Ucapan Istigfar Sebagai Pembuka Pintu Taubat

DAARUTTAUHIID.ORG | Mengucapkan istighfar merupakan bentuk permohonan ampun seorang hamba kepada Allah Ta’ala. Lafaz Astaghfirullah al-‘azim biasanya diucapkan ketika seorang muslim berzikir, yang bermakna “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

Amalan istighfar memiliki keutamaan yang sangat besar. Hal ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang beristighfar puluhan hingga ratusan kali setiap hari. Dalam riwayat disebutkan bahwa beliau beristighfar sebanyak 70 kali, dan dalam riwayat lain mencapai 100 kali dalam sehari.

Di antara keutamaan istighfar adalah:

1. Menghapuskan Dosa

Istighfar dapat menghapus dosa-dosa maksiat dan menjaga seseorang dari azab yang pedih, selama disertai dengan taubat yang sungguh-sungguh. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan tidaklah Allah akan mengazab mereka selama mereka memohon ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa Allah tidak akan mengazab hamba yang beristighfar, karena istighfar itu sendiri menghapuskan dosa—dan dosa itulah penyebab turunnya azab. Ketika dosa diampuni, maka azab pun sirna.

2. Membuka Pintu Rezeki dan Memudahkan Urusan

Istighfar juga menjadi jalan terbukanya rezeki serta solusi dari berbagai kesulitan. Rasulullah bersabda:

“Barang siapa membiasakan diri beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, kebahagiaan dari setiap kesedihan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Hal ini ditegaskan pula dalam firman Allah melalui kisah Nabi Nuh ‘alaihis salam:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu—sesungguhnya Dia Maha Pengampun—niscaya Dia akan menurunkan hujan dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta menyediakan bagimu kebun-kebun dan sungai-sungai.”
(QS. Nuh: 10–12)

Pada akhirnya, harapan kita melalui istighfar adalah agar Allah Ta’ala menghapus segala keburukan dalam diri kita. Namun perlu diingat, istighfar adalah permohonan lisan seorang hamba, sedangkan taubat adalah bukti usaha yang memperbaiki diri. Wallahu a‘lam bish-shawab. (Arga)