Tips Aa Gym: Agar Hidup Tak Terasa Sulit dan Sempit

[DAARUTTAUHIID.ORG]- Setiap orang boleh memiliki keinginan. Apakah boleh seseorang ingin memiliki rumah? Maka jawabannya boleh. Namun yang perlu diingat adalah bahwa Allah Ta’ala yang memberi rumah kepada kita. Kalau kita ingin kebutuhan hidup terpenuhi disaat harga-harga sedang naik, maka percayalah kalau sudah berkehendak pasti akan dipenuhi. Begitu juga sebaliknya kalau kita punya kekayaan, namun Allah berkehendak tidak ingin memberi, maka tidak akan pernah terwujud.

Jadi tidak perlu panik dengan BBM naik, bukankah BBM naik tidak hanya kali ini saja, BBM naik sudah dari dulu tapi buktinya kita masih bisa bertahan dan masih hidup sampai saat ini. Rezeki tidak ditentukan oleh naik dan turunnya BBM, tetapi ditentukan oleh yang maha pemberi rezeki yaitu Allah Ta’ala. Coba kita lihat hari ini di negara Inggris, yang notabennya merupakan negara maju dan makmur, tapi dilanda krisis pangan, untuk makan saja begitu sulit.

Jadi kalau kita punya keinginan yang perlu kita lakukan adalah, pertama apakah keinginan kita disukai oleh Allah atau tidak? Jangan sampai keinginan kita hanya disukai menurut nafsu, bukan yang disukai menurut Allah. Kedua, meminta pertolongan kepada Allah apakah ini baik dan benar tidak untuk kita, perhatikan apakah ini halal atau haram. Agar kita tidak terjebak dengan sesuatu yang dilarang oleh Allah. Misalkan, durian merupakan buah-buahan yang halal, tetapi kalau memakan durian orang lain atau sesuatu yang bukan hak kita bisa menjadi haram.

Perbanyaklah musyawarah dengan ahli atau dengan orang yang mengerti sesuatu yang kita inginkan. Apakah yang kita inginkan itu sesuatu yang benar-benar kita butuhkan atau tidak, ada hubungannya dengan kehidupan kita atau tidak. Karena sifat manusia itu kalau sudah menginginkan sesuatu pasti harus terwujud. Kita harus siap untuk menerima tidak terwujudnya keinginan kita, agar kita tidak menuhankan keinginan yang membuat kita semakin gelisah dan tidak tenang.

Mulai sekarang bangun pikiran bahwa kita menginginkan sesuatu yang terbaik dari Allah Ta’ala dan kita menerima sesuatu yang sudah ditakdirkan untuk kita. Dalam istilah lain disebut juga dengan Tawakal. (KH. Abdullah Gymnastiar)

______________________

daaruttauhiid.org