Aa Gym: Hidup Sederhana Bukan Tanda Kurang, Tapi Bentuk Kasih Sayang Allah
DAARUTTAUHIID.ORG | Kadang kita merasa hidup sederhana itu tanda bahwa Allah belum memberi lebih. Padahal, kesederhanaan bukanlah bentuk “pelit” dari Allah. Bisa jadi, itu cara Allah melindungi kita, karena kita belum siap memikul sesuatu yang lebih besar. Dalam hidup yang tenang dan apa adanya, ada banyak sekali hikmah yang sering kita lewatkan.
Pertama, hidup sederhana membuat kita jauh dari sifat sombong.
Ketika tidak ada yang perlu dipamerkan, hati menjadi lebih lembut. Dan kalaupun kita punya sesuatu, kita tahu itu semua hanya titipan dari Allah, bukan karena hebatnya diri kita.
Kedua, kita terhindar dari iri dan dengki orang lain.
Orang tidak akan cemburu pada sesuatu yang biasa saja. Tidak ada yang mau mendengki barang sederhana, apalagi ketika mereka punya yang jauh lebih baik.
Ketiga, semuanya jadi mudah dirawat dan ditata.
Tidak banyak barang berarti tidak banyak kekhawatiran. Hati jadi lebih damai karena tidak takut kehilangan atau rusak. Hidup terasa ringan, tidak banyak yang membebani pikiran.
Keempat, rumah dan diri kita tidak menarik perhatian orang jahat.
Kesederhanaan sering kali membuat para pencuri berpikir dua kali. Bahkan, bukannya ingin mengambil, bisa jadi mereka justru merasa iba melihat kehidupan yang bersahaja.
Kelima, hisab kita lebih ringan kelak di hari akhir.
Semakin banyak yang kita punya, semakin banyak pula yang akan ditanya. Hidup sederhana membuat tanggung jawab kita lebih mudah dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Pada akhirnya, kesederhanaan mengajarkan kita untuk selalu bersyukur. Kita belajar merasa cukup, tidak berlebihan, dan menggunakan apa yang ada dengan bijak. Allah sendiri mengingatkan kita untuk selalu mengingat-Nya dan menghargai nikmat yang telah Ia berikan:
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 152)
Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menikmati indahnya hidup sederhana, karena justru di situlah ketenangan banyak ditemukan.
