Sinergi Wakaf: Bank Indonesia dan Wakaf DT Hadirkan Solusi Air Bersih di Dusun Taipa
WAKAFDT.ORG | MAROS – Akses air bersih yang layak masih menjadi tantangan bagi warga di pelosok Sulawesi Selatan. Menjawab kebutuhan tersebut, Kantor Bank Indonesia Pusat berkolaborasi dengan Wakaf Daarut Tauhiid (DT) dan DT Peduli Sulawesi Selatan menginisiasi program pembangunan sumur bor di RT 03, Dusun Taipa, Desa Majannang, Kabupaten Maros.
Program ini lahir dari kepedulian para karyawan Bank Indonesia yang menyalurkan wakaf mereka untuk menghadirkan kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat. Meski lokasinya terhitung tidak jauh dari pusat kota, Dusun Taipa masih mengalami kesulitan air bersih yang signifikan untuk kebutuhan sehari-hari.
Survei Lapangan dan Strategi Teknis
Pada kunjungan survei lapangan baru-baru ini, tim dari Divisi Implementasi Kekda Bank Indonesia Sulsel yang dipimpin oleh Bapak Dwi Tjahja K. Wardhono (Kepala Tim) bersama Bapak Muhammad Salim (Asisten Manajer) dan Bapak Anwardin (Konsultan) meninjau langsung calon titik pengeboran.
“Melalui program Rabbani tahun ini, Wakaf DT Bandung bersama BI berkomitmen menghadirkan solusi konkret bagi warga Dusun Taipa. Kami ingin memastikan Ramadan 1447 H ini menjadi momentum penguatan spiritualitas sekaligus kepedulian sosial yang dampaknya dirasakan nyata melalui ketersediaan air bersih,” ujar Indra Firdaus, Waqf Marketing Manager for Corporate and Partnership.
Untuk menjamin kualitas air dan keberlanjutan program, tim pelaksana telah menyiapkan langkah-langkah strategis:
Pelibatan Tenaga Ahli Geologi: Mengingat risiko air asin di wilayah tersebut, tim geologi akan diterjunkan pada 13 hingga 19 April 2026 untuk mendeteksi sumber air yang paling optimal.
Mitigasi Risiko Lokasi: Terdapat dua rencana titik pengeboran:
- Plan A: Di halaman rumah warga dengan penguatan aspek legalitas melalui Ikrar Wakaf Lahan guna mencegah sengketa di masa depan.
- Plan B: Di area belakang Masjid Ijtihad sebagai alternatif lokasi fasilitas umum.

Komitmen Kebermanfaatan Jangka Panjang
Kepala Tim Bank Indonesia Sulsel, Dwi Tjahja K. Wardhono, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bentuk amal jariyah.
“Kami berharap melalui wakaf sumur bor ini, masyarakat Dusun Taipa tidak lagi kesulitan air bersih. Ini adalah bentuk kepedulian yang kami harapkan menjadi aliran kebaikan yang tak terputus bagi para wakif,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan DT Peduli Sulawesi Selatan, Ibu Hasmirah, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara Wakaf DT, Bank Indonesia, dan DT Peduli sebagai mitra pelaksana di lapangan. Beliau menekankan bahwa kepercayaan ini merupakan amanah besar untuk menghadirkan solusi nyata bagi umat. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
