Tingkatkan Kualitas, SMK DTBS Bangun Kerja Sama dengan UI

SMK Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) mengunjungi Universitas Indonesia (UI) Fakultas Vokasi, Rabu (22/1). Kunjungan tersebut merupakan salah satu langkah SMK DTBS untuk menciptakan generasi yang mahir dalam program pendidikan yang diambil santri. Kepala Sekolah SMK DTBS Putra Abdul Rojak mengatakan, tahapan itu ditempuh untuk meningkatkan kualitas pengetahuan santri. 

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membangun pengetahuan dan mengasah keterampilan di bidang tertentu, sehingga di kemudian hari santri SMK DTBS mampu menciptakan peluang bagi orang lain berupa lapangan pekerjaan. 

“Salah satu alasannya pembekalan di UI untuk anak-anak SMK itu luar biasa. Sering dilaksanakan lokakarya industri kreatif, juga keterampilan yang lain untuk meningkatkan kemampuan santri. Kami juga ingin mereka mampu menciptakan peluang di kemudian hari, artinya menciptakan dunia pekerjaan baru. Jika berhasil, kami merasa sukses mencetak generasi hari ini menjadi lebih baik,” katanya, Kamis (23/1).

Kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas semua sivitas SMK DTBS di kemudian hari, namun, kata Abdul Rojak, ada pembahasan beberapa poin kerja sama jangka panjang yang akan dimulai dalam waktu dekat.

Pertama, kerja sama jalur undangan mahasiswa vokasi untuk siswa kelas XII SMK DTBS. Kedua, kerja sama program magang/prakerin siswa di Vokasi UI. Ketiga, kerja sama program pengabdian dosen untuk upgrading guru akuntansi dan TKJ. Sesuai kesepakatan, kita akan memulai kerjasama ini dalam waktu dekat,” ujarnya.

Ia berharap, dibangunnya kerjasama dengan UI sebagai mitra strategis, mampu meningkatkan kemampuan santri saat melakukan pengabdian masyarakat. Dengan kerja sama itu pula, lanjutnya, SMK DTBS menjadi tempat pendidikan yang terdepan dalam menyiapkan peserta didik di masa yang akan datang. 

“Kita ingin memiliki santri dengan kemampuan profesional. Mereka harus mampu menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu yang sudah didapatkan, baik teknologi dan/atau kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional,” jelasnya. (Elga)