Bagaimana Wakaf Produktif Bisa Membangun Kembali Sumatera Pasca Bencana?

DAARUTTAUHIID.ORG | SUMATERA — Bagi para penyintas di pengungsian, kabar mengenai pembangunan kembali masjid memberikan energi baru. Kehadiran program ini memastikan bahwa rekonstruksi fasilitas ibadah tidak akan terhenti di tengah jalan karena kekurangan dana.

Satu kali berwakaf, pahalanya terus mengalir seiring berputarnya roda bisnis produktif, dan manfaatnya dirasakan nyata oleh para korban banjir dalam bentuk fisik masjid yang lebih kokoh dan nyaman.

Mekanisme “Investasi Akhirat” yang Berkelanjutan

Skema yang dijalankan Wakaf DT untuk Sumatera ini terbilang unik dan visioner:

  • Penghimpunan Dana: Wakaf tunai dikumpulkan dari masyarakat melalui kampanye Cash Wakaf for Humanity.
  • Produktivitas Modal: Dana tersebut dikelola sebagai modal kerja di sektor riil produktif milik DT, seperti peternakan, perkebunan, atau unit ritel lainnya yang dikelola secara profesional.
  • Alokasi Surplus: Hasil keuntungan (surplus) dari pengelolaan bisnis produktif inilah yang kemudian dialokasikan secara rutin untuk pemulihan Sumatera.
  • Fokus Pembangunan: Prioritas utama adalah pembangunan kembali dan perbaikan fasilitas ibadah yang rusak agar masyarakat bisa kembali bersujud dengan layak.

Dengan model ini, nilai pokok wakaf tetap utuh dan terus berputar di sektor ekonomi, sementara “buah” atau keuntungan dari bisnis tersebut menjadi sumber dana abadi untuk membangun masjid-masjid di pelosok Sumatera yang terdampak banjir.

Banjir mungkin telah melenyapkan harta benda, namun melalui sinergi wakaf produktif, masyarakat Sumatera diingatkan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Harapan itu kini sedang dibangun kembali—pelan namun pasti—lewat tiap rupiah wakaf yang diproduktifkan untuk kemanusiaan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG