SD DT Mengasah Rasa Memiliki dengan Menanam

Menunjukan rasa cinta dan memiliki terhadap lingkungan yang ada di Daarut Tauhiid (DT), bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bagi Sekolah Dasar (SD) DT, menunjukan rasa tersebut harus dimulai dengan melestarikan keberadaan lingkungannya, terutama di Eco Pesantren DT yang lingkungannya bebas dari polutan. 

Wakil Kepala Kesiswaan SD DT, Karmansyah mengatakan, mencintai alam DT dengan menjaga lingkungannya merupakan materi kurikulum yang ada di SD DT. Selain memberikan ilmu pengetahuan, hal itu juga merupakan cara memakmurkan aset wakaf yang ada di DT.

“Kita sadar lingkungan Eco Pesantren sangat baik dan nyaman untuk melakukan proses pembelajaran menumbuhkan kecintaan terhadap DT. Tentunya hal itu harus dibuktikan, minimal dengan segala bentuk yang mendukung hal tersebut, salah satunya menanam,” katanya, Rabu (22/1). 

Karmansyah menyebut, kegiatan menanam dimasukan dalam materi Muatan Lokal (Mulok). Nantinya, semua santri SD DT diberi satu pot kemudian diberi nama masing-masing yang menghiasi lingkungan DT.

“Nama anak-anak dituliskan di pot. Kemudian anak kelas lain pun sama. Begitu juga angkatan selanjutnya. Mereka akan dikenang karena berkontribusi melestarikan aset wakaf di kemudian hari,” jelasnya.

Karmansyah menginginkan anak-anak SD DT memiliki kesadaran atas lingkungan, baik di DT maupun di tempat yang lainnya. Menurutnya, pelajaran seperti ini merupakan cara untuk melahirkan generasi yang bertanggung jawab dan sesuai dengan cita-cita DT secara keseluruhan.

“Saya, secara pribadi, ingin anak-anak diajarkan sejak dini soal cinta lingkungan. Kebetulan korelasi DT dan pendidikan umum jelas dan mudah digabungkan. Semuanya sama berlomba untuk mencetak yang terbaik sekaligus mengumpulkan amal di atas aset wakaf, untuk menciptakan generasi yang sudah dicita-citakan,”ujarnya.(Elga)