Jangan Jadi Penyebar Masalah

Sahabat yang baik, Jangan Jadi Penyebar Masalah. Ada cerita menarik dari bahaya lisan.

Cerita Pertama, Tentang Gaji

Seorang penjaga toko ditanya oleh temannya,
“Berapa gajimu dalam satu bulan?”

Dia menjawab,
“Saya dibayar 1,5 juta/ bulan”

Temannya terkejut,
“Hanya 1,5 juta? Apakah keringatmu menjaga toko dalam satu bulan dibayar semurah itu?”

Lalu penjaga toko pun protes dan ingin gajinya dinaikkan oleh pemilik toko. Namun pemilik toko menyampaikan bahwa keadaannya memang seperti ini, sedang sulit. Tetapi kemudian mereka berdebat dan akhirnya penjaga toko pun diphk.

Cerita Kedua, Tentang Rumah

Saat sedang arisan di rumah seorang Ibu, tiba-tiba temannya bertanya,
“Apakah rumahmu tidak terlalu sempit untuk keluargamu yang banyak, kan anak-anakmu juga banyak?”

Obrolan ini membuat ibu pemilik rumah berpikir untuk membeli rumah baru dengan cara kredit ke bank. Dan akhirnya keluarga Ibu tersebut terlilit hutang yang sangat besar.

Cerita Ketiga, Tentang Nafkah Suami

Seorang kaka laki-laki bertanya pada adiknya yang baru melahirkan,
“Apa hadiah yang suamimu berikan setelah kamu melahirkan?”

Adiknya menjawab,
“Tidak Ada”

Sang kaka heran,
“Hah Tidak Ada? Tidak berarti kah kamu di mata suamimu? Aku saja sering memberikan hadiah kepada istriku, walau tanpa ada momen yang spesial.”

Kemudian, saat sang suami pulang dalam keadaan lelah setelah bekerja, bukan pelayanan yang diberikan, namun istri menjadi cemberut dan sering menuntut, sehingga rumah tangga mereka dihadapi dengan saling cekcok. Akhirnya sebulan kemudian, mereka bercerai.

Komentar negatif ternyata berdampak besar. Kita sering kehilangan rasa syukur dan menjadi tidak puas atas nikmat yang Alloh berikan.

Hati-hati, jangan sampai kita dicatat Alloh menjadi perusak akhlak orang lain. Karena setiap ucapan, pasti dicatat, diperhitungkan dan ada balasannya.

Maka cara paling baik adalah,
فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Berkata baik atau diam”

Sahabat, semoga Alloh menolong kita agar dapat menjaga lisan ini, sehingga kita tidak terjerumus ke dalam penyebar masalah. Aamiin.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *