SPS Eco Pesantren DT dan DT Peduli Gelar Edukasi Mitigasi Bencana serta Aksi Shodaqoh untuk Korban Sumut

Parongpong, 3 Desember 2025 – Satuan PAUD Sejenis (SPS) Eco Pesantren Darul Tauhiid (DT) bekerja sama dengan DT Peduli menyelenggarakan kegiatan edukasi mitigasi bencana pada Rabu, 3 Desember 2025, di Aula Eco Pesantren 1. Acara yang diikuti oleh 70 siswa ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang penanggulangan bencana, tetapi juga mengamalkan nilai shodaqoh melalui pengumpulan dan penyaluran donasi bagi korban bencana alam di Sumatera Utara dan sekitarnya.

Kegiatan dimulai dengan penayangan video edukatif yang menampilkan contoh nyata penanganan bencana serta langkah‑langkah persiapan yang dapat diambil oleh masyarakat. Setelah itu, narasumber dari DT Peduli menyampaikan materi tentang jenis‑jenis bencana, cara mengurangi risiko, serta peran aktif komunitas dalam proses pemulihan.

“Mitigasi bencana bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui edukasi sejak dini, kami berharap generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang siap melindungi diri dan lingkungan sekitar,” ujar staff DT Peduli, Ali, dalam sambutannya.

Setelah sesi materi, para siswa diajak untuk berpartisipasi dalam aksi shodaqoh. Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui DT Peduli untuk membantu korban banjir dan longsor di Sumatera Utara. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh siswa, guru, dan pihak yang telah berpartisipasi. Semoga amal ini menjadi kebaikan yang terus mengalir,” tambah Ali.

Kepala SPS Eco Pesantren DT, Ahmad Syaikhoni, menyampaikan apresiasi atas antusiasme siswa. “Kegiatan ini sejalan dengan visi pesantren untuk mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan peduli sosial. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang,” katanya.
Donasi yang terkumpul berjumlah Rp 2.301.000,-

Acara diakhiri dengan sesi tanya‑jawab, foto bersama, dan penutupan doa bersama. Dengan adanya edukasi mitigasi bencana dan aksi shodaqoh ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari‑hari serta membantu sesama yang terdampak bencana.