt. 

“Kalau harus dibedah manfaat dan esensinya banyak. Saya berharap semua insan yang ada di DT, yang masih berkhidmat atau tidak, harus selalu berupaya untuk mengamalkan budaya tersebut sebagai jembatan mencapai rida Allah Swt,” tuturnya. (Elga)