Aa Gym: Dunia Ini Tidak Ada Harganya, Kenapa Kita Ingkar Pada Alloh?

DAARUTTAUHIID.ORGJagat raya atau alam semesta ini adalah milik Alloh, dunia ini sangat kecil disisi Alloh. Dunia ini berharga sesayap nyamuk saja, orang-orang yang ingkar kepada Alloh maka tidak akan diberikan air meskipun hanya setekuk saja.

Begitu banyak orang yang ingkar kepada Alloh, tetapi Alloh masih memberi dunia ini kepada orang-orang ingkar, diberi harta, istana yang megah, berlian, dan kebutuhan lainnya.

Karena memang dunia ini tidak harganya di sisi Alloh. Coba kita lihat, orang musyrikin, munafikin, dan orang-orang yang mengkhianati Alloh tetap diberi nikmat atau dunia.

Kita tidak perlu kagum pada dunia, kalau kita terlalu kagum pada dunia, nanti dampaknya akan membuat diri menghamba pada dunia.

Kenapa mesti silau dengan dunia sampai membuat kita ingkar kepada Alloh? Padahal dunia ini milik Alloh dan dunia ini hanya disiapkan sementara saja bagi manusia, dunia ini hanya tempat untuk mengumpulkan bekal sebelum pulang ke alam akhirat.

Apakah yang kita terima selama ini sudah setimpal dengan rasa syukur dan penghambaan kita pada Alloh? Padahal begitu banyak nikmat Alloh yang diberikan Alloh.

Kalau kita kalkulasikan dalam bentuk materi, sudah dipastikan kita tidak akan mampu membayarnya. Jangan terlalu berfokus pada apa yang tidak kita miliki tapi fokus pada apa yang Alloh sudah titipkan kepada kita.

Oleh karena itu, orang yang yakin ke Alloh tidak bisa kagum kepada pangkat, jabatan, dan kedudukan. Kalau pun kita diberikan pangkat dan jabatan tetap menjadi orang yang baik.

Kalau berbuat baik ke orang biasa saja, tidak usah karena jabatannya kita berbuat baik, berbuat baik karena mengharapkan sesuatu.

Hidup kita harus bersemangat dan antusias dengan apa-apa yang bermanfaat bagi kita, baik urusan dunia maupun urusan akhirat, tidak perlu tergiur dan merasa silau kepada dunia.

Semoga kita senantiasa dalam kebaikan dan berdoa agar Alloh memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus bukan jalan yang sesat. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG