Makna Bacaan Sadaqallahul’azdim Setelah Membaca Al-Qur’an

DAARUTTAUHIID.ORG | Setelah selesai membaca Al-Qur’an, pada umumnya umat Islam terbiasa mengucapkan kalimat shadaqallahul ‘azim. Ungkapan ini bukan hanya penutup bacaan, melainkan cerminan rasa hormat, pengagungan, dan keyakinan terhadap kemuliaan firman Allah Ta’ala.

Secara harfiah, shadaqallahul ‘azim berarti: “Benarlah Allah yang Maha Agung.” Kalimat ini tersusun dari kata shadaqa (صَدَقَ) yang bermakna “telah benar”, Allah Ta’ala sebagai nama Tuhan Yang Maha Esa, dan al-‘azhim (الْعَظِيْم) yang berarti “Yang Maha Agung”. Gabungan tiga kata ini merupakan bentuk pengakuan tulus bahwa seluruh isi Al-Qur’an adalah kebenaran mutlak dari Allah Ta’ala, tanpa ada keraguan sedikit pun.

Ucapan ini lebih dari sekadar kata-kata. Ia merupakan ekspresi iman dan bentuk tasdiq pembenaran terhadap kebenaran wahyu yang diturunkan langsung oleh Sang Pencipta. Dengan mengucapkannya, seorang Muslim memperkuat keyakinan bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab bacaan, melainkan pedoman hidup yang harus direnungi dan diamalkan.

Walaupun tidak ditemukan dalil yang secara eksplisit mewajibkan atau menganjurkan secara khusus ucapan ini setelah membaca Al-Qur’an, kebiasaan tersebut telah menjadi bagian dari adab dan etika keislaman yang dihargai oleh banyak kalangan. Ini adalah bentuk kesopanan ruhani menutup bacaan wahyu dengan kalimat penghormatan, bukan sekadar diam atau beranjak pergi.

Mengucapkan shadaqallahul ‘azim juga menunjukkan rasa syukur karena telah diberi kesempatan membaca ayat-ayat suci. Ia mengingatkan pembacanya bahwa yang sedang dibaca adalah petunjuk hidup dari Tuhan, bukan sekadar teks biasa.

Maka, meskipun tidak wajib, ucapan ini tetap menjadi amalan yang baik. Ia mengandung nilai spiritual dan edukatif mengajak pembacanya untuk menghormati Al-Qur’an, mempertebal iman, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap wahyu Ilahi.