Penuh Tantangan, Ini Hikmah Mengajar Daycare DT

Daycare Daarut Tauhid (DT) menjadi salah satu tempat pendidikan yang menyimpan banyak sisi menarik. Hal ini disampaikan Lani selaku Kepala Daycare DT. Menurutnya, anak kecil seperti mesin peniru yang sangat detail, maka di hadapan anak kecil, baiknya orang tua harus mencontohkan sesuatu yang baik dan bermanfaat untuk si buah hati.

“Mereka itu sangat teliti dalam memahami gerak gerik orang dewasa, tidak hanya bahasa, tapi juga gerak tubuh. Jadi, tidak mudah mengajar anak-anak, karena mereka seperti mengawasi, apalagi di lingkungan Daycare, kami tidak mau anak-anak kelak memiliki akhlak yang buruk,” katanya, Selasa (11/2).

Mendidik anak-anak, kata Lani, memiliki tantangan yang cukup besar. Selain harus menerapkan kedisiplinan, para pengajar pun harus mengenalkan kepatuhan terhadap Allah Swt.

“Kesulitannya itu, kadang anak-anak ini masih membayangkan bentuk Allah Swt, maka kami harus coba mengilustrasikan itu tanpa harus membangun keyakinan sesuai dengan keinginan si anak. Misalkan, mengajarkan tentang bagiamana ciptaa-Nya kita nikmati. Hal-hal kecil saja,” ujarnya.

Namun, lanjutnya ada hal menarik yang kerap ditunjukkan anak-anak. Menurutnya, anak-anak di Daycare selalu memberikan contoh dan kesadaran bagi orang dewasa. Hal itu,  kata Lani, merupakan pelajaran yang jarang ditemui dan perlu ketelitian untuk menyadarinya.

“Mereka juga di beberapa kesempatan sering memperhatikan pelajaran yang jarang kita sadari sebagai orang Dewasa, terutama persoalan tauhid. Meski masih kecil, keyakinan mereka terhadap sang pencipta begitu tulus. Saya sendiri suka merasa malu,” jelasnya.

Penguasan ilmu dan kedisiplinan yang diadopsi dari Budaya DT, menjadi salah satu daya tarik bagi orang tua untuk menitipkan anaknya di Daycare DT. Lani berharap, kelak anak asuhnya bisa menjadi orang, yang orangtua dan para pengasuh ajarkan.

“Kami selalu meningkatkan profesionalitas dalam bekerja, yang kemudian kami adopsi untuk menjadi kurikulum atau gaya pembelajaran. Budaya DT menjadi salah satunya. Dan, itu justru menjadi daya tarik. Mudah-mudahan dengan proses yang singkat anak-anak bisa menjadi apa yang kami harapkan,” tuturnya.(Elga)