Sabar dalam Mengendalikan Diri

Sabar itu adalah menahan diri atau mengendalikan diri, sehingga pikiran, ucapan, sikap, dan hati sesuai dengan yang disukai Allah Ta’ala. Jadi sabar itu bukan diam, bukan juga pasrah atau tidak berbuata apa-apa. Orang yang banyak masalah karena kurangnya rasa sabar dalam dirinya. Misalkan kurang sabar jaga pandagan ujungnya berzina, kurang sabar menahan keinginan ujungnya korupsi, dan kurangnya rasa sabar dalam menghadapi segala sesuatu pasti bermasalah.

Sabar itu ada tiga tempatnya:

Pertama adalah, sabar dalam ketaatan kepada Allah.

Orang yang beribadah butuh rasa sabar dalam proses menjalaninya, misalkan seperti sholat, puasa, dan ibadah-ibadah lainnya. Sama halnya ketika kita datang ke majelis pengajian butuh kesabaran untuk sampai ke tempat pengajian. Firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 153 yang artinya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Kedua, sabar dalam menahan maksiat. Misalkan menahan amarah, menjaga pandangan dan syahwat. Harus bersabar dengan hal-hal yang dilarang oleh Allah, jangan mengerjakan sesuatu yang sudah ada batasannya, sehingga membuat kita bermaksiat dan berdosa.

Ketiga, Sabar ketika dalam menghadapi musibah. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an ayat 155 sampai 156 yang artinya:

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” (155), (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali (156). (QS. Al-Baqarah: 155-156).

Kita juga harus menyakini bahwa setiap musibah kita pasti dengan izin Allah, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat At-Tagabun ayat 11:

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

“Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Tagabun: 11)

Wallahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

 

Bagi Jama’ah sekalian yang tertarik untuk berkontribusi terhadap syiar dakwah dan wakaf untuk pembangunan sarana ibadah & belajar santri, bisa menyalurkannya melalui rekening berikut:

Bank Syariah Indonesia (BSI) 9255.373.000 an Yayasan Daarut Tauhiid