Inspirasi dari Papua: Pison Kogoya Rela Lepas Tiket Liburan Demi Bantu Korban Banjir Sumatera
DAARUTTAUHIID.ORG | JAYAPURA – Sebuah kisah mengharukan datang dari pedalaman Papua Pegunungan. Pison Kogoya, seorang siswa sekolah dasar, menjadi perbincangan hangat setelah memutuskan untuk membatalkan rencana liburannya demi membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah banjir bandang di Sumatera.
Pison sejatinya telah menabung selama satu tahun penuh di dalam celengan berbentuk Doraemon. Uang tersebut ia kumpulkan dengan mimpi bisa berlibur ke Jayapura, menikmati keindahan Danau Sentani, hingga bersantai di pantai sambil minum air kelapa. Namun, saat melihat tayangan berita mengenai penderitaan para korban banjir di Sumatera, hatinya tergerak.
Relakan Tabungan Satu Tahun
Dalam unggahan video yang viral melalui akun Instagram @merawatpapua, Pison terlihat membongkar celengannya dan menghitung setiap koin serta lembaran uang miliknya.
Dari total tabungan sebesar Rp 1.653.000, Pison menyisihkan Rp 163.000 untuk kebutuhan hewan peliharaannya, sementara Rp 1.500.000 sisanya ia donasikan sepenuhnya melalui platform digital.
“Tidak jadi ke Jayapura, uangnya untuk Sumatera yang banjir,” ujar Pison polos namun tegas saat dikonfirmasi oleh gurunya. Di akhir video, ia juga mengirimkan pesan menyentuh: “Untuk teman-teman di Sumatera, semangat ya. Peluk jauh dari Papua.”
Aksi tulus Pison ini menuai gelombang apresiasi dari netizen yang merasa malu sekaligus bangga atas kedewasaan berpikir bocah tersebut di tengah keterbatasannya.
Wakaf DT Turut Salurkan Mushaf Al-Qur’an ke Lokasi Bencana
Sejalan dengan semangat kepedulian yang ditunjukkan Pison, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) juga turut bergerak cepat di lokasi bencana Bersama DT Peduli. Selain bantuan logistik primer, Wakaf DT mengambil peran khusus dengan menyalurkan mushaf Al-Qur’an bagi warga terdampak banjir di Sumatera.
Penyaluran mushaf ini bertujuan untuk mengganti Al-Qur’an warga yang rusak atau hanyut terbawa arus banjir, sekaligus menjadi dukungan spiritual agar para korban tetap kuat dan tegar menghadapi ujian.
“Kami ingin memastikan bahwa di tengah pemulihan fisik dan infrastruktur, kebutuhan rohani warga juga terpenuhi. Al-Qur’an ini diharapkan menjadi sumber kekuatan bagi mereka,” ujar perwakilan pihak Wakaf DT.
Sinergi kebaikan antara individu seperti Pison dan lembaga seperti Wakaf DT menunjukkan bahwa jarak ribuan kilometer dari Papua hingga Sumatera bukanlah penghalang untuk saling menguatkan dalam ikatan kemanusiaan. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
