Spirit to Baitullah, Program Baru KBIH DT

Tahun 2020,  lingkungan Daarut Tauhiid (DT) terus meningkatkan langkahnya. Program terbaru dari masing-masing lembaga terus bermunculan, memberi warna bagi perkembangan lembaga dakwah ini, tidak terkecuali Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) DT. Tahun ini, lembaga strategis (Lemstra) tersebut memperkenalkan Program Spirit to Baitullah.

Kepala KBIH DT Ustaz Mumuh Abdul Muhyi mengatakan, Spirit to Baitullah merupakan salah satu langkah untuk membuka peluang membantu masyarakat dalam mendapatkan kursi haji. Menurutnya, hingga saat ini kendala yang kerap dihadapi oleh calon jamaah, ialah harus mengumpulkan uang sebesar 20 sampai 25 juta untuk mendaftar.

“Betul, memang kebijakan pemerintahan untuk punya kursi haji itu harus 25 juta, sementara tidak semua orang punya uang 25 juta, harus menabung bertahun-tahun, kemudian setelah terdaftar pun harus menunggu lagi. Dari situ, kami coba membuka peluang untuk mendorong masyarakat agar yakin mampu memenuhi panggilan Allah SWT,” katanya, Senin (13/1).

Program Spirit to Baitullah, kata Ustaz Mumuh, bukan hanya mendorong dari sisi administrasi dan pengetahuan, namun juga dari sisi keuangan. Nantinya, masyarakat yang memiliki uang hanya satu atau dua juta, lanjut ustaz, akan dibantu lewat bank syariah atau koperasi syariah yang sudah berjejaring dengan KBIH DT sebelumnya.

“Kita sudah bicarakan ini dengan beberapa mitra. Alhamdulilah responnya baik, walaupun jamaah punya uang satu atau dua juta, nanti kita bantu lewat bank syariah dan koperasi syariah untuk pembiayaan. Kita membuka kesempatan pada masyarakat, kemudian nanti ada akadnya, dengan uang kurang dari 25 juta, masyarakat sudah bisa mendapatkan kursi haji,” jelasnya.

Ustaz Mumuh mengatakan, program tersebut akan dilaksanakan paling lambat awal Bulan Maret. Masyarakat yang mendaftar nantinya, kata Ustaz akan diarahkan untuk menyicil selama lima tahun sambil menunggu waktu keberangkatan.

“Nanti tiap bulan nyicil, sekitar kurang lebih Rp. 608.000 per bulan selama kurun waktu lima tahun, sama seperti kita nyicil motor atau yang lainnya. Sambil menunggu waktu keberangkatan, Bandung Raya saja harus menunggu enam sampai 18 tahunan, jadi bisa menjadi kesempatan yang berkah,” tuturnya. (Elga)