Makin Berkembang, Program DTM Produksi Biogas!

Program Desa Ternak Mandiri (DTM) Daarut Tauhiid (DT) Peduli terus berkembang dari waktu ke waktu. Manajer Program DT Peduli Riyadi mengatakan, sejauh ini program DTM tidak hanya melahirkan peternak tangguh saja, namun juga mulai meluas ke sisi Sumber Daya Alam (SDA) yaitu menciptakan biogas untuk kepentingan warga binaan. 

Sejauh ini, katanya, sebelas mitra dan peternak binaan sudah siap mengembangkan biogas. Program ini merupakan hasil inisiasi peternak binaan untuk menurunkan biaya sehari-hari dengan memanfaatkan hewan ternak hasil dari DTM. 

“Sebelas wilayah itu; Cisarua, Cicalengka, Dago, Solokan Jeruk, Sindangkerta, Bojongsoang, Cisurupan Garut, Sumedang, dan yang paling berkembang adalah Wilayah Pangalengan. Untuk wilayah Pangalengan, mereka sudah bisa memanfaatkan limbah kotoran domba menjadi biogas. Bahkan mereka sudah dapat memproduksi bibit domba secara mandiri dan sempat menyilangkan bibit-bibit,” katanya, Jumat (24/1). 

Nantinya, program biogas ini akan terus dikembangkan ke wilayah Jawa Barat yang terafiliasi program DTM. Pangalengan, lanjutnya, akan menjadi desa percontohan pertama dalam program biogas tersebut. 

“Wilayah Pangalengan bisa menjadi percontohan untuk wilayah-wilayah mitra DTM lainnya. Karena memang mitra wilayah Pangalengan sangat berkembang dan berpotensi memulai program biogas. Dari segi pemberdayaan, beberapa masyarakat sudah merasakan manfaatnya,” bebernya.

Riyadi menjelaskan, ada lima target dari program tersebut. Pertama, bahan bakar kendaraan. Kedua, pengganti gas LPG. Ketiga, menghasilkan pupuk organik. Keempat, memanfaatkan sampah lingkungan. Kelima, pembangkit listrik. 

“Sejak awal memang dunia internasional sudah membicarakan ini, banyak sekali manfaatnya.  Kami DT Peduli mencoba curi start dengan memulai lebih awal, karena amanah dari KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym); siapa yang memiliki inovasi lebih cepat maka dia yang akan meraih kesuksesan. Itu yang kita pegang,” katanya.(Elga)