PHBS Bantu Santri SMK DTBS Semakin Sehat

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas belajar santri. Oleh karena itu, penyuluhan PHBS dan pemeriksaan rutin kerap dilakukan di lingkungan SMK Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS). Salah satunya digelar pada Rabu (22/1). Penyuluhan PHBS dan pemeriksaan kesehatan melibatkan Tim Dokter Puskesmas Ciwaruga. Pemeriksaan kesehatan mata, mulut, dan gigi dilakukan.

Menurut Abdul Rojak, Kepala Sekolah SMK DTBS, edukasi dan penerapan hidup sehat perlu dilakukan di pondok pesantren. Hal ini dilakukan karena ponpes merupakan tempat belajar, tempat tinggal, dan tempat berinteraksi santri secara bersama-sama di bawah bimbingan guru atau kiai. SMK DTBS, lanjutnya, memiliki misi untuk meningkatkan kualitas santri. Hal ini bisa terwujud dengan kondisi fisik dan lingkungan yang terjaga. 

“Ini semua kami siapkan untuk meningkatkan kesadaran santri akan kebersihan dan menjaga kesehatan. Semua peserta didiknya santri SMK, terutama kelas XII TKJ. Untuk menggapai cita-cita tentu harus didorong dengan terciptanya lingkungan dan kondisi fisik santri yang prima. Itu yang mendasari kami bermitra dengan Puskesmas Ciwaruga; demi terciptanya lingkungan pesantren yang sehat,” katanya, Kamis (23/1). 

Tim dokter memberikan empat bekal pada para santri agar kondisi sehat tetap terjaga. Pertama, mengkonsumsi dan memilih jajanan sehat. Kedua, menjadi remaja yang sehat dengan olahraga dan tidak merokok. Ketiga, mengurangi sampah plastik/zero waste. Keempat, menjaga kebersihan tempat tidur, lemari, dan kamar, serta menciptakan lingkungan yang sehat di asrama dan sekolah.

“Apa yang disampaikan kemarin itu, sangat sesuai dengan realita yang sudah dan sedang dilakukan di DT. Selain relevan, kegiatan ini perlu dilaksanakan dan dikembangkan dengan baik,” katanya. 

Ia berharap program kesehatan mampu menjadi gaya hidup baru bagi sivitas di Eco Pesantren DT. Dengan kondisi geografis yang masih baik digunakan untuk belajar, santri SMK DTBS harus mengambil peran dalam terciptanya pesantren DT yang sehat.

“Guru kita, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), komit dalam program sehat. Di sini, santri dan sivitas yang ada memiliki peran penting dalam mewujudkan pesantren sehat. Instrument lainnya adalah peran serta masyarakat pesantren, daya guna mitra potensial, dan kebijakan berwawasan kesehatan,” jelasnya.(Elga)