Krisis Kemanusiaan di Gaza: Ancaman Cuaca Ekstrem dan Desakan Evakuasi Medis bagi Ribuan Pasien
DAARUTTAUHIID.ORG | GAZA – Kondisi warga sipil di jalur Gaza kian mengkhawatirkan seiring datangnya cuaca buruk yang mengancam keselamatan para pengungsi.
Seruan agar dunia internasional dan lembaga kemanusiaan segera bertindak terus digaungkan demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa serta menjaga sisi kemanusiaan warga Palestina.
Ancaman Badai dan Suhu Dingin Kutub Pakar meteorologi Palestina, Laith Al-Alami, mengungkapkan bahwa wilayah tersebut tengah diterjang sistem tekanan rendah yang cukup ekstrem.
Sejak awal pekan hingga Selasa malam, massa udara dingin dari kutub bergerak masuk, memicu penurunan suhu yang signifikan secara mendadak.
Kondisi ini diprediksi membawa angin kencang di wilayah pesisir serta hujan lebat yang merata di seluruh kawasan Gaza.
Selain risiko banjir di area pengungsian, Al-Alami memperingatkan bahwa kecepatan angin yang tinggi menjadi ancaman nyata bagi kekuatan tenda-tenda darurat, yang dapat menyebabkan kerusakan bangunan tidak stabil dan membahayakan keselamatan penghuninya.
Darurat Medis: 18.500 Orang Menanti Pertolongan Di sisi lain, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, memaparkan data memprihatinkan mengenai krisis kesehatan di Gaza.
Saat ini, terdapat lebih dari 18.500 pasien yang memerlukan tindakan evakuasi medis secepatnya agar bisa mendapatkan perawatan yang layak.
Ironisnya, dari jumlah tersebut, sekitar 4.000 di antaranya adalah anak-anak yang kondisinya sangat kritis. Ghebreyesus mendesak komunitas global untuk membuka pintu bagi para pasien dari Gaza.
Ia juga meminta agar akses evakuasi medis menuju rumah sakit di Tepi Barat dan Yerusalem Timur segera dipulihkan guna menyelamatkan nyawa mereka yang sedang di ujung tanduk. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
