Aa Gym: Belajar Ikhlas Agar Selamat di Akhirat

DAARUTTAUHIID.ORGMengapa i’tikaf di masjid? Karena untuk menghemat sewa kontrakan. Mengapa rajin shaum senin-kamis? Karena ingin langsing sekaligus menghemat uang jajan. Mengapa disiplin sholat subuh di awal waktu? Karena ingin wajah terlihat berbinar.

Saudaraku, Alloh Ta’ala berfirman, “Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Alloh-lah agama yang bersih (dari syirik)..” (QS. Az Zumar: 2-3)

Saudaraku, marilah kita senantiasa berhati-hati dalam menjaga kebersihan hati agar senantiasa lurus dan murni dalam berniat.

Karena Alloh Ta’ala hanya menerima amal sholeh seorang hamba yang dilakukan dengan niat ikhlas hanya mengharapkan ridho-Nya semata.

Boleh jadi kita menunaikan rencana niat baik kita, akan tetapi saat melakukannya hati kita berbelok menjadi berharap sesuatu yang lain selain penghargaan Alloh.

Seperti saat ikut aksi bela Islam beberapa tahun lalu di Jakarta. Mari kita tafakuri kembali, muhasabah kembali apa sebenarnya niat kita.

Kegiatan tersebut adalah kegiatan yang direncanakan sebagai kebaikan, sebagai amal sholeh kita sehingga kita berusaha sekuat tenaga agar semuanya berlangsung tertib dan damai, ada dalam ridho Alloh Ta’ala.

Namun, bagaimana dengan hati kita, jangan sampai niat kita malah hanya ingin dilihat orang lain sebagai pemberani, jangan sampai niat kita hanya ingin berfoto selfie sehingga dikagumi orang lain.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam dalam sebuah haditsnya pernah mengingatkan kepada kita tentang seorang mujahid yang gugur di medan jihad.

Ia seorang dermawan yang membelanjakan hartanya di jalan Alloh, dan seorang yang hafal dan paham al-Quran, akan tetapi ketiganya masuk neraka.

Sebabnya hanya satu, karena bukan Alloh yang ada di dalam hatinya.

Subhanalloh! Marilah kita terus-menerus melatih diri untuk terampil menjaga niat. Semoga Alloh Ta’ala menerima amal sholeh kita dan membimbing kita dengan hidayah-Nya sehingga kita termasuk orang-orang yang ikhlas. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan

__________________________

DAARUTTAUHIID.ORG