Sombong Karakter Iblis

Saudaraku, kebalikan dari sikap rendah hati adalah sombong. Allah Ta’ala sebagai Sang Pencipta sangat tidak menyukai kesombongan makhluk-Nya. Sombong merupakan penyakit hati yang menyebabkan Allah murka kepada iblis manakala ia menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam ‘alaihissalam. Iblis menolak bukan karena semata-mata tidak patuh kepada Allah, tapi ada kesombongan yang berkobar di dalam dirinya yang menganggap bahwa Nabi Adam tidak patut mendapatkan penghormatan dari dirinya.

Rasa sombong itulah yang menyebabkan iblis membangkang terhadap perintah Allah dengan anggapan bahwa Allah telah menciptakannya dari api yang tentu lebih baik dari tanah asal penciptaan Nabi Adam. Iblis merasa dirinya jauh lebih mulia dari Nabi Adam sehingga ia merasa tak pantas untuk bersujud kepada Nabi Adam.

Kesombongan iblis ini Allah Ta’ala abadikan di dalam al-Quran melalui firmannya:

وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَ ۗ

لَمْ يَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ ﴿الأعراف : ۱۱
قَالَ مَا مَنَعَكَ اَلَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَ ۗقَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ ۚ

خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ ﴿الأعراف : ۱۲
قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُوْنُ لَكَ اَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا فَاخْرُجْ اِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيْنَ ﴿الأعراف : ۱۳
قَالَ اَنْظِرْنِيْٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ ﴿الأعراف : ۱۴
قَالَ اِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَ ﴿الأعراف : ۱۵

Artinya: “Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, Bersujudlah kamu kepada Adam, maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud. (Allah) berfirman, Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu? (Iblis) menjawab, Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah. (Allah) berfirman, Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina. (Iblis) menjawab, Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan. (Allah) berfirman, Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu. (QS. al-a’raf [7]: 11-15).

Kesombongan adalah salah satu karakter iblis. Ia merasa dirinya lebih utama, lebih hebat, lebih baik, lebih kuat, dan lebih mulia. Hanya karena alasan bahwa dia diciptakan dari api sedangkan Nabi Adam diciptakan dari tanah. Bagi orang yang sombong, alasan kecil pun bisa menjadi besar akibat rasa gengsi untuk menerima kebenaran. Orang yang sombong sulit menerima kebenaran karena hatinya telah dibutakan oleh hawa nafsu. Dirinya senantiasa ingin dipuji, disanjung, dan dimuliakan.

Padahal sikap yang demikian sebenarnya adalah tanda dari kehinaan dirinya sendiri. Ia ingin dipandang tinggi padahal ternyata sesungguhnya ia rendah. Dia ingin dipandang mulia padahal sesungguhnya dia hina. Kesempatan memperbaiki diri menjadi tertutup karena ia dibutakan oleh hewan nafsunya sendiri sehingga tidak bisa melihat jalan yang lurus. Dan ia pun tersesat.

Rasulullah saw bersabda, Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi. Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seseorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Rasulullah menjawab, Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. (HR. Muslim). (KH. Abdullah Gymnastiar)