Ibadah Merupakan Bagian dari Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat, tidak hanya diraih dengan menjaga asupan dan olahraga semata, namun juga keterlibatan spritual atau ibadah dan hubungan antar sesama. Hal tersebut disampaikan dr. Tauhid Nur Azhar saat mengisi Kajian Santri Karya sekaligus seminar Healty Life yang merupakan bagian dari acara hari jadi  Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren), bersama KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), di Dome Central Lima, pada Jumat (14/2).

Menurutnya, dasar dari pola hidup sehat adalah bagaimana membangkitkan peran oksitoksin atau biasa disebut hormon cinta. Hormon ini, jelasnya, memengaruhi tingkah laku manusia, seperti emosi, kedekatan sosial dan sikap penyayang. Hormon ini juga, lanjutnya sangat berpengaruh dalam membangun ketenangan, kepercayaan dan stabilitas psikologi.

“Ya, dalam penelitian di UI, hormon cinta ini sangat bisa disentuh atau dihidupkan dalam jangka panjang dengan ibadah dan pikiran positif. Artinya, beribadah itu mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dan, apa efek dari mendekatkan diri kepada-Nya? Keyakinan atau tauhid. Kebaikan ini pula yang akan menjadi fondasi kita untuk mengatur pola hidup sehat,” katanya, Jumat.

Dokter Tauhid menyebut, korelasi ketakwaan dengan pola hidup sehat adalah niat dari beribadah ditujukan untuk meningkatkan level kedekatan dengan Pemilik Semesta, menghidupkan atau mengaktifkan hormon cinta tadi.

“Olahraga ada ilmunya. Minum ada ilmunya. Makan ada ilmunya. Kalau kita tidak tahu ilmunya, bahaya. Artinya, sehat juga harus membangun pikiran dan keyakinan yang positif kemudian membangun dukungan dari lingkungan (sosial). Jembatannya adalah doa atau meminta. Itu kan simbol positif kita. Intinya itu niat lurus. Seirama dengan hidup sehat, ibadah meningkat,” tuturnya.(Elga)