Pentingnya Menanamkan Mindset Tawakal dan Ikhtiar Dalam Berbisnis
DAARUTTAUHIID.ORG | Dalam dunia bisnis, mindset adalah kunci utama yang menentukan arah dan keberhasilan seseorang. Seorang pengusaha tidak hanya dituntut untuk memiliki keterampilan teknis, manajerial, maupun kemampuan membaca peluang, tetapi juga perlu memiliki pola pikir (mindset) yang tepat. Bagi seorang Muslim, mindset entrepreneur bukan sekadar urusan strategi mencari keuntungan, melainkan juga sarana untuk mengabdi kepada Allah Ta’ala.
Ikhtiar: Usaha Maksimal dengan Cara Halal
Islam menekankan pentingnya bekerja keras dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Sebaik-baik makanan yang dimakan seseorang adalah dari hasil usahanya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Dawud makan dari hasil kerja tangannya sendiri.” (HR. Bukhari).
Seorang entrepreneur Muslim harus memahami bahwa kerja keras adalah bentuk ibadah. Namun, usaha tersebut tidak boleh menghalalkan segala cara. Kejujuran, transparansi, dan keadilan harus menjadi nilai utama dalam setiap langkah bisnis. Dengan begitu, keuntungan yang diperoleh bukan hanya sekadar materi, tetapi juga keberkahan.
Tawakal: Berserah Diri Setelah Berusaha
Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan sikap berserah diri kepada Allah setelah ikhtiar maksimal dilakukan. Dalam bisnis, sering kali ada hal-hal di luar kendali: fluktuasi pasar, kondisi ekonomi, atau bahkan persaingan yang ketat. Di titik inilah tawakal memainkan peran penting.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).” (QS. Ath-Thalaq: 3).
Dengan tawakal, seorang entrepreneur Muslim tidak akan mudah stres, putus asa, atau merasa hancur ketika menghadapi kegagalan. Sebaliknya, ia tetap optimis, sabar, dan percaya bahwa Allah sudah menyiapkan rezeki terbaik sesuai takdir-Nya.
Mindset entrepreneur Muslim adalah memadukan dua hal: usaha maksimal dengan cara halal (ikhtiar) dan berserah diri penuh kepada Allah (tawakal). Keduanya tidak boleh dipisahkan. Jika hanya berikhtiar tanpa tawakal, maka akan mudah sombong ketika sukses dan hancur ketika gagal. Sebaliknya, jika hanya bertawakal tanpa ikhtiar, itu sama saja dengan kemalasan yang tidak diajarkan Islam.
Seorang entrepreneur Muslim harus yakin bahwa bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga ladang amal. Dengan mengutamakan ikhtiar yang halal, dibingkai tawakal, serta dibarengi niat ibadah, maka setiap langkah usaha akan bernilai pahala. Inilah mindset sejati yang harus dimiliki oleh setiap pengusaha muslim, berbisnis untuk mencari keberkahan, bukan hanya keuntungan.
