Kunci Menghadapi Hidup: Jadilah Hamba yang Dicintai dan Ditolong Allah

Perlukah kita takut menghadapi kehidupan yang penuh ujian? Sebenarnya, tidak perlu. Sebab, yang paling kita butuhkan bukanlah hidup tanpa masalah, melainkan pertolongan Allah dalam menghadapi setiap persoalan.

Allah Maha Mengetahui segala ujian yang akan menimpa hamba-Nya. Namun, sanggupkah kita menghadapinya hanya dengan mengandalkan kekuatan sendiri? Tentu tidak. Sebesar apa pun kemampuan manusia, tetap ada batasnya. Karena itu, tujuan utama dalam menjalani kehidupan haruslah sebagaimana yang terkandung dalam firman Allah:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Artinya: Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. (Al-Fatihah:5)

Inilah tujuan hidup seorang hamba. Kita beribadah, bekerja, belajar, dan melakukan berbagai aktivitas semata-mata untuk mengabdi kepada Allah. Namun, untuk bisa menjalankan semua itu pun, kita tetap membutuhkan pertolongan-Nya.

Maka, jika disederhanakan, tugas kita dalam menjalani kehidupan adalah berusaha menjadi hamba yang layak mendapatkan pertolongan Allah. Sebab, siapa yang akan ditolong oleh Allah? Mereka adalah orang-orang yang dicintai-Nya.

Karena itu, jangan terlalu sibuk memikirkan apakah semua orang menyukai kita. Ada suami yang merasa istrinya sudah tidak mencintainya seperti dahulu. Ada pula istri yang merasa perhatian suaminya mulai berkurang. Padahal, kehidupan dunia memang tidak selalu berjalan sesuai keinginan.

Yang lebih penting adalah kita semakin dicintai Allah. Sebab, cinta manusia bisa berubah, sedangkan cinta dan pertolongan Allah adalah sesuatu yang jauh lebih kita butuhkan.

Lantas, bagaimana caranya agar menjadi hamba yang dicintai dan ditolong Allah?