Kembali Tembus Gaza, Freedom Flotilla Kembali Kirim Armada

DAARUTTAUHIID.ORG | GAZA — Koalisi Freedom Flotilla (FFC) akan kembali berlayar pada Ahad menuju Gaza dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan simbolis ke daerah kantong yang terkepung dan hancur akibat genosida yang dilakukan Israel, demikian pernyataan organisasi tersebut pada Senin (7/7/2025) lalu.

FFC meluncurkan Handala, yang akan membawa bantuan kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa dan pesan-pesan solidaritas kepada warga Palestina yang kelelahan dan putus asa di daerah kantong tersebut. Armada itu akan menjadi simbol perlawanan terhadap ancaman Israel.

Bulan lalu, organisasi yang sama meluncurkan kapal Madleen, yang disita oleh angkatan laut Israel di perairan internasional. Para awak Madleen, termasuk Greta Thunberg ditahan, dikutip dari laman The New Arab, Rabu (9/7/2025).

Selain aktivis iklim asal Swedia, anggota parlemen Prancis-Palestina Rima Hassan, dan reporter Mubasher Al Jazeera asal Prancis, Omar Faiad ditangkap Israel.

Aktivis lainnya yang berada dalam armada kapal tersebut yakni Yasemin Acar dari Jerman, Suayb Ordu dari Turki dan Thiago Avila dari Brasil.

Banyak dari para aktivis tersebut ditahan selama berhari-hari di tahanan Israel dan mengalami pelecehan, sebelum akhirnya dideportasi ke negara masing-masing. Perlakuan Israel terhadap awak kapal Freedom Flotilla memicu kecaman global.

Sama seperti Madleen, kapal Handala akan berlayar dari Sisilia, Italia. Di dalam kapal tersebut akan ada pengacara, aktivis, petugas medis sukarelawan dan jurnalis, kata koalisi tersebut, bersama dengan bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa dan pesan solidaritas dari orang-orang di seluruh dunia yang menolak untuk tinggal diam ketika Gaza kelaparan, dibom dan terkubur di bawah reruntuhan.

FFC telah berlayar ke Gaza sejak 2010, dalam upaya untuk mematahkan blokade Israel atas daerah kantong Palestina tersebut. Israel memberlakukan pengepungan di Gaza pada tahun 2007 setelah Hamas menguasai wilayah itu, dan mengintensifkan pengepungannya di tengah perang yang diluncurkan pada Oktober 2023.

Sangat sedikit bantuan yang masuk ke Gaza sejak saat itu, yang mengakibatkan kelaparan dan meningkatnya kasus malnutrisi dan dehidrasi di kalangan pria, wanita, anak-anak, dan orang tua.

“Kami bukan pemerintah. Kami adalah orang-orang, yang mengambil tindakan di mana lembaga-lembaga telah gagal,” kata FFC dalam siaran pers resmi pada Senin.

Rima Hassan memposting di X: “Kapal Freedom Flotilla berikutnya akan berangkat dalam beberapa hari lagi.”

Namun, belum jelas siapa saja aktivis yang akan ikut serta dalam kapal tersebut dan apakah Rima Hassan akan kembali berpartisipasi

Kapal tersebut dinamai sesuai dengan karakter ikonik Palestina, Handala, seorang anak pengungsi berambut runcing yang melawan ketidakadilan, yang diciptakan oleh kartunis politik Naji al-Ali.

Karakter Handala kemudian menjadi salah satu simbol nasional yang paling terkenal dari rakyat Palestina dan perjuangan mereka. Kapal sebelumnya, Madleen, dinamai Madleen Kulab, satu-satunya wanita nelayan di Gaza.

Kapal Handala sebelumnya telah berlayar ke pelabuhan-pelabuhan di seluruh Eropa dan Inggris pada tahun 2023 dan 2024, menarik perhatian publik. “Misi ini adalah untuk anak-anak Gaza,” kata FFC.**

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


DAARUTTAUHIID.ORG