Santri Ini Rela Mengantri Demi Menjadi Santri PMK

Program pesantren mukim yang diadakan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (Ponpes DT) selalu menarik perhatian para jamaah yang hendak menimba ilmu di Ponpes DT.  Di antaranya program Pesantren Masa Keemasan (PMK), yang merupakan program unggulan Ponpes DT yang dilaksanakan selama 40 hari. PMK dirancang dengan pendekatan pelatihan yang mengkombinasikan berbagai metode belajar Andragogi (pembelajaran orang dewasa). Pesertanya usia 45 tahun ke atas.

Sanimah, salah satu jamaah asal Kota Banda Aceh yang kini menjadi Santri PMK angkatan 46 mengungkapkan, dirinya rela mengantri untuk menjadi Santri PMK.

“Saya sudah menunggu antrian sejak enam bulan yang lalu, karena kuotanya penerimaan santrinya selalu penuh. Saya mendaftar dari bulan Juli dan baru sekarang bisa masuk menjadi santri PMK,” ungkapnya saat ditemui di Gedung Wakaf Daarut Tarbiyah, pada selasa (14/1).

Menurutnya, dirinya tertarik ke Program DT sejak anaknya mengikuti Program SSG pada tahun 2016. Selama menunggu panggilan PMK, dirinya tinggal di rumah anaknya yang almuni SSG tersebut.

“Selama itu saya tinggal di Bekasi di rumah anak saya, dia juga SSG DT. Semoga setelah saya menjadi Santri PMK dan menimba ilmu di sini, saya menjadi lebih istikamah dan menambah ketauhidan untuk bekal menjalani sisa usia dan bekal akhirat,” tambahnya.(Sukmara Galih)