UMROH 2012
Umroh 17-25 Maret sudah fullbook,silahkan DAFTAR untuk pemberangkatan UMROH 09-17 APRIL 2012 kuota 450, pembimbing KH Abdullah Gymnastiar [022] 7060 1337 - http://www.facebook.com/kbihdt Selengkapnya...





Konsultasi

Shalat berjamaah dengan yang sedang shalat sunnah
Ikut Shalat Berjamaah Dengan Yang Sedang Shalat Sunnah Rabu, 03 / 01 / 2011 Assalamualaikum wr. wb. Ustadz yang dimuliakan Allah, saya ingin menanyakan dua hal : Bolehkah kita ikut bergabung salat wajib dengan orang yang sedang melaksanakan shalat sunnah ba`diah ? Bagaimanakah sebaiknya sikap kita apabila kita sedang shalat sunnah ba`diah dan tiba-tiba ada seseorang dibelakang kita yang menyentuh pundak kita untuk ikut salat (wajib) berjamaah ? Maulana Jawaban Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Saudara Maulana yang dimuliakan Allah SWT Para ulama berbeda pendapat tentang hukum melaksanakan shalat fardhu dibelakang orang yang shalat nafilah (sunnah) dan pendapat yang kuat dalam hal ini adalah dibolehkan berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Jabir bin Abdullah bahwa di dalam peperangan Dzatur Riqo Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melakukan shalat dengan satu kelompok sebanyak dua raka'at lalu kelompok ini mundur, Kemudian beliau melanjutkan shalat dua raka'at dengan kelompok lain, sehingga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat empat raka'at, sementara masing-masing kelompok shalat dua raka'at." Di dalam menjelaskan hadits ini, Imam Nawawi mengatakan bahwa maknanya adalah beliau shallallahu 'alaihi wasallam melakukan shalat dengan kelompok pertama sebanyak dua rakaat kemudian beliau shallallahu 'alaihi wasallam salam maka mereka pun salam. Demikian pula dengan kelompok yang kedua, dan shalat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang kedua adalah nafilah sedangkan (shalat) mereka adalah fardhu. Berdasarkan riwayat ini, maka Syafi’i dan para sahabatnya (madzhab Syafi’i) membolehkan melakukan shalat fardhu dibelakang orang yang shalat nafilah. (Syarh Muslim bi Syarhin Nawawi juz III hal 207) Juga apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari 'Amr bin Dinar berkata; saya telah mendengar Jabir berkata; Mu'adz shalat bersama Rasulullah SAW, kemudian pulang lalu mengimami kaumnya. Suatu ketika dia shalat isya' memimpin mereka lalu membaca surat Al Baqarah, lalu bersandarlah seorang laki-laki dan pergi. Lalu Mu'adz mendapatinya, maka hal itu sampai pada Nabi SAW dan bersabda, "Apakah kamu akan menjadikan kabur orang yang shalat, Apakah kamu akan menjadikan kabur orang yang shalat!" atau bersabda, "Orang yang membuat fitnah, Orang yang membuat fitnah", dan menyuruh beliau dengan dua surat dari ausath mufassal (surat antara QOF sampai akhir mushaf). 'Amr berkata; saya tidak hapal keduanya. Al Khattabi mengatakan bahwa didalam hadits terdapat bagian dari fiqih yang membolehkan shalat fardhu dibelakang orang yang shalat sunnah karena Muadz shalat fardhu bersama Rasulullah saw. Setelah Muadz mengerjakan shalat fardhu bersama Rasulullah saw, dia shalat bersama kaumnya dan itu adalah shalat nafilah (sunnah). Jadi dibolehkan bagi anda melakukan shalat fardhu dibelakang orang yang shalat sunnah ba’diyah atau sunnah rawatib lainnya. Kemudian jika anda tengah melakukan shalat sunnah rawatib lalu ada seorang yang memberikan isyarat untuk bermakmum kepada anda maka tidak perlu anda membatalkan shalat anda akan tetapi hendaklah anda meneruskan shalat sunnah anda sesuai dengan apa yang anda niatkan sejak awal. Wallahu A’lam.

Suami yang suka menunda waktu shalat

Assalamu`alaikum, begini saya bingung hrs cerita selengkapnya atau langsung pada pertanyaan saya. saya bingung pada kebiasaan suami saya yang selalu suka menunda sholatnya, yg tapi pada akhirnya dia sholat juga...spt sholat dhuhur, dia pasti sholatnya sdh sktr jam 2.30 dan pada sholat ashar juga pasti sdh sktr jam 17.30. yg paling parah sholat isya...dia pasti tidur dulu dgn alasan kantuk padahal sblmnya nonton tv msh semangat lalu setlh puas nonton tv langsung tidur tdk sholat dulu...saya yg memperhatikan & saya mengingatkan bhw dia blm sholat isya...dia bilang setelkan weker utk dibunyikan jam 4.00 supaya terbangun utk sholat isyanya tp pernah saya lupa setel wekernya akhirnya dia lewat sholat isyanya...bagaimana yah...saya jadi lelah selalu utk mengingatkan trus...apa yg hrs saya lakukan supaya suami saya selalu mengingat waktu sholatnya? saya tdk mau dia jadi tergantung sama saya dan juga kadang dia sering marah2 bila sering di-ingat2kan waktu sholatnya. oh ya, apakah ini termasuk
Rofani,Wiraswasta di Semarang

Jawaban :
umah tangga yg penuh tantangan bagi istri adalah jalan paling pintas menuju surga, maka dari itu kesabaran dalam mengingatkan suami adalah kuncinya. semakin besar tantangan, semakin dekat dengan surga, sekali kali dapat di ingatkan, Mas,, kita tidak tahu usia kita sampai jam berapa, maka selagi ada kesempatan segeralan tunaikan tugas dari Allah, toh kita dihidupkan oleh Allah, diberimakan oleh Allah, semuanya dari Allah, masa iya Allah nyuruh shalat aja kita sudah enggan . selamat berjuang.

Print
Email
PDF
Archieves
Submit RSS



Konsultasi lainya :