Aa Gym: Orang Ikhlas Ialah Orang yang Mampu Menata Hati

DAARUTTAUHIID.ORG | Dalam kehidupan modern yang penuh tuntutan dan pencitraan, banyak orang terjebak dalam keinginan untuk terlihat “berhasil” di mata manusia. Bahkan tak jarang seseorang memaksakan diri mencicil barang mewah demi dianggap mampu.

Kita hendaknya mengingat bahwa hidup akan terasa ringan jika kita tidak terikat pada pandangan manusia. Bebas dari keinginan dipuji, diakui, atau diperlakukan istimewa akan membuat hati lebih tenang dan jiwa lebih merdeka.

Salah satu kebahagiaan terbesar adalah ketika kita tidak menjadikan manusia sebagai pusat perhatian kita, melainkan Alloh Ta’ala semata. Meningkatkan kualitas diri bukan untuk mencari pengakuan, tetapi karena itu adalah bentuk ibadah. Saat kita memperbaiki diri, lalu orang lain tidak peduli atau bahkan meremehkan, tak perlu kecewa. Penilaian manusia bukanlah tujuan akhir kita.

Jika kita menasihati pasangan, anak, atau orang lain, lalu mereka tak menggubris, itu pun tak menjadi soal. Yang penting niatnya lurus, caranya baik, dan ikhlas karena Alloh Ta’ala. Kita tidak bertanggung jawab atas hasil, tetapi bertanggung jawab atas niat dan usaha kita.

Sikap ini akan melahirkan ketenangan sejati. Tidak mudah kecewa, tidak terseret arus validasi sosial. Kita tidak perlu membuktikan apapun kepada siapa pun. Yang terpenting adalah bagaimana Allah menilai amal dan hati kita.

Hidup menjadi lebih ringan saat kita berhenti berharap dari manusia, dan mulai berharap hanya kepada Allah. Maka, mari tata hati, bersihkan niat, dan jalani hidup sebagai ibadah, bukan sebagai pertunjukan. (KH. Abdullah Gymnastiar)