Penyebab Kerasnya Hati

Saudaraku, ucapan dan sikap lembut merupakan hal yang paling disukai setiap manusia. Seharusnya perilaku dalam setiap aktifitas kita dihiasi dengan sikap tersebut. Sikap ketegasan dibutuhkan, namun kita harus proporsional jika melakukan ketegasan.

Sebagaimana firman Allah SWT:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran [3]: 159).

Kelembutan itu bukan berarti lemah. Malah lembut itu tanda kekuatan seseorang, sehingga dirinya sudah bisa mengendalikan sifat pribadinya. Berlakulah santun kepada setiap orang dan hindari sikap keras serta kasar yang merugikan orang lain. Bagi orang beriman, bukan tempatnya untuk berlaku keras dan kasar.

Ini penting, karena jika kita ingin menujukkan diri dengan kekerasan, cepat marah, dan tersinggung, itu tanda orang lemah yang sesungguhnya. Tentunya, setiap orang tidak menyukai sikap kasar. Siapa pun mereka pasti menyukai kelemah-lembutan. Inilah salah satu sifat yang dicontohkan Rasulullah.

Saudaraku, yang harus kita hindari dan waspadai itu adalah sikap kasar. Semuanya bermula ketika kita tidak bisa mengendalikan emosi. Kasar lalu timbul rasa marah dan tidak mencari solusi, jadi marah dan kasarnya cenderung memuaskan diri. Ujungnya kita bersikap seperti itu menjadi zalim, karena kita sudah tidak memikirkan kebenaran. Kepuasan hati dan nafsu kita menyakiti orang lain. Suatu hal harus benar-benar kita hindari. Jika sikap ini hadir pada perilaku pemimpin, maka kata dan keputusannya membuat orang dizalimi.

Lalu misalnya kita sering mendengar, kata-katanya saja kasar tapi hatinya lembut. Ini juga salah. Sebenarnya jika kata-kata saja bisa kasar, mana mungkin hatinya lembut. Itu tidak benar. Kata kasar bisa datang dari hatinya sendiri.

Lalu kita mendengar juga, ada juga ustaz kata-katanya kasar dan sering marah-marah. Ini juga salah. Kita harus lihat dominannya ketika ustaz itu memberikan ceramah. Jika dominan kebaikan lantas hanya sedikit saja marah, itu tidak bisa dikategorikan kasar.

Maka, ada empat sikap marah yang harus kita ketahui dan kita renungi bersama.

Pertama, ada sikap seseorang yang susah marah, cepat reda ketika marah serta tidak tersinggung. Ini paling bagus dan baik kita lakukan.

Kedua, ada sikap seseorang yang susah marah, tapi ketika marah akan tersinggung dan diingat selalu. Ini tidak baik dan harusnya kita hindari.

Ketiga, ada lagi sikap seseorang itu yang cepat marah, cepat reda dan sedikit-sedikit tersinggung. Marah yang seperti ini tidak baik dan cenderung menyakiti orang lain.

Keempat, yang terakhir, ada sikap seseorang yang cepat marah dan susah reda. Ini akan menimbulkan dendam dan hatinya keras karena tidak bisa memaafkan, serta cenderung dijauhi banyak orang.

Saudaraku, ketika kita bisa merenungi empat hal tersebut, maka kita bisa menilai diri sendiri. Di nomor berapakah kita ketika amarah menghampiri? Bercita-citalah untuk tidak mudah marah, tidak mudah tersinggung, dan ketika marah cepat reda bahkan beristigfhar.

Jika pun harus marah, caranya harus benar. Tidak berkepanjangan bahkan menimbulkan dendam, tapi marah karena kebenaran dan segera reda. Itu lebih baik, serta kita senantiasa perbanyak istigfhar ketika marah. Semoga kita diberikan hati yang lembut dan tidak mudah marah.

(Kajian MQ Pagi, Ahad 11 Oktober 2020)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *