Ramadan di Balik Reruntuhan: Menyalakan Lentera Harapan untuk Sumatra melalui Wakaf Daarut Tauhiid

DAARUTTAUHIID.ORG | SUMATRA – Di bawah temaram lampu darurat dan atap tenda pengungsian yang sesekali bergetar ditiup angin malam, sayup-sayup terdengar suara lantunan ayat suci.

Ramadan tahun ini di beberapa wilayah Sumatra tidak disambut dengan kemeriahan lampu hias atau kenyamanan karpet masjid yang empuk. Sebaliknya, ia datang di tengah puing-puing sisa bencana yang masih basah.

Bagi saudara-saudara kita di sana, semangat untuk menjemput keberkahan bulan suci tak sedikit pun luntur. Namun, realita di lapangan seringkali menjadi tembok besar.

Bayangkan keinginan kuat untuk bertadarus, namun Al-Qur’an kesayangan telah hanyut terbawa banjir atau tertimbun lumpur. Bayangkan rindu sujud Tarawih berjamaah, namun masjid tempat bernaung kini rata dengan tanah.

Iman yang Tak Terbendung Kondisi

“Kami ingin sekali puasa dan Tarawih seperti biasa, tapi masjid kami rusak berat. Al-Qur’an pun banyak yang hancur,” ungkap salah satu warga penyintas dengan mata berkaca-kaca.

Semangat ibadah yang menggebu-gebu ini adalah aset langit yang harus kita jaga. Di sinilah Wakaf Daarut Tauhiid (DT) hadir sebagai jembatan kebaikan, memastikan cahaya Ramadan tetap benderang meski di tengah keterbatasan melalui berbagai program strategis.

Untuk meringankan beban sekaligus mengokohkan ibadah para penyintas bencana, Wakaf DT menginisiasi tiga program utama yang bisa menjadi ladang pahala jariyah bagi kita semua:

1. Cash Wakaf for Humanity

Program ini menjadi “oksigen” bantuan darurat. Melalui wakaf uang, bantuan dikonversi menjadi kebutuhan mendesak para pengungsi, mulai dari pemenuhan pangan untuk sahur dan berbuka hingga kebutuhan sanitasi yang layak di posko pengungsian.

2. Wakaf Mushaf Al-Qur’an

Memberikan pengganti bagi lembar-lembar wahyu yang hilang. Setiap huruf yang mereka baca di tengah ujian ini akan mengalirkan pahala yang berlipat ganda bagi pemberi wakaf, menjadi penghibur lara bagi mereka yang rindu berinteraksi dengan kalam-Nya.

3. Wakaf BISA (Bersama untuk Sesama)

Fokus pada pemulihan jangka panjang. Bencana mungkin meruntuhkan bangunan masjid, namun Wakaf BISA berkomitmen membangun kembali tempat sujud yang lebih kokoh, agar syiar Islam di pelosok Sumatra tidak terhenti hanya karena bencana.

Investasi Akhirat di Bulan Mulia

Ramadan adalah momentum di mana setiap amalan dilipatgandakan, apalagi amalan wakaf yang sifatnya abadi (jariyah). Membantu saudara di Sumatra bukan sekadar memberi makan, melainkan memberi mereka kekuatan untuk tetap tegak berdiri menghadap Sang Khalik di tengah ujian.

Jangan biarkan saudara kita berjuang sendirian dalam gelap. Mari jadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna dengan menyisihkan sebagian harta melalui Wakaf Daarut Tauhiid. Karena setiap rupiah wakaf yang Anda berikan adalah bata-bata harapan bagi mereka untuk kembali bangkit.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji…” (QS. Al-Baqarah: 261). (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG