Perkuat Ekonomi Umat, Tim Wakaf Produktif DT Tinjau Aset dan Potensi Bisnis di Ciamis
WAKAFDT.ORG | CIAMIS – Dalam upaya memastikan keberlangsungan dan optimalisasi aset umat, tim Wakaf Produktif Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bersama Lajnah Syariah melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik aset wakaf produktif di Kota Ciamis pada Rabu (15/04/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan unit bisnis yang sudah berjalan sekaligus menjajaki peluang ekspansi kerjasama baru di wilayah Priangan Timur.
Monitoring Bisnis dan Penjajakan Potensi Baru
Terdapat tiga titik utama yang menjadi fokus peninjauan tim di Kota Ciamis:
- MABASA (Makaroni Banyak Rasa): Meninjau unit usaha yang telah menjalin kemitraan erat dengan Wakaf DT selama beberapa tahun terakhir. Sinergi ini terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi mikro berbasis wakaf.
- Kandang Ayam Paranje: Memastikan operasional peternakan ayam berkapasitas sekitar 12.000 ekor berjalan optimal dan sesuai standar manajemen yang ditetapkan.
- Rencana Peternakan Domba Unggul: Melakukan survei lokasi dan studi kelayakan untuk rencana pembangunan kandang peternakan domba kualitas unggul sebagai diversifikasi portofolio wakaf produktif.
Wujud Tanggung Jawab kepada Muwakif
Kegiatan ini merupakan bentuk transparansi dan tanggung jawab Wakaf DT dalam mengelola amanah dana yang dititipkan oleh para donatur (muwakif).
Riyadi Suryana, Manager Wakaf Produktif, menegaskan bahwa pemantauan langsung sangat krusial untuk memastikan setiap rupiah dana wakaf dikelola secara profesional.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada mitra usaha dan juga para muwakif. Kami ingin memastikan dana yang dititipkan mampu dimaksimalkan sebagaimana mestinya, sehingga hasilnya bisa kembali dirasakan manfaatnya oleh muwakif dan para penerima manfaat (mauquf ‘alaihi),” ujar Riyadi.
Kawal Aspek Syariah dan Profitabilitas
Tak hanya soal keuntungan materi, kehadiran Lajnah Syariah yang diwakili oleh Ustadz Mulyadi Al Fadhil bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh lini bisnis tetap berpijak pada koridor syariat.
“Kami hadir untuk memastikan agar kerjasama dan bisnis yang dilakukan tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi tetap terjaga kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Bisnis wakaf harus berkah sekaligus kompetitif,” jelas Ustadz Mulyadi.
Melalui langkah strategis ini, Wakaf DT berharap ekosistem ekonomi produktif di Ciamis dapat terus berkembang, menjadi motor penggerak ekonomi umat, dan memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
