Pak Dahlan di Riseh Teungoh: Disitu Dulu Ada Masjid yang Indah

DAARUTTAUHIID.ORG | ACEH UTARA – Gemericik air Sungai Riseh kini terdengar berbeda di telinga Pak Dahlan. Bagi warga Desa Riseh Teungoh ini, suara aliran air itu bukan lagi sekadar musik alam, melainkan pengingat pilu tentang sebuah peristiwa di November 2025. Di titik di mana air mengalir deras sekarang, dulunya berdiri tegak kebanggaan warga: Masjid At-Taqarrub.

Banjir bandang akhir tahun lalu memang tak menyisakan bangunan fisik, namun ia gagal menghanyutkan ingatan kolektif warga tentang rumah ibadah mereka.

Kenangan di Atas Puing yang Hilang

Sambil berdiri di tepi sungai, jemari Pak Dahlan menunjuk ke arah ruang kosong di atas air. Matanya berbinar, bukan karena sedih, melainkan karena rasa bangga yang masih tersisa.

“Di situ dulu ada taman depan masjid yang sangat indah,” kenangnya dengan suara bergetar. “Masjid kami ini cantik sekali. Teduh.”

Bagi Pak Dahlan dan warga Kecamatan Sawang lainnya, At-Taqarrub bukan sekadar susunan bata dan semen. Ia adalah jantung desa. Di sanalah mereka melepas lelah, anak-anak mengeja huruf alif-ba-ta, dan orang tua bersujud mencari ketenangan di sela kesibukan bertani.

Kini, pemandangan itu berganti total. Tak ada lagi kubah yang menyapa langit pagi. Tak ada lagi dinding tempat bersandar saat mendengarkan khutbah. Yang tersisa hanyalah hamparan tanah kosong dan aliran sungai yang seolah tak berdosa telah membawa pergi pusat spiritualitas mereka.

Rindu yang Tak Terbendung

Kehilangan masjid berarti kehilangan “rumah pulang” bagi jiwa. Setiap kali waktu salat tiba, warga Riseh Teungoh dirundung rindu yang hebat.

Rindu pada suara adzan yang menggema dari pengeras suara masjid, rindu pada saf-saf yang rapat, dan rindu pada ruang sujud yang kini telah rata dengan tanah.

Keinginan warga hanya satu: ingin kembali punya tempat untuk bersujud dengan layak.

Membangun Kembali Harapan Lewat Wakaf

Bencana banjir dan longsor di penghujung tahun 2025 memang meninggalkan luka mendalam di pelosok Sumatera, termasuk Aceh Utara. Namun, harapan belum benar-benar hanyut.

Wakaf Daarut Tauhiid (DT) melalui program Wakaf Bangun Kembali Masjid, mengajak untuk menjadi bagian dari sejarah berdirinya kembali Masjid At-Taqarrub dan masjid lainnya.

Setiap rupiah yang diwakafkan adalah satu bata yang akan menyusun kembali dinding-dinding masjid ini. Setiap kontribusi kita adalah jalan agar adzan kembali berkumandang di Riseh Teungoh, memanggil warga untuk kembali pulang ke rumah Allah.

Mari satukan hati. Jangan biarkan Pak Dahlan dan warga Riseh Teungoh berlama-lama merindu dalam sunyi tanpa masjid. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG