Pentingnya Wakaf Qur’an Ditengah Bencana Menimpa Sumatra

DAARUTTAUHIID.ORG | Bencana alam yang menimpa berbagai daerah di di Sumatra banyak menyisakan duka dan kerugian materi. Seperti masjid yang terendam, dan sekolah yang hancur, ribuan mushaf Al-Qur’an turut hilang, rusak, atau tidak lagi layak digunakan.

Bagi masyarakat terdampak bencana, Al-Qur’an merupakan sumber ketenangan, harapan, dan kekuatan untuk tetap kuat. Oleh karenanya, wakaf Al-Qur’an menjadi program yang penting untuk dilakukan. Karena setiap Al-quran yang diwakafkan dapat menjadi sarana ibadah, pengajaran, dan penguatan akhlak, baik di masjid, musala, pos pengungsian, maupun sekolah darurat.

Situasi bencana di Sumatra memperlihatkan bahwa kebutuhan akan Al-Qur’an sering kali belum menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat. Fokus bantuan umumnya tertuju pada pangan, sandang, dan papan.

Padahal, pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Wakaf Al-Qur’an hadir untuk mengisi ruang tersebut, membantu masyarakat bangkit dengan kekuatan iman dan keteguhan hati.

Selain itu, wakaf Al-Qur’an memiliki nilai keberlanjutan. Mushaf yang diwakafkan akan terus dibaca, dipelajari, dan diajarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Setiap huruf yang dibaca menjadi aliran pahala yang tidak terputus bagi pewakaf, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam tentang amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski seseorang telah wafat.

Dalam konteks Sumatra yang rawan bencana, wakaf Al-Qur’an juga menjadi bagian penting untuk membangun kembali peradaban berbasis tauhid. Masjid dan sekolah yang kembali berdiri memerlukan Al-Qur’an sebagai pusat pembinaan umat. Anak-anak yang kehilangan buku mengaji membutuhkan mushaf baru untuk melanjutkan proses belajar mereka. Para pengungsi membutuhkan Al-Qur’an sebagai teman doa di tengah keterbatasan.

Oleh karena itu, wakaf Al-Qur’an adalah ajakan untuk berbagi harapan. Setiap mushaf yang kita wakafkan adalah pesan bahwa mereka tidak sendiri, bahwa masih ada tangan-tangan peduli yang ingin membersamai proses pemulihan. Di tengah bencana, wakaf Al-Qur’an menjadi cahaya kecil yang menuntun langkah, menenangkan hati, dan menguatkan iman.

Saatnya menjadikan wakaf Al-Qur’an sebagai bagian dari solidaritas kemanusiaan. Bukan hanya untuk mengganti yang hilang, tetapi untuk menumbuhkan kembali semangat beribadah, belajar, dan bertahan.