Aa Gym: Sayangi Keluarga dengan Doa dan Kepedulian Akhirat
DAARUTTAUHIID.ORG | Sering kali, kasih sayang kepada keluarga hanya terwujud dalam bentuk materi: membelikan pakaian, menyekolahkan anak, menyediakan makanan, atau memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, cinta yang sejati seharusnya juga menyentuh sisi spiritual. Salah satu bentuk kasih yang paling tulus adalah mendoakan keluarga agar selamat dunia dan akhirat.
Seberapa sering kita benar-benar memanjatkan doa dengan linangan air mata, memohon kepada Allah agar anak-anak dan pasangan hidup kita dijauhkan dari kesesatan, diselamatkan dari kematian dalam keadaan su’ul khatimah (akhir hidup yang buruk), dan diberi kehidupan yang berkah?
Jangan sampai keluarga yang kita cintai justru menjadi penghuni kubur yang tersiksa, melolong kesakitan karena tidak ada amal yang menyelamatkan mereka.
Allloh Ta’ala berfirman dalam surat At-Tahrim ayat 6 yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Kita harus ingat bahwa akhirat adalah nyata. Neraka bukan sekadar gambaran simbolik, melainkan azab yang sangat pedih, di mana orang-orang yang berdosa bisa menjadi peminum lahar dan nanah panas, kepalanya meletup, tubuhnya hangus, dan kembali disiksa lagi. Na’udzubillah.
Karenanya, jika kita benar-benar mencintai keluarga, kita tidak hanya fokus pada urusan dunia seperti pakaian, sepatu, dan pendidikan formal. Kita harus mulai memikirkan di mana posisi mereka kelak di akhirat. Sudahkah mereka kenal Allah? Sudahkah mereka rajin salat? Apakah mereka sudah tahu hakikat hidup?
Doa yang tulus, bimbingan akhlak, serta teladan iman dalam keluarga adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan. Jangan menunggu ajal mendekat. Mulailah dari sekarang, rawat keluarga dengan iman, bukan sekadar dengan fasilitas. (KH. Abdullah Gymnastiar)